TULUNGAGUNG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tulungagung sejak Jumat sore, 30 Januari 2026, memicu banjir besar dan longsor di sejumlah kecamatan. Sungai meluap, jalan ambrol, dan ratusan rumah warga terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Malam itu berubah menjadi mencekam. Debit air meningkat drastis setelah hujan turun tanpa henti. Di Kecamatan Kalidawir, khususnya Desa Tunggangri, air sungai meluap ke badan jalan dan masuk ke permukiman warga. Tumpukan sampah yang tersangkut di jembatan memperparah luapan karena menghambat aliran air.
Listrik padam di beberapa titik, membuat proses evakuasi berlangsung dalam gelap. Warga hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan diri dan barang berharga.
Jalan Raya Besole Ambrol
Salah satu dampak paling parah terjadi di Jalan Raya Besole. Aspal yang baru saja diperbaiki terkelupas dan ambrol akibat terjangan arus banjir. Jalur vital penghubung Tulungagung–Bandung–Prigi, Trenggalek terputus total.
Kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas karena jalan tertutup lumpur, material longsor, dan genangan air. Kemacetan panjang tak terhindarkan, sementara sejumlah sepeda motor dilaporkan mogok akibat terendam.
Warga mempertanyakan apakah kerusakan dipicu kualitas aspal yang buruk atau murni karena derasnya arus banjir yang luar biasa.
Baca Juga: Tim Elsa-Stephany-Ima Menang Korean Team Challenge, Dua Tim Lain Masuk Pressure Test
Anak Terseret Arus Berhasil Diselamatkan
Di tengah kepanikan, sebuah momen menegangkan terjadi di kawasan Besole. Seorang anak kecil sempat terseret arus banjir. Teriakan histeris warga terdengar saat anak tersebut hanyut beberapa meter.
Beruntung, warga sekitar sigap menolong dan berhasil menyelamatkannya. Meski selamat, peristiwa itu meninggalkan trauma mendalam dan menjadi gambaran nyata betapa derasnya arus malam itu.
Banjir Meluas dan Longsor Terjadi
Banjir juga melanda Desa Ngentrong (Kecamatan Campurdarat) serta Kecamatan Besuki. Air menggenangi rumah warga hingga ke ruang tamu dan kamar.
Tak hanya banjir, longsor terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir. Tebing yang labil akibat hujan deras runtuh dan menutup sebagian akses jalan. Warga diminta menjauh karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
Status siaga diberlakukan di Kalidawir menyusul meluapnya sungai yang menggenangi desa-desa seperti Karangtalun, Betak, Jabon, hingga Tunggangri. Jembatan Jabon dilaporkan nyaris tidak bisa dilalui karena banjir.
Dampak banjir bahkan meluas hingga wilayah Gandusari. Di perempatan Sukorejo, arus lalu lintas terhambat akibat genangan air.
Dugaan Penyebab dan Respons Pemerintah
Sejumlah warga menyebut kondisi hulu sungai yang gundul serta alih fungsi lahan diduga memperparah banjir. Tanpa vegetasi penahan, air hujan langsung mengalir deras ke hilir.
Pemerintah daerah bersama BPBD, relawan, dan warga bergerak cepat melakukan pemantauan serta pembersihan material banjir dan longsor. Hingga Jumat malam, belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih sangat nyata. Curah hujan tinggi, sungai meluap, sampah menumpuk, serta kerusakan lingkungan menjadi kombinasi berbahaya.
Warga Tulungagung dan Trenggalek diimbau tetap waspada, memantau kondisi sungai, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat.
Editor : Divka Vance Yandriana