RADAR TULUNGAGUNG - Nelayan di pesisir selatan Tulungagung harus meningkatkan kesabarannya.
Pasalnya, Dinas Perikanan (Diskan) Tulungagung memperkirakan kondisi sepi tangkapan bakal berlangsung hingga usai Lebaran.
Kabid Perikanan Tangkap Diskan Tulungagung, Ulul Azmi, menyampaikan bahwa fenomena ini sudah menjadi pola yang hampir selalu terjadi pada periode Januari hingga Maret.
Faktor utamanya adalah kondisi cuaca ekstrem di perairan selatan Jawa Timur yang berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan maupun pergerakan ikan.
“Kalau disebut paceklik kurang tepat. Ini lebih pada siklus tahunan. Setiap awal tahun memang biasanya hasil tangkapan cenderung menurun karena faktor cuaca,” jelas Ulul Azmi.
Dia menerangkan, gelombang laut di kawasan selatan Tulungagung dalam beberapa waktu terakhir kerap mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter.
Dengan karakter ombak yang tinggi dan angin kencang, sebagian nelayan memilih mengurangi intensitas melaut demi keselamatan.
Tidak hanya itu, cuaca yang berubah-ubah juga memengaruhi distribusi dan pola migrasi ikan. Saat suhu dan arus laut berubah, ikan akan bergerak mengikuti kondisi perairan yang lebih ideal.
“Cuaca ekstrem sangat memengaruhi pola migrasi ikan. Jadi bukan berarti ikan tidak ada, tetapi mereka bergerak ke titik yang lebih aman atau mengikuti arus tertentu,” terangnya.
Selain faktor gelombang tinggi, perairan selatan Jawa Timur juga sempat diguncang gempa beberapa waktu lalu.
Meski tidak berdampak langsung terhadap fasilitas perikanan, dinamika alam tersebut turut memengaruhi kondisi perairan.
Menurut Ulul, situasi ini masih dalam batas wajar dan tidak sampai mengganggu stabilitas ekonomi nelayan secara signifikan.
Apalagi, nelayan di Tulungagung sudah terbiasa menghadapi pola musim seperti ini setiap tahunnya.
Diskan memperkirakan musim ikan akan kembali muncul usai Hari Raya Idul Fitri. Biasanya, kondisi cuaca mulai membaik memasuki April, gelombang berangsur normal, dan hasil tangkapan nelayan meningkat.
“Perkiraan kami setelah Lebaran, sekitar April, musim ikan mulai muncul lagi. Itu pola yang hampir setiap tahun terjadi,” imbuhnya.
Sementara menunggu musim ikan datang, diskan terus melakukan pemantauan kondisi perairan serta berkoordinasi dengan instansi terkait perihal perkembangan cuaca.
Nelayan juga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaut guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Dengan pola musim yang sudah dapat dipetakan, diskan optimistis produktivitas perikanan tangkap di Tulungagung akan kembali normal dalam beberapa bulan ke depan.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri