Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Catat Lonjakan Pelanggaran dan Kecelakaan di Tulungagung, Kerugian Capai Rp 40 Juta

Dharaka R. Perdana • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:14 WIB

Polisi melakukan olah TKP kecelakaan yang merenggut satu nyawa di jalan Desa Pelem, Campurdarat, Senin (2/2).
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan yang merenggut satu nyawa di jalan Desa Pelem, Campurdarat, Senin (2/2).

RADAR TULUNGAGUNG – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar selama dua pekan menunjukkan tren kurang menggembirakan.

Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung mencatat kenaikan signifikan, baik pada angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas, dibanding tahun sebelumnya.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila mengungkapkan, jumlah kejadian kecelakaan meningkat dari 31 kasus pada 2025 menjadi 37 kasus di tahun 2026

“Korban meninggal dunia ber­tambah dari satu orang menjadi tiga orang. Untuk korban luka berat tetap nihil di kedua tahun tersebut,” ujarnya, Senin (16/2).

Tak hanya itu, korban luka ringan juga mengalami kenaikan cukup signifikan, dari 59 orang menjadi 72 orang.

Dampak ekonomi akibat kecelakaan pun ikut melonjak. Jika pada 2025 total kerugian materiil tercatat Rp 29,1 juta, tahun ini membengkak menjadi Rp 40 juta.

Peningkatan juga terlihat pada intensitas kegiatan kepolisian. Pada aspek preventif, jumlah tindakan naik tajam dari 11.687 menjadi 20.522 kegiatan.

Rinciannya meliputi 6.847 tindakan terhadap orang, 6.839 terhadap kendaraan, serta 6.836 terhadap kondisi jalan dan lingkungan.

Kegiatan preemtif pun mengalami lonjakan serupa, dari 12.544 menjadi 20.522 kegiatan.

Sementara pada kategori represif atau penindakan hukum, angkanya melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari 3.264 menjadi 10.261 tindakan.

“Untuk penindakan, terdiri dari 1.715 melalui ETLE, 169 non-ETLE, serta 8.372 teguran,” terang AKP Taufik.

Meski penindakan meningkat, ada satu catatan penurunan pada pelanggaran over dimension dan over loading (ODOL).

Tahun lalu tercatat 54 tindakan, sedangkan tahun ini hanya lima tindakan. Penindakan terhadap kendaraan pribadi yang digunakan sebagai travel gelap juga nihil.

Secara keseluruhan, total kegiatan dalam Operasi Keselamatan Semeru melonjak hampir dua kali lipat, dari 27.495 kegiatan pada 2025 menjadi 51.305 kegiatan di 2026. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#OPERASI KESELAMATAN SEMERU 2026 #polres tulungagung #satlantas #pelanggaran #kecelakaan