RADAR TULUNGAGUNG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tulungagung menggelar aksi solidaritas di depan Polres Tulungagung pada Jumat (27/2) kemarin.
Massa berjalan kaki menuju Mapolres dengan mengenakan busana serbahitam sebagai simbol duka atas dugaan tindakan represif aparat di sejumlah daerah yang disebut memakan korban jiwa.
Pantauan di lokasi, aksi tidak hanya diisi orasi. Massa juga menggelar doa dan tahlil bersama serta aksi teatrikal dengan memajang lima foto korban yang diduga menjadi korban kekerasan oknum aparat.
Foto-foto tersebut diletakkan tepat di depan Mapolres Tulungagung sebagai bentuk pengingat tragedi kemanusiaan.
Koordinator Umum aksi, Muhammad Zainuddin Asror, menyatakan atribut hitam yang dikenakan peserta melambangkan kondisi demokrasi dan penegakan hukum yang sedang berkabung.
“Baju hitam ini sebagai lambang berduka atas berbagai peristiwa yang terjadi. Ada lima foto korban yang kami bawa dan dipajang di depan Mapolres Tulungagung,” ujarnya di sela aksi.
Dalam pernyataan sikapnya, PMII mendesak institusi Polri melakukan pembenahan internal secara serius dan transparan jika terdapat oknum yang terbukti melanggar prosedur.
"Reformasi menyeluruh tidak bisa ditawar agar Polri kembali pada fungsi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat," tegasnya.
Meski mengangkat isu nasional, PMII Tulungagung mengakui situasi kamtibmas di wilayah hukum Tulungagung relatif kondusif.
Aksi berlangsung damai di bawah pengawalan aparat kepolisian dan berakhir tertib setelah massa menyampaikan tuntutan mereka. (mg3/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri