TULUNGAGUNG – Pabrik Gula Kunir Ngunut Tulungagung menjadi saksi bisu kejayaan industri gula di wilayah Keresidenan Kediri pada era kolonial. Kini, yang tersisa hanyalah bangunan gudang tanpa atap, pondasi rumah dinas, hingga bekas instalasi mesin yang terbengkalai di tengah lahan tebu.
Lokasi Pabrik Gula Kunir Ngunut Tulungagung berada di Kecamatan Ngunut. Dahulu, pabrik ini dikenal sebagai salah satu pabrik gula paling modern pada masanya. Diresmikan pada 1930, PG Kunir disebut sebagai pabrik gula terakhir yang berdiri di wilayah Keresidenan Kediri.
Keistimewaannya terletak pada sistem penggerak mesin giling. Jika kebanyakan pabrik gula saat itu masih menggunakan tenaga uap, PG Kunir sudah memanfaatkan tenaga listrik. Inovasi tersebut membuatnya digadang-gadang sebagai pabrik gula paling modern pada era kolonial.
Gudang Tanpa Atap dan Pondasi Administrator
Pantauan di lapangan menunjukkan hanya satu bangunan gudang yang masih berdiri cukup utuh, meski tanpa overkapping atau atap. Dinding bata tebalnya masih kokoh, lengkap dengan bekas gerbang besar dan instalasi listrik yang kini tak lagi berfungsi.
Di bagian lain, terdapat sisa pondasi yang diyakini sebagai rumah administrator atau kepala pabrik gula. Kini, bangunan tersebut tinggal reruntuhan yang hampir tertutup lahan tebu. Beberapa rumah dinas pegawai Eropa juga disebut masih tersisa, meski sebagian telah berubah fungsi.
Baca Juga: CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Sinyal Terbaru dari BKN dan KemenPANRB, Waspada Hoaks AI
Struktur pondasi yang ditemukan menunjukkan teknik konstruksi lama. Campuran semen berwarna kemerahan dengan bata merah menjadi ciri khas bangunan era tersebut, berbeda dengan semen modern yang berwarna abu-abu.
Area Produksi dan Bekas Pembakaran
Memasuki area inti pabrik, terlihat hamparan tanah dengan tekstur kehitaman. Kondisi ini diduga sebagai bekas area pembakaran atau aktivitas produksi utama. Di beberapa titik, masih ditemukan bekas tatakan roda penggerak dan pondasi mesin besar.\
Sisa-sisa keramik lama dengan cap pabrikan juga pernah ditemukan di sekitar lokasi. Meski sebagian besar bangunan inti telah amblas atau hilang, pondasi besar masih menjadi petunjuk tata letak instalasi produksi gula tempo dulu.
Tak jauh dari situ, terdapat sumber air yang diduga sebagai sumur artesis. Airnya masih mengalir hingga kini, meski pabrik sudah lama tidak beroperasi. Air tersebut dahulu kemungkinan menjadi penopang utama kebutuhan operasional pabrik.
Tanah Tidak Stabil dan Gagal Dibongkar
Kondisi tanah di area bekas pabrik tergolong tidak stabil. Pengunjung diimbau berhati-hati karena beberapa bagian rawan ambles. Vegetasi liar kini mendominasi sebagian besar kawasan.
Menariknya, warga sekitar menyebut bangunan utama yang tersisa pernah hendak dibongkar. Namun upaya tersebut dikabarkan tidak berhasil, sehingga struktur tembok tua itu tetap berdiri kokoh hingga sekarang.
Mitos dan Cerita Warga
Selain nilai sejarah, Pabrik Gula Kunir Ngunut Tulungagung juga lekat dengan cerita mistis. Warga setempat kerap mengaitkan lokasi ini dengan penampakan, terutama menjelang waktu magrib.
Cerita yang beredar menyebutkan adanya sosok perempuan berpakaian putih yang terlihat di sekitar rumah dinas lama. Meski belum ada pembuktian ilmiah, kisah tersebut terus hidup dari generasi ke generasi.
Sebagian warga memilih memandangnya sebagai bagian dari sejarah panjang lokasi tersebut. Bagaimanapun, kawasan pabrik gula memang menyimpan banyak kenangan, termasuk dinamika pekerja dan kehidupan sosial di masa kolonial.
Potensi Wisata Sejarah Industri
Jika dikelola dengan baik, kawasan ini memiliki potensi sebagai destinasi wisata sejarah industri. Keberadaan bangunan tua, pondasi mesin, hingga rumah dinas pegawai kolonial bisa menjadi daya tarik edukatif.
Terlebih, dokumentasi foto udara lama menunjukkan betapa luas dan megahnya kompleks PG Kunir pada masa operasionalnya. Perbandingan kondisi dahulu dan sekarang menjadi gambaran nyata perubahan zaman.
Kini, sebagian area sekitar telah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian tebu. Beberapa bangunan rumah dinas bahkan dikabarkan telah beralih fungsi, termasuk menjadi tempat usaha seperti kafe.
Meski hanya menyisakan reruntuhan, Pabrik Gula Kunir Ngunut Tulungagung tetap menyimpan nilai historis tinggi. Ia menjadi pengingat bahwa Tulungagung pernah menjadi bagian penting dalam peta industri gula Jawa Timur.
Baca Juga: Resmi! 35,04 Juta KPM Dapat 10 Kg Beras dan 2 Liter Minyak Goreng per Bulan Selama Ramadan 2026
Editor : Dyah Wulandari