Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Tulungagung dan Asal Usul Namanya, Terungkap dari Prasasti 125 M hingga Legenda Joko Baru yang Melegenda

Ingge Nayla Ayu Karina • Senin, 16 Februari 2026 | 18:53 WIB
Sejarah Tulungagung dan asal usul namanya dari Prasasti 125 M hingga legenda Joko Baru yang melegenda.
Sejarah Tulungagung dan asal usul namanya dari Prasasti 125 M hingga legenda Joko Baru yang melegenda.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Sejarah Tulungagung menyimpan kisah panjang lebih dari 800 tahun yang penuh legenda, kerajaan besar, hingga perubahan nama daerah.

Baca Juga: Perbaiki Pompa Air Saat Mesin Masih Menyala, Pria di Tulungagung Tewas Tersengat Listrik

Tak banyak yang tahu, asal usul nama Tulungagung memiliki dua versi berbeda yang sama-sama dipercaya masyarakat.

 

Dari prasasti kuno tahun 125 Masehi hingga cerita mistis Joko Baru atau Baru Klinting, sejarah Tulungagung menjadi perpaduan antara fakta dan legenda.

 

Kabupaten di Jawa Timur ini resmi memperingati hari jadinya setiap 18 November.

 

Tanggal tersebut merujuk pada keluarnya Prasasti Lawadan pada 18 November 125 Masehi di era Kerajaan Daha atau Kediri.

 

Prasasti itu menjadi tonggak penting dalam sejarah Tulungagung.

 

Dua Versi Asal Usul Nama Tulungagung

Versi pertama menyebut nama Tulungagung berasal dari kata “pitulungan agung” yang berarti pertolongan besar.

 

Legenda ini berkaitan dengan sosok Joko Baru dari Gunung Wilis.

 

Ia dikisahkan sebagai pemuda yang dikutuk menjadi ular oleh ayahnya.

 

Untuk kembali menjadi manusia, ia harus melingkarkan tubuhnya di Gunung Wilis.

 

Namun tubuhnya kurang sejengkal sehingga ia menjulurkan lidahnya.

 

Lidah itu dipotong dan berubah menjadi tombak sakti yang dipercaya masih dirawat masyarakat hingga kini.

 

Versi kedua lebih rasional.

 

Nama Tulungagung berasal dari dua kata, “tulung” yang berarti sumber air dan “agung” yang berarti besar.

 

Maknanya adalah daerah dengan sumber air besar.

 

Dahulu wilayah ini memang dipenuhi mata air dan rawa-rawa sebelum dibangun bendungan oleh Jepang di wilayah selatan.

 

Banyak kawasan tergenang air sepanjang tahun.

 

Karena itu, daerah ini dulunya dikenal dengan nama Ngrowo atau Rawa.

 

Jejak Kerajaan Besar di Tulungagung

Dalam perjalanan panjangnya, Tulungagung pernah menjadi bagian dari sejumlah kerajaan besar.

 

Mulai dari Singosari, Majapahit, Demak, Pajang, hingga Mataram Islam.

 

Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri.

 

Candi ini menjadi tempat pendharmaan Gayatri atau Sri Rajapatni, istri Raja Majapahit pertama, Raden Wijaya.

 

Gayatri juga merupakan nenek dari Hayam Wuruk, raja yang membawa Majapahit ke puncak kejayaan.

 

Nama Boyolangu bahkan tercatat dalam Negarakertagama sebagai Bayalangu, tempat suci untuk menyucikan diri.

 

Hal ini menunjukkan Tulungagung memiliki peran penting sejak era Majapahit.

 

Dari Ngrowo ke Tulungagung

Secara administratif, wilayah ini dulunya bernama Kabupaten Ngrowo.

 

Catatan sejarah menyebut penguasa awal periode Ngrowo di Kalangbret adalah Kyai Ngabehi Mangun.

 

Namun data tahun kekuasaannya belum ditemukan secara pasti.

 

Catatan lebih jelas muncul pada masa Kabupaten Ngrowo di Tulungagung dengan Raden Mas Tumenggung Pringgoniningrat yang berkuasa pada 1824–1830.

 

Nama Ngrowo sendiri telah dikenal sejak 1194 Masehi berdasarkan Prasasti Kemulan dan disebut kembali dalam Negarakertagama.

 

Perubahan nama menjadi Tulungagung terjadi pada 1 April 1914 Masehi.

 

Saat itu, Bupati Ngrowo ke-11, Raden Tumenggung Partowijoyo, meresmikan perubahan nama tersebut.

 

Sejak saat itu, nama Tulungagung resmi digunakan hingga sekarang.

 

Daerah Marmer dan Wisata Pantai

Selain kaya sejarah, Tulungagung dikenal sebagai salah satu penghasil marmer terbesar di Indonesia.

 

Industri marmer berkembang pesat dan menjadi identitas ekonomi daerah.

 

Tak hanya itu, wilayah selatan Tulungagung memiliki deretan pantai indah yang menjadi destinasi wisata favorit.

 

Kombinasi sejarah panjang, potensi alam, dan budaya menjadikan Tulungagung sebagai daerah yang unik di Jawa Timur.

 

Sejarah Tulungagung bukan sekadar catatan masa lalu.

 

Ia adalah identitas yang terus hidup dalam tradisi, situs purbakala, dan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun.

 

Dari Prasasti Lawadan hingga legenda Joko Baru, dari Ngrowo hingga menjadi kabupaten modern, perjalanan panjang ini memperlihatkan bagaimana Tulungagung tumbuh dan bertransformasi selama berabad-abad.

Baca Juga: Makam Sunan Kuning Tulungagung Selalu Ramai Diziarahi, Pintu Masuk Dibuat Kecil demi Menjaga Adab Pengunjung

Kini, di usianya yang lebih dari delapan abad, Tulungagung tetap berdiri sebagai daerah bersejarah yang menyimpan banyak kisah menunggu untuk digali.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#asal usul Tulungagung #ngrowo #sejarah tulungagung #Candi Gayatri #prasasti lawadan