RADAR TULUNGAGUNG – Keluhan warga soal infrastruktur jalan rusak di sejumlah titik di Tulungagung mendapat respons langsung dari Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Pemkab Tulungagung memastikan perbaikan jalan protokol rusak parah menjadi prioritas pada 2026.
Menurut Bupati Gatut Sunu, aksi dan aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait kondisi jalan merupakan hal wajar dalam demokrasi.
Dia menghargai setiap bentuk penyampaian aspirasi tersebut.
“Ini memang aspirasi masyarakat. Kita menghargai dengan cara-cara seperti itu,” ujarnya.
Dia mengakui munculnya reaksi warga salah satunya karena kurangnya informasi terkait rencana pembangunan.
Sejumlah titik yang sebelumnya dikeluhkan seperti di Ngunut, Sumbergempol, Wonorejo, dan beberapa lokasi lain, sebenarnya telah masuk agenda pembangunan.
“Karena masyarakat ini belum tahu bahwa ini mau dibangun, sehingga kita harus menyampaikan kepada masyarakat. Kita berikan sosialisasi agar masyarakat tahu bahwa tempat ini mau dibangun,” jelasnya.
Pemkab, lanjut dia, akan terus menggencarkan sosialisasi agar publik mengetahui tahapan dan jadwal pengerjaan.
Saat ini, sejumlah proyek masih dalam proses administrasi, termasuk tahapan tender.
Bupati Gatut Sunu menargetkan pada akhir 2026 sekitar 50 persen jalan rusak parah di Tulungagung bisa tertangani.
Khususnya ruas-ruas protokol yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan perekonomian.
“Ini masih proses. Harapan kami, mohon bersabar. Nanti di akhir 2026, insya Allah 50 persen jalan yang rusak bisa kita laksanakan sesuai aturan dan data yang sudah ditentukan,” tandasnya.
Pemkab berharap dukungan masyarakat agar proses berjalan sesuai regulasi.
Dengan perbaikan bertahap, pemerintah optimistis kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Tulungagung akan semakin membaik dan berdampak pada kelancaran mobilitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Pemkab Tulungagung selama 2025 mampu merampungkan pembangunan dan pemeliharaan rutin sejumlah ruas jalan kabupaten.
Rinciannya, jalan yang dibangun sepanjang 42,939 kilometer dan pemeliharaan rutin sepanjang 60 kilometer.
“Tahun ini tentu akan ada perbaikan jalan lagi sesuai program yang dirancang Pak Bupati,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri