Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Terowongan Air Candi Sawentar: Kisah Videografer Hilang dan Penunggu yang Bangkit

Divka Vance Yandriana • Kamis, 19 Februari 2026 | 21:05 WIB
Kisah misteri terowongan air Candi Sawentar Blitar dan videografer yang diduga hilang saat merekam.
Kisah misteri terowongan air Candi Sawentar Blitar dan videografer yang diduga hilang saat merekam.

Tulungagung – Di balik susunan bata merah kuno yang tampak biasa, Candi Sawentar di Kabupaten Blitar menyimpan kisah yang membuat bulu kuduk merinding. Warga sekitar meyakini ada terowongan air tersembunyi di belakang candi yang tidak boleh dimasuki sembarang orang.

Cerita ini kembali ramai setelah beredar kisah seorang videografer muda bernama Adi Prasetyo yang diduga mengalami kejadian ganjil saat merekam dokumenter urban legend di lokasi tersebut.

Peringatan Juru Kunci

Menurut cerita warga, Adi datang menjelang malam untuk mengambil gambar terowongan air di belakang gapura candi. Di lokasi, ia sempat diperingatkan oleh juru kunci setempat, Mbah Roko, agar tidak mengganggu sesajen yang diletakkan di dekat pintu air.

Sesajen berupa bunga melati, dupa, dan nasi tumpeng kecil itu disebut sebagai persembahan untuk “penjaga air”. Konon, siapa pun yang memindahkan atau menyentuhnya tanpa izin bisa mengalami hal buruk.

Namun demi mendapatkan gambar yang lebih jelas, Adi disebut menggeser sesajen tersebut dan mengambil sebuah batu hitam kecil dari sekitar terowongan.

Baca Juga: PP Pesangon Pensiunan 2026 Segera Disahkan? Bocoran Skema Pencairan Sekaligus dan Rapel 2025 Bikin Deg-Degan

Kejadian Aneh di Balik Terowongan

Sejak batu itu diambil, suasana berubah. Air di terowongan dikabarkan beriak tanpa sebab, kamera mengalami gangguan, dan terdengar suara desahan dari dalam lubang.

Dalam rekaman yang beredar di forum lokal, terdengar suara lirih seperti nyanyian perempuan berbahasa Jawa kuno. Beberapa saksi juga menyebut melihat bayangan putih muncul di permukaan air.

Kisah berkembang semakin menyeramkan ketika Adi dilaporkan tidak kembali ke rumah malam itu. Keesokan paginya, warga menemukan tripod, kamera, dan sepasang sepatu di dekat jalur air. Namun Adi tak ditemukan.Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Donald Trump Disorot Media Internasional, Bahas Tarif Resiprokal hingga Geopolitik Global

Video Misterius dan Ritual Penutupan

Beberapa hari setelah kejadian, kanal YouTube milik Adi dikabarkan mengunggah video otomatis berjudul “Kebenaran Terowongan Air Candi Sawentar”. Video berdurasi 6 menit 11 detik itu disebut-sebut rusak dan hanya menampilkan layar gelap dengan suara air menetes.

Mbah Roko, menurut cerita yang beredar, mencoba melakukan ritual penutupan di lokasi. Namun sejak malam itu, ia pun tak lagi terlihat.

Kini, warga mengaku terowongan air tersebut telah tertutup batu dan tak lagi tampak seperti sebelumnya. Meski demikian, pada malam tertentu, sebagian orang mengaku masih mendengar suara air dan nyanyian lirih dari arah belakang candi.

Baca Juga: Skema Baru MBG Saat Ramadan: Begini Cara Badan Gizi Nasional Atur Makan Bergizi Gratis untuk Siswa dan Pesantren

Antara Legenda dan Keyakinan Lokal

Belum ada bukti resmi yang menguatkan kebenaran kisah tersebut. Pihak berwenang maupun pengelola situs tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait hilangnya seseorang di lokasi itu.

Namun sebagai situs bersejarah, Candi Sawentar memang telah lama dikelilingi cerita rakyat. Dalam tradisi masyarakat Jawa, sumber air kerap dianggap sakral dan dijaga makhluk gaib sebagai simbol kehidupan.

Terlepas dari benar tidaknya cerita Adi dan Mbah Roko, warga setempat tetap mengimbau pengunjung untuk menjaga sikap dan tidak merusak atau memindahkan benda apa pun di area situs.

Karena bagi sebagian orang, air di balik dinding bata itu bukan sekadar aliran biasa—melainkan bagian dari warisan yang dihormati turun-temurun.

Editor : Divka Vance Yandriana
#tulung agung #terowongan