RADAR TULUNGAGUNG – Proyek rehabilitasi dan pemeliharaan jalan di wilayah Rejotangan, Tulungagung, bakal dilakukan tahun ini.
Bahkan, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 8,9 miliar. Hal tersebut diungkapkan Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo Nursamsu.
Menurut dia, aksi yang berlangsung pada Senin (23/2) kemarin merupakan bentuk partisipasi publik yang sah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
“Itu aspirasi yang disampaikan warga, didampingi LSM. Kami memandangnya sebagai dorongan positif agar pembangunan di wilayah Rejotangan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Jarot menjelaskan, dalam APBD Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2026, beberapa proyek infrastruktur di Rejotangan telah ditetapkan.
Di antaranya, rehabilitasi ruas jalan Desa Blimbing menuju Desa Sumberagung; pemeliharaan berkala ruas jalan Panjerejo sampai Tugu yang melintasi Desa Panjerejo, Tenggur, dan Tugu; serta pemeliharaan berkala di Desa Karangsari. Selain itu, terdapat pula rekonstruksi ruas jalan di Desa Tenggong.
“Artinya, apa yang menjadi aspirasi warga sebenarnya sudah terakomodasi dalam perencanaan tahun ini,” tegasnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Jarot menyebut saat ini tahapan masih dalam proses lelang. Dia telah berkoordinasi dengan dinas PU yang menjalankan teknis di Pemkab Tulungagung.
“Sekarang masuk tahap lelang. Estimasi pelaksanaan kemungkinan sekitar Juni atau Juli,” katanya.
Untuk total anggaran, Jarot memperkirakan alokasi seluruh paket pekerjaan infrastruktur di Rejotangan tahun ini mendekati Rp 8,9 miliar.
Namun, dia menegaskan angka tersebut masih estimasi dan menunggu data final dari organisasi perangkat daerah terkait.
“Kurang lebih di APBD dianggarkan sekitar Rp 8 miliar lebih. Nanti detail pastinya dari dinas teknis,” imbuhnya.
Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera” mendatangi kantor kecamatan untuk meminta kejelasan penanganan jalan rusak yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Aksi tersebut berakhir tertib dan ditutup dengan pembagian takjil bersama forkopimcam.
Jarot berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tetap terjalin baik. Dia juga meminta dukungan agar proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek berjalan lancar demi keselamatan dan kenyamanan warga Rejotangan.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri