RADAR TULUNGAGUNG – ASN di lingkup Pemkab Tulungagung harus membiasakan diri pada jam kerja baru selama Ramadan.
Pasalnya, ada sedikit perubahan dan harus memenuhi 32,5 jam per Minggu.
Penjabat (Pj) Sekda Tulungagung, Soeroto, menegaskan bahwa jam kerja selama Ramadan dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 untuk hari Senin sampai Kamis. Sementara khusus Jumat, jam kerja berlaku pukul 08.00 hingga 15.30.
“Jam kerja ASN selama Ramadan sudah ditandatangani Bapak Bupati dan sudah diedarkan ke seluruh ASN. Senin sampai Kamis masuk pukul 08.00 sampai 15.00, sedangkan Jumat sampai 15.30,” ujarnya, kemarin (18/2).
Penyesuaian tersebut berlaku penuh selama bulan Ramadan. Meski ada pengurangan durasi kerja, Soeroto memastikan kedisiplinan pegawai tetap menjadi perhatian utama.
Dia memahami pada awal puasa biasanya kondisi fisik ASN masih beradaptasi.
“Kalau awal-awal puasa mungkin masih terasa ngantuk, itu manusiawi. Tapi jam kerja tetap harus dipatuhi sesuai ketentuan,” tegasnya.
Pengawasan kehadiran, lanjut dia, dilakukan melalui sistem absensi berbasis aplikasi. Dengan sistem tersebut, tingkat kehadiran pegawai dapat dipantau secara real time dan tidak bisa dimanipulasi.
“Absensi sudah pakai aplikasi, tidak bisa dibohongi. Kalau tidak masuk tanpa keterangan, otomatis tercatat dan berdampak pada penghasilan,” jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Tulungagung ini mengingatkan, ASN yang mangkir hingga 10 kali tanpa alasan jelas akan dikenai sanksi disiplin.
Bahkan jika pelanggaran berlanjut hingga lebih dari 20 kali, sanksi berat hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) bisa dijatuhkan.
“Kalau sudah 10 kali, ada sanksi. Lebih dari itu, sanksi berat menanti, bisa sampai pemberhentian tidak dengan hormat,” tandasnya.
Ketentuan ini berlaku bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tulungagung, baik PNS maupun PPPK, termasuk pegawai paruh waktu yang terikat dalam unit perangkat daerah.
Layanan publik pun dipastikan tetap berjalan normal selama Ramadan.
Di sisi lain, Soeroto mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan etos kerja.
Dia menegaskan bahwa bekerja juga bagian dari ibadah.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri