RADAR TULUNGAGUNG – Sebuah fakta mencuat pasca oknum guru berinisial ADP digerebek di sebuah hotel di Tuban dengan seorang pegawai Semen Indonesia Grup.
Usut punya usut, wanita 35 tahun itu tercatat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.
Dia mengajar di SDN 4 Bungur, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Namun telah mengajukan surat pengunduran diri sejak 11 Februari 2026 atau sekitar 10 hari sebelum peristiwa penggerebekan tersebut mencuat.
Plt Kepala SDN 4 Bungur, Tanti Soffahendrawati, menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah tidak aktif mengajar sejak pertengahan Februari.
“Yang bersangkutan sejak tanggal 11 Februari sudah mengajukan surat pengunduran diri ke kepala sekolah. Setelah itu sudah tidak masuk sekolah lagi,” ujarnya.
Menurut Tanti, surat pengunduran diri tersebut tidak diserahkan langsung oleh ADP, tetapi oleh kakak dan ibunya.
Dalam surat tersebut, ADP menyampaikan keinginan untuk melanjutkan pekerjaan lain. Namun, alasan detail terkait keluarga tidak dijelaskan.
“Ketika saya tanya, ingin pekerjaan lain, dan untuk alasan keluarga tidak dijelaskan,” jelasnya.
ADP sendiri diketahui baru saja menerima SK PPPK paruh waktu. Namun, dia sebelumnya sudah mengabdi sebagai guru lebih dari 5 tahun di sekolah tersebut.
Tanti juga mengungkapkan, sebelum pengunduran diri diajukan, pihak sekolah bersama koordinator wilayah (korwil) sudah melakukan pembinaan sebanyak tiga kali. Pembinaannya terkait isu serupa sebelum kejadian viral.
Isu tersebut, kata dia, sudah berembus sejak awal Februari. Namun, pihak sekolah awalnya tidak ingin berprasangka negatif karena menyangkut ranah pribadi.
“Ketika pembinaan pertama, beliau menyampaikan bahwa keluarganya dalam keadaan baik-baik saja. Jadi, saya tidak memiliki pandangan negatif,” ungkapnya.
Pembinaan kedua dilakukan setelah kembali muncul kabar kurang sedap dari lingkungan sekitar rumah ADP.
Meski demikian, menurut Tanti, ADP tetap menjalankan tugas seperti biasa selama di sekolah dan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.
“Di sekolah normal saja, melaksanakan tugas seperti biasa. Kegiatan belajar mengajar juga berjalan,” tambahnya.
Namun, setelah pengajuan pengunduran diri, komunikasi ADP dengan pihak sekolah terputus. Bahkan saat sekolah diminta menindaklanjuti proses administrasi, yang bersangkutan sudah tidak bisa dihubungi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Sukowinarno, menjelaskan bahwa secara administratif status pengunduran diri ADP masih dalam proses.
Karena surat tersebut sudah diajukan dan diteruskan ke Bupati Tulungagung, tetapi belum mendapat respons.
“Suratnya sudah masuk ke bupati, tapi belum ada respons. Jadi secara surat pengunduran diri belum sah sepenuhnya,” jelas Sukowinarno.
Terkait viralnya kasus tersebut, pihak Disdik Tulungagung dan SDN 4 Bungur memastikan aktivitas sekolah tetap berjalan normal.
Para guru telah menyamakan persepsi untuk tetap fokus pada pelayanan pendidikan kepada siswa.
“Hari ini tidak ada apa-apa. Kita tetap fokus pada pelayanan pendidikan anak-anak. Soal yang di luar, nanti akan ada klarifikasi dari pihak berwenang,” tegas Tanti.
Seperti diketahui, AD menjadi perbincangan publik setelah beredar kabar dirinya digerebek bersama pria lain di sebuah hotel di Tuban pada Sabtu (21/2).
Hingga kini, proses lebih lanjut terkait kasus tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak berwenang.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri