RADAR TULUNGAGUNG - Pembangunan ulang Jembatan Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, dipastikan dimulai awal Maret 2026 setelah setahun lebih akses vital itu lumpuh akibat fondasi ambles diterjang banjir Desember 2024.
Pemkab Tulungagung mengalokasikan anggaran Rp 7,5 miliar untuk rekonstruksi total jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 7 meter itu.
Kepastian itu disampaikan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat inspeksi mendadak (sidak), Sabtu (14/02).
Dia menegaskan proyek harus dikerjakan profesional dan berkualitas. Bahkan, masyarakat diminta ikut mengawasi pelaksanaan hingga tuntas.
“Semua harus mengawasi sampai pembangunan selesai,” tegasnya.
Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto. memastikan proses administrasi dan teknis ditarget rampung sebelum hari raya agar pekerjaan fisik segera berjalan dengan estimasi 7 bulan.
Namun, publik menaruh harapan lebih adanya audit teknis konstruksi sebelum dan selama proyek berlangsung.
“Tentu ada banyak hal yang jadi pertimbangan untuk pembangunan jembatan ini. Maksimal 7 bulan harus selesai,” jelasnya.
Menurut dia, audit tersebut penting untuk memastikan beberapa hal krusial. Seperti desain baru yang memperhitungkan debit banjir maksimum, sistem pengaman fondasi, dan metode konstruksi memenuhi standar ketahanan jangka panjang.
“Tentu ketahanan kontruksi juga sangat kami perhitungkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Junjung, Hari Santosa, menyampaikan apresiasi terima kasih atas kepastian pembangunan jembatan tersebut.
Warga berharap proyek kali ini benar-benar menjadi solusi permanen, bukan sekadar perbaikan sementara yang berisiko terulang saat musim hujan ekstrem.
“Pembangunan Jembatan Junjung kini bukan hanya soal memulihkan konektivitas desa, melainkan juga momentum pembenahan tata kelola infrastruktur,” tuturnya.(rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri