RADAR TULUNGAGUNG – Menjelang bulan suci Ramadan, pergerakan harga bahan pokok di Tulungagung relatif terkendali.
Berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, mayoritas komoditas kebutuhan pokok masyarakat masih stabil.
Pemantauan dilakukan di empat pasar utama, yakni Pasar Ngemplak, Pasar Ngunut, Pasar Bandung, dan Pasar Tamanan.
Monitoring harga tersebut dilakukan secara rutin melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.
Kabid Perdagangan Disperindag Tulungagung Siti Mahmudah mengatakan, fluktuasi harga yang terjadi menjelang Ramadan masih dalam batas wajar.
“Secara umum stabil. Hanya keluarga cabai dan bawang yang mengalami sedikit kenaikan,” ujarnya, Jumat (14/2).
Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai dan bawang dipicu perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.
Curah hujan tinggi berdampak pada hasil panen di daerah sentra produksi, sehingga suplai ke pasar sedikit berkurang.
Meski demikian, kenaikan tersebut tidak berlangsung signifikan dan masih bisa dijangkau masyarakat.
“Kondisi cuaca memengaruhi produksi. Kalau pasokan turun, otomatis harga menyesuaikan,” jelasnya.
Selain cabai dan bawang, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan tipis.
Hal itu dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang tradisi megengan, yakni tradisi menyambut Ramadan yang identik dengan konsumsi makanan bersama keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Permintaan ayam naik karena masyarakat mulai persiapan megengan. Tapi stok tetap aman,” tambahnya.
Untuk komoditas lain seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, harga masih relatif stabil tanpa lonjakan berarti.
Disperindag memastikan ketersediaan bahan pokok di Tulungagung dalam kondisi aman hingga Hari Raya Idulfitri mendatang. Distribusi dari pemasok ke pasar juga berjalan lancar.
“Kami terus lakukan pemantauan rutin agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan. Sampai saat ini stok aman sampai lebaran,” tegas Siti.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga serta mencegah kepanikan pasar menjelang Ramadan. (*/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri