RADAR TULUNGAGUNG – Setahun kepemimpinan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin diwarnai capaian sejumlah indikator makro pembangunan.
Sejumlah indeks strategis menunjukkan tren positif, meski masih menyisakan pekerjaan rumah yang perlu dikejar pada tahun kedua pemerintahan.
Berdasarkan data evaluasi kinerja, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dalam lima tahun terakhir meningkat signifikan hingga menyentuh angka 3,64.
Kenaikan tersebut dipengaruhi akselerasi digitalisasi layanan publik serta stabilitas ekonomi regional Jawa Timur yang berdampak pada iklim usaha dan investasi di daerah.
Di sektor infrastruktur, Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur tercatat naik menjadi 78,68.
Angka ini merefleksikan persepsi publik terhadap perbaikan kualitas jalan, jembatan, serta sarana prasarana dasar lainnya.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tulungagung juga mengalami peningkatan menjadi 75,88.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMAS) tercatat stagnan sehingga menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk memperkuat intervensi sosial berbasis pemberdayaan masyarakat.
Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu capaian signifikan.
Jika lima tahun lalu berada di angka 7,33 persen, pada 2025 turun menjadi 5,96 persen.
Penurunan ini dinilai sebagai hasil konsistensi program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Bappeda Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro menjelaskan, capaian tersebut ditopang pelaksanaan program prioritas dan unggulan sepanjang 2025.
Yakni, penanganan infrastruktur jalan sepanjang 34.497,10 meter dan pembangunan sembilan unit jembatan sudah terealisasi.
"Ini untuk memperlancar konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujarnya.
Bagus -sapaan akrabnya- menambahkan, di sektor layanan dasar, pembangunan sumber daya air, air minum, dan sanitasi terus diperluas.
Program perbaikan rumah tidak layak huni, Program Kampung Iklim (Proklim), hingga percepatan penanganan stunting juga digencarkan.
Berdasarkan bulan timbang 2025, prevalensi stunting tercatat 5,12 persen.
"Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperluas melalui 95 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 18 kecamatan. Program ini telah melayani 212.425 penerima manfaat," tambahnya.
Intervensi sosial lainnya meliputi program PRAKARSA, BLT Rentan Miskin Ekstrem, BLT bagi penyandang disabilitas, hingga padat karya infrastruktur perdesaan.
Pemerintah daerah juga menggelar job fair dan sekolah wirausaha pemuda guna memperluas akses kerja serta mendorong lahirnya pelaku usaha baru.
"Di bidang pendidikan, pembangunan dan perbaikan 94 gedung sekolah terdiri dari 76 SDN dan 18 SMPN telah direalisasikan. Termasuk di dalamnya penyediaan biaya personel peserta didik jenjang SD dan SMP. Sektor kesehatan turut diperkuat melalui peningkatan sarana prasarana layanan dasar dan rujukan," ungkap Bagus.
Untuk menjaga stabilitas pangan, Gerakan Pangan Murah digelar di 19 kecamatan.
Bantuan bagi desa rawan pangan serta penyaluran cadangan pangan pemerintah juga dilakukan.
Program KDKMP telah menerbitkan SK dan akta bagi 257 desa dan 14 kelurahan.
Sektor ekonomi riil pun digenjot. Bazar UMKM saat Car Free Day mencatat omzet ratusan juta rupiah hanya dalam tiga jam pelaksanaan.
Bantuan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan jalan produksi, sarana prasarana budi daya ikan, rehabilitasi pasar, hingga pengembangan infrastruktur pariwisata dilakukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
"Semua untuk mendongkrak PAD," tandasnya.
Atas berbagai capaian tersebut, Pemkab Tulungagung meraih belasan penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional.
Meski demikian, pemerintah daerah menyadari masih ada tantangan yang harus dituntaskan.
Stagnannya IPMAS menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian lebih serius.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Gatut-Baharudin memproyeksikan fase konsolidasi sebagai upaya memastikan pertumbuhan pembangunan lebih inklusif dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri