RADAR TULUNGAGUNG – Wajah Pasar Campurdarat, Tulungagung, terancam kian kusam.
Pasalnya, lima tahun berlalu sejak kebakaran besar pada 2021, wajah pasar tradisional di wilayah selatan Tulungagung itu belum juga beranjak dari kondisi darurat.
Bangunan yang dulu hangus terbakar, sebagian masih bertahan dengan perbaikan seadanya.
Janji penataan ulang yang sempat mengemuka, kini seperti menguap tanpa kepastian.
Padahal, Pasar Campurdarat bukan sekadar tempat transaksi, melainkan menjadi tumpuan ekonomi ratusan pedagang kecil dan denyut perputaran uang masyarakat sekitar.
Namun, hingga awal 2026, revitalisasi yang diharapkan mampu mengembalikan fungsi dan daya saing pasar tak kunjung terealisasi.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Mohammad Khabib, membenarkan bahwa masih menunggu respons dari pusat.
Berbagai upaya telah dilakukan. Pengajuan revitalisasi disebut sudah berkali-kali disampaikan ke pemerintah pusat. Sayangnya, hasilnya nihil. Belum ada kabar lanjutan, apalagi kepastian waktu pelaksanaan.
“Pengajuan sudah beberapa kali kami lakukan. Tetapi sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut. Kami masih menunggu,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Disperindag Tulungagung tidak bisa berbuat banyak untuk perbaikan total.
Opsi yang tersedia hanya pembenahan berskala minor agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dan kondisi bangunan tidak semakin memburuk.
Sekadar diketahui, pada 2026, disperindag hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar yang bersumber dari APBD Tulungagung.
Dana itu dibagi dalam 11 paket pekerjaan untuk 20 pasar di seluruh wilayah Tulungagung.
“Anggaran itu bukan untuk revitalisasi total. Lebih pada perbaikan ringan seperti atap bocor, saluran air, dan fasilitas dasar lainnya,” terang Khabib.
Disperindag sendiri mengaku tidak bisa melangkah lebih jauh tanpa dukungan anggaran besar.
Kewenangan dan kemampuan fiskal daerah terbatas untuk melakukan pembangunan ulang secara total.
Apalagi, Pasar Campurdarat merupakan salah satu pasar terbesar yang ada di Tulungagung.
“Kami tetap berupaya agar pasar-pasar yang ada, termasuk Campurdarat, tetap bisa berfungsi. Sambil menunggu keputusan dari pusat, kami lakukan yang bisa kami lakukan,” tandasnya.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri