Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makam Tumenggung Surontani Tulungagung: Jejak Tokoh Sakti Pembabat Hutan Wajak Kidul dan Misteri Macan Putih Gaib

Dyah Wulandari • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:00 WIB

Makam Tumenggung Surontani Tulungagung menyimpan sejarah Wajak Kidul dan misteri macan putih gaib yang dipercaya warga.
Makam Tumenggung Surontani Tulungagung menyimpan sejarah Wajak Kidul dan misteri macan putih gaib yang dipercaya warga.

TULUNGAGUNG - Makam Tumenggung Surontani Tulungagung menjadi salah satu situs bersejarah yang menyimpan kisah panjang babad wilayah selatan Jawa Timur. Berada di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, kompleks makam ini tak hanya dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh sakti, tetapi juga lekat dengan cerita mistis yang masih dipercaya masyarakat.

Makam Tumenggung Surontani Tulungagung terletak di tengah permukiman warga. Kondisinya terawat rapi karena dijaga juru kunci serta gotong royong masyarakat sekitar. Setiap hari, peziarah datang untuk berdoa, terutama pada malam Jumat Legi yang diyakini sebagai waktu paling ramai.

Nama Tumenggung Surontani disebut sebagai tokoh penting dalam babad Tulungagung. Ia dikenal sebagai sosok yang berhasil membuka hutan belantara dan membangun perkampungan yang kini dikenal sebagai Desa Wajak Kidul. Perannya tak sekadar sebagai pemimpin wilayah, tetapi juga figur yang dihormati karena kesaktian dan kepemimpinannya.

Baca Juga: Tuhan dan Alam Semesta pun Berpuasa

Tokoh Pembuka Alas Wajak Kidul

Dalam tradisi lisan yang berkembang, Tumenggung Surontani digambarkan sebagai bangsawan sekaligus pemimpin berpengaruh pada masanya. Ia dipercaya memiliki kemampuan spiritual tinggi dan ketegasan dalam memimpin masyarakat membuka lahan baru.

Wilayah yang dulunya berupa hutan lebat kemudian berkembang menjadi desa produktif dengan sektor pertanian sebagai tulang punggung. Jejak sejarah ini masih diingat warga Wajak Kidul sebagai bagian penting identitas kampung mereka.

Baca Juga: Kedekatan Fuji dan Verrell Bramasta Makin Intens, Netizen Ramai Bahas Calon Suami Fuji: Serius ke Pelaminan atau Masih Misteri?

Tak jauh dari makam utama, terdapat pula makam tokoh lain yang disebut-sebut memiliki hubungan sejarah, seperti Mbah Demang Surogongso dan Mbah Nurradin. Keberadaan makam-makam tersebut memperkuat dugaan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas penting pada masa lampau.

Situs di Tengah Permukiman

Berbeda dengan kompleks makam kuno yang berada di perbukitan atau area terpencil, Makam Tumenggung Surontani Tulungagung justru berada di tengah rumah-rumah warga. Aksesnya mudah dijangkau, menjadikannya salah satu tujuan ziarah religi di Kecamatan Boyolangu.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di 70 Ribu Desa, Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja dan Pangkas Rantai Pasok

Kondisi fisik makam terlihat terawat. Area sekitar dibersihkan secara rutin, pagar dan cungkup dijaga, serta tradisi doa bersama masih dilaksanakan pada momen tertentu. Warga menganggap situs ini sebagai warisan leluhur yang harus dirawat.

Menurut juru kunci setempat, peziarah datang dari berbagai daerah, tak hanya dari Tulungagung. Mereka biasanya memanjatkan doa, memohon keselamatan, hingga mencari ketenangan batin.

Misteri Macan Putih Gaib

Di balik nilai sejarahnya, Makam Tumenggung Surontani Tulungagung juga diselimuti kisah mistis. Salah satu cerita yang paling dikenal adalah keberadaan macan putih gaib yang diyakini menjaga area makam.

Baca Juga: Pidato Gibran Soal RUU Perampasan Aset Picu Pro Kontra, Publik Desak DPR Segera Sahkan

Konon, macan putih tersebut akan menampakkan diri kepada siapa saja yang datang dengan niat buruk. Cerita ini sudah turun-temurun dan menjadi bagian dari kepercayaan lokal masyarakat Wajak Kidul.

Sebagian warga mengaku pernah mendengar suara atau merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata di sekitar kompleks makam, terutama pada malam hari. Meski demikian, tidak ada kejadian yang membahayakan. Justru cerita ini dipercaya sebagai bentuk penjagaan spiritual terhadap situs bersejarah tersebut.

Sebagian warga mengaku pernah mendengar suara atau merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata di sekitar kompleks makam, terutama pada malam hari. Meski demikian, tidak ada kejadian yang membahayakan. Justru cerita ini dipercaya sebagai bentuk penjagaan spiritual terhadap situs bersejarah tersebut.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih di Bangka Belitung Tembus 393 Unit, DPRD Ingatkan Jangan Sekadar Gimik, UMKM Harus Naik Kelas

Tradisi kejawen dan unsur Islam berpadu dalam praktik ziarah di tempat ini. Pada malam Jumat Legi, jumlah pengunjung biasanya meningkat. Ada yang datang secara pribadi, ada pula rombongan kecil yang melakukan doa bersama.

Peran dalam Babad Tulungagung

Dalam konteks babad Tulungagung, Tumenggung Surontani disebut sebagai salah satu figur yang berperan dalam pengembangan wilayah. Ia dianggap sebagai tokoh yang membawa keteraturan dan kemajuan, terutama dalam bidang pertanian dan tata kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Jokowi Usul Kembali ke UU KPK Lama, Gibran Dorong RUU Perampasan Aset: Analisis Pengamat Soal Arah Politik 2029

Meski belum banyak catatan tertulis yang detail, cerita lisan menjadi sumber utama pelestarian sejarahnya. Warga percaya bahwa keberadaan makam ini menjadi pengingat asal-usul desa sekaligus simbol perjuangan membuka peradaban.

Hingga kini, Makam Tumenggung Surontani Tulungagung tetap menjadi bagian penting dari identitas Desa Wajak Kidul. Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, situs ini berdiri sebagai penanda sejarah sekaligus ruang spiritual bagi masyarakat.

Terlepas dari kisah mistis yang menyelimutinya, nilai utama dari situs ini adalah warisan sejarah dan budaya. Bagi sebagian orang, berkunjung ke makam bukan sekadar ziarah, melainkan cara untuk memahami akar sejarah Tulungagung dan menghormati perjuangan para leluhur.

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Didesak Gibran: Koruptor Harus Dimiskinkan, Negara Berhak Ambil Semua Harta Hasil Kejahatan

Editor : Dyah Wulandari
#Macan Putih Gaib #babad tulungagung #Wajak Kidul #boyolangu