Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terbengkalai dan Penuh Mitos, Bekas Pabrik Gula Kunir di Ngunut Tulungagung Ternyata Pernah Jadi yang Paling Modern di Keresidenan Kediri

Dyah Wulandari • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:35 WIB

Bekas Pabrik Gula Kunir di Ngunut Tulungagung pernah jadi yang paling modern di Kediri. Kini terbengkalai dan penuh misteri
Bekas Pabrik Gula Kunir di Ngunut Tulungagung pernah jadi yang paling modern di Kediri. Kini terbengkalai dan penuh misteri

TULUNGAGUNG – Bekas Pabrik Gula Kunir di Ngunut Tulungagung menyimpan jejak sejarah industri gula yang kini nyaris terlupakan. Di balik reruntuhan bangunan dan lahan yang ditumbuhi semak liar, tersimpan cerita tentang kejayaan pabrik gula paling modern pada masanya di wilayah Keresidenan Kediri.

Tim dari kanal YouTube Kolonial Explore menyusuri langsung kawasan bekas Pabrik Gula Kunir yang kini terbengkalai. Dari kejauhan, hanya satu bangunan gudang besar yang masih berdiri cukup utuh. Meski atapnya sudah hilang, struktur dinding dan bekas gerbangnya masih terlihat jelas.

Saat memasuki gudang tersebut, tampak ruang luas tanpa sekat. Instalasi listrik lama masih terlihat menempel di beberapa bagian tembok. Selebihnya, bangunan lain hanya menyisakan pondasi yang tertutup tanah dan tanaman liar.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Pabrik Gula Kunir Tulungagung, Dibangun Belanda 1827 hingga Kini Jadi Surga Nongkrong Anak Muda

Pabrik Gula Terakhir dan Paling Modern di Keresidenan Kediri

Berdasarkan penelusuran di lokasi, Pabrik Gula Kunir diresmikan pada 1930. Saat itu, pabrik ini disebut sebagai pabrik gula terakhir di wilayah Keresidenan Kediri. Yang membuatnya istimewa, sistem penggilingannya sudah menggunakan tenaga listrik.

Berbeda dengan kebanyakan pabrik gula era kolonial yang masih mengandalkan mesin uap, Pabrik Gula Kunir disebut telah memakai penggerak listrik untuk gilingan tebu. Hal itu menjadikannya salah satu pabrik gula paling modern pada zamannya.

Baca Juga: Candi Dadi Tulungagung, Peninggalan Majapahit yang Penuh Misteri: Kisah Candi Urung dan Kutukan Putri Kedungjalin

Kini, sisa-sisa kejayaan itu hanya tampak dari pondasi mesin, bekas roda penggerak, hingga struktur tatakan besi besar yang masih tertanam di tanah. Tekstur tanah di beberapa titik tampak hitam, diduga sebagai bekas area pembakaran dalam proses produksi.

Rumah Administrator dan Pegawai Eropa Tinggal Reruntuhan

Tak jauh dari gudang utama, terdapat bekas rumah administrator atau kepala Pabrik Gula Kunir. Sayangnya, bangunan tersebut kini hanya tinggal pondasi. Area sekitarnya sebagian masih ditanami tebu, sehingga sisa bangunan baru terlihat jelas setelah panen.

Baca Juga: Bangkitkan Mitos Telaga Buret demi Selamatkan Sumber Air Tulungagung, Aktivis Ini Raih Kalpataru Usai Hutan Terancam Tambang Marmer

Selain rumah administrator, terdapat pula beberapa rumah dinas pegawai Eropa. Beberapa bangunan masih berdiri meski dalam kondisi lapuk. Informasi yang beredar menyebutkan sebagian rumah dinas tersebut kini sudah dialihfungsikan menjadi kafe.

Dari atas salah satu struktur bangunan yang masih bisa dinaiki, terlihat jelas luasnya area bekas Pabrik Gula Kunir. Tembok-tembok besar yang tersisa menjadi saksi bisu betapa megahnya instalasi produksi gula di masa lalu.

Sumber Air dan Dugaan Rumah Lokomotif

Penelusuran berlanjut ke area sumber air yang dulu menjadi penyuplai kebutuhan pabrik. Air masih mengalir deras hingga kini. Diduga sumber tersebut merupakan sumur artesis yang memanfaatkan tekanan alami dari dalam tanah.

Baca Juga: Gunung Budeg Tulungagung: Gunung Api Purba di Tengah Kota, Kisah Joko Budek hingga Perjuangan 20 Tahun Menjaga Alam

Di dekatnya, terdapat bekas struktur yang diduga sebagai rumah lokomotif atau remisi. Namun kini kondisinya sudah amblas dan hanya menyisakan pondasi tipis di bawah pepohonan rindang.

Kondisi tanah di dalam area pabrik juga dinilai tidak stabil. Pengunjung diminta berhati-hati karena berpotensi terperosok, meski kedalamannya tidak terlalu dalam.

Mitos dan Isu Pembongkaran yang Tak Pernah Tuntas

Selain sisi sejarah, Bekas Pabrik Gula Kunir juga lekat dengan cerita mistis. Warga sekitar menyebutkan pernah ada rencana pembongkaran bangunan, namun hingga kini struktur utama tetap berdiri.

Baca Juga: Bansos Beras 2026 Resmi Disalurkan 720.000 Ton, Cek Jadwal Pencairan dan Cara Ambil 10 Kg per Keluarga

Beberapa kisah menyebutkan adanya penampakan di area tertentu, terutama menjelang Magrib. Meski belum ada bukti pasti, cerita tersebut sudah lama beredar di kalangan warga setempat.

Namun di luar mitos, nilai sejarah kawasan ini tak terbantahkan. Material bangunan seperti semen merah bercampur bata menunjukkan konstruksi khas era kolonial. Bahkan, pernah ditemukan keramik lama dengan cap pabrik yang masih terbaca jelas.

Potensi Wisata Sejarah yang Belum Tergarap

Jika dibandingkan dengan pabrik gula lain seperti PG Tjolomadoe yang telah direvitalisasi menjadi destinasi wisata heritage, Bekas Pabrik Gula Kunir masih jauh dari sentuhan pengembangan.

Baca Juga: BSU Ketenagakerjaan 2026 Cair Rp600.000? Ini Syarat Penerima, Skema Transfer ke Bank Himbara dan Penegasan Resmi Pemerintah

Padahal, dengan luas area dan nilai historis yang dimiliki, kawasan ini berpotensi menjadi wisata sejarah dan edukasi industri gula di Tulungagung. Dokumentasi foto udara lama yang dibandingkan dengan kondisi saat ini menunjukkan perubahan drastis, namun struktur inti masih dapat dikenali.

Kini, yang tersisa hanyalah puing, pondasi mesin, dan cerita warga. Bekas Pabrik Gula Kunir menjadi pengingat bahwa Tulungagung pernah memiliki pusat industri gula modern yang berjaya hampir satu abad lalu.

Apakah kawasan ini akan terus dibiarkan terbengkalai, atau suatu saat bangkit menjadi destinasi heritage seperti pabrik gula lainnya? Waktu yang akan menjawab.

Baca Juga: Cara Cek Desil Terbaru 2026 di Website Cek Bansos DTSEN, Cukup Masukkan NIK, Status PBI JKN dan PKH Langsung Muncul

Editor : Dyah Wulandari
#bekas pabrik gula #sejarah tulungagung #pabrik gula #wisata heritage