RADAR TULUNGAGUNG - Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk sektor pendidikan di Tulungagung pada 2025 menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan rekapitulasi terbaru, Indeks Pencapaian SPM tercatat sebesar 98,77 persen.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Sukowinarno, ketika dikonfirmasi pada Kamis (26/2) menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh satuan pendidikan, mulai jenjang PAUD hingga SMP.
“Secara umum, pelaksanaan SPM 2025 berjalan sangat baik. Baik dari sisi cakupan layanan maupun mutu layanan, rata-rata sudah mendekati 100 persen,” ujarnya.
Sukowinarno memaparkan, pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), angka partisipasi sekolah (APS) 2025 meningkat.
APS usia 5 sampai 6 tahun mencapai 93,31 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan APS tahun sebelumnya, yaitu sebesar 92,31 persen.
Total pencapaian indikator ini tercatat 98,93 persen.
Dari sisi penerima layanan dasar, seluruh sasaran telah terlayani. Tercatat 29.915 anak menjadi target layanan.
"Seluruhnya telah mendapatkan layanan pendidikan, atau mencapai 100 persen. Komponen ini menyumbang bobot 80 persen dalam perhitungan SPM," tuturnya.
Sementara pada aspek mutu layanan dasar yang berbobot 20 persen, capaian juga tergolong tinggi.
Proporsi satuan PAUD yang memiliki minimal akreditasi B terealisasi 87,51 persen dari target 87,93 persen, atau setara capaian 99,52 persen. Sementara proporsi guru PAUD berkualifikasi S1/D-IV mencapai 89,62 persen.
Angka yang positif dari target 90,98 persen, dengan tingkat capaian 98,51 persen.
“Mutu layanan memang menjadi fokus kami. Tidak hanya memastikan anak-anak terlayani, tetapi juga memastikan kualitas layanan dan tenaga pendidiknya terus meningkat,” jelas Sukowinarno.
Pada jenjang pendidikan dasar, APS usia 7 sampai 12 tahun (SD) mencapai 99,82 persen.
Realisasi capaiannya 99,53 persen. Begitu pula usia 13 sampai 15 tahun (SMP), dari target 99,82 persen terealisasi 99,53 persen.
Selisih layanan yang masih harus dipenuhi di masing-masing jenjang tinggal 0,47 persen.
Sisi mutu pendidikan juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 100.333 siswa menjadi sasaran layanan atau telah 100 persen terlayani.
Untuk jenjang SD, kemampuan literasi dan numerasi tercapai penuh sesuai target.
Indeks iklim keamanan tercatat 98,84 persen, indeks kebhinekaan 98,64 persen, dan indeks inklusivitas 95,99 persen.
Sementara di jenjang SMP, kemampuan literasi dan numerasi juga mencapai 100 persen. Indeks iklim keamanan tercatat 97,94 persen, indeks kebhinekaan 98,58 persen, dan indeks inklusivitas 96,07 persen.
“Meski angkanya sudah tinggi tetap perlu ditingkatkan agar benar-benar optimal,” tambahnya.
Adapun pada pendidikan kesetaraan, APS usia 7 hingga 18 tahun tercatat 16,67 persen.
Ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, yakni 14,67 persen. Capaian indikator ini berada di angka 83,98 persen.
Sukowinarno menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan agar capaian SPM pendidikan di Tulungagung bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri