Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asal Usul Nama Tulungagung, Kisah Tulunging Agung dari Banjir Sungai Brantas hingga Jadi Simbol Doa dan Kebangkitan

Dyah Wulandari • Rabu, 18 Februari 2026 | 19:50 WIB

Asal usul nama Tulungagung berawal dari kisah Tulungagung dan banjir Sungai Brantas. Simak sejarah dan maknanya di sini
Asal usul nama Tulungagung berawal dari kisah Tulungagung dan banjir Sungai Brantas. Simak sejarah dan maknanya di sini

JAKARTA - Asal usul nama Tulungagung tak sekadar cerita tentang penamaan wilayah di selatan Jawa Timur. Di balik nama itu, tersimpan kisah panjang tentang banjir Sungai Brantas, doa seorang tokoh sakti, hingga keyakinan masyarakat terhadap “tulunging agung” atau pertolongan besar dari Tuhan.

Sejak dahulu, wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Tulungagung disebut-sebut sebagai lembah subur yang dikelilingi sungai dan perbukitan. Namun keindahan alam itu tak selalu menghadirkan ketenangan. Sungai Brantas yang mengalir di tengah wilayah kerap meluap saat musim hujan, menenggelamkan sawah dan permukiman warga.

Asal usul nama Tulungagung pun dipercaya lahir dari peristiwa besar tersebut. Dalam cerita turun-temurun masyarakat Jawa, banjir besar yang berkali-kali melanda wilayah itu sempat membuat warga kehilangan harapan. Hingga suatu hari, air yang tak kunjung surut perlahan menghilang dan meninggalkan tanah yang lebih subur dari sebelumnya.

Baca Juga: MasterChef Indonesia One Pot Meal 30 Menit Bikin Panik! Iron Cast Jadi Penentu Nasib, Siapa Paling Siap Jadi Chef Sejati?

Makna Tulunging Agung dalam Kepercayaan Jawa

Masyarakat meyakini peristiwa surutnya air bukan sekadar fenomena alam biasa. Mereka percaya ada “tulunging agung”, pertolongan besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Dari keyakinan inilah muncul nama Tulungagung.

Secara etimologis, kata “tulung” dalam bahasa Jawa berarti pertolongan atau bantuan. Sementara “agung” berarti besar, luhur, atau mulia. Dua kata itu menyatu menjadi doa: pertolongan besar dari Tuhan agar wilayah tersebut dijauhkan dari bencana.

Baca Juga: Imam Disorot Gegara Gecok Gandem, Dessert Stephanie Dibantai, MasterChef Indonesia Challenge Bikin Juri Naik Darah

Bagi masyarakat Jawa kuno, nama bukan sekadar penanda geografis. Nama memiliki kekuatan spiritual, menjadi doa sekaligus harapan bagi para penghuninya. Dengan menyebut Tulungagung, masyarakat seperti mengingatkan diri untuk selalu bersyukur dan percaya akan pertolongan Tuhan di tengah ujian.

Dalam filosofi Jawa dikenal prinsip “eling lan waspada”, yakni selalu ingat kepada Tuhan dan berhati-hati dalam bertindak. Nilai inilah yang melekat kuat dalam identitas Tulungagung hingga kini.

Sosok Kiai Bro Mukti dan Doa di Tepi Sungai

Legenda setempat juga menyebut nama seorang tokoh sakti, Kiai Bro Mukti. Ia dikenal sebagai pribadi bijak dan tekun beribadah. Saat banjir besar melanda, Kiai Bro Mukti memanjatkan doa di tepi Sungai Brantas, memohon agar air segera surut dan rakyat diselamatkan.

Baca Juga: Sah! Pernikahan Rara LIDA dan Aladul di Prabumulih Diserbu 6.000 Tamu, Mas Kawin 26 Gram Jadi Sorotan

Tak lama setelah doa dipanjatkan, air benar-benar surut. Sawah kembali hijau, sungai menjadi tenang, dan kehidupan perlahan bangkit dari keterpurukan. Rakyat yang bersyukur kemudian menamai wilayah itu Tulungagung sebagai simbol rasa terima kasih atas pertolongan besar yang mereka yakini datang dari Tuhan.

Cerita ini menjadi fondasi spiritual masyarakat setempat. Mereka percaya, selama hidup dalam kebaikan dan menjaga alam, pertolongan Tuhan akan selalu hadir di saat paling dibutuhkan.

Letak Geografis dan Kekayaan Alam

Kabupaten Tulungagung terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur. Di sebelah utara membentang Pegunungan Wilis, sementara di selatan terhampar Samudra Hindia. Sungai Brantas yang mengalir di tengah wilayah menjadi sumber kehidupan utama sejak masa lampau.

Baca Juga: Jadwal Pencairan Gaji 13 dan Gaji 14 THR 2026 untuk ASN, TNI, Polri dan Pensiunan, Kapan Cair? Ini Perkiraan Terbarunya

Bentang alam tersebut menjadikan Tulungagung kaya hasil bumi. Tanahnya subur, air melimpah, dan hamparan sawah menghijau hampir sepanjang tahun. Selain pertanian, wilayah ini juga dikenal sebagai penghasil marmer berkualitas, kayu jati, serta hasil perkebunan dan perikanan.

Meski pernah berkali-kali diterjang banjir, masyarakat memandang alam bukan sebagai musuh. Alam diperlakukan sebagai sahabat yang harus dijaga dengan kearifan lokal dan doa.

Dari Ngowo hingga Resmi Menjadi Tulungagung

Sebelum dikenal dengan nama sekarang, wilayah ini pada masa Kerajaan Majapahit disebut Ngowo. Letaknya yang strategis di tepi Sungai Brantas menjadikannya lumbung pangan penting. Setelah runtuhnya Majapahit, daerah ini berada di bawah kekuasaan Mataram Islam dan tetap berkembang sebagai jalur perdagangan.

Baca Juga: THR Idul Fitri 2026 Cair Awal Ramadan, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk ASN, TNI, dan Polri

Pada masa penjajahan Belanda, Ngowo menjadi wilayah administratif penting karena kekayaan alamnya. Rakyat bekerja keras di bawah tekanan kolonial, namun keyakinan terhadap tulunging agung tetap menjadi sumber kekuatan.

Nama Tulungagung mulai digunakan pada 1943 di masa pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, nama tersebut resmi disahkan menjadi Kabupaten Tulungagung, bagian dari Provinsi Jawa Timur.

Kini Tulungagung berkembang sebagai daerah agraris sekaligus sentra industri marmer, perdagangan, dan pendidikan. Meski modernisasi terus berjalan, nilai gotong royong, tepa selira, dan rasa syukur tetap dijaga.

Baca Juga: Game Zara Ebi Viral di Studio Talkshow, Aksi Kenalan Calon Mertua Bikin Penonton Heboh dan Ketawa

Tradisi seperti larung sembonyo di Pantai Popoh serta upacara bersih desa menjadi wujud penghormatan pada alam dan leluhur. Semua itu memperkuat identitas Tulungagung sebagai daerah yang lahir dari doa, harapan, dan keyakinan akan pertolongan besar.

Asal usul nama Tulungagung pada akhirnya bukan sekadar legenda. Ia menjadi simbol kebangkitan, keteguhan iman, dan hubungan harmonis antara manusia, alam, serta Sang Pencipta.

Editor : Dyah Wulandari
#sungai brantas #asal usul nama Tulungagung #sejarah tulungagung #Tulungagung anyar