Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Persiapan Haji 2026 di Tulungagung Kian Matang, 1.156 CJH Jalani Vaksinasi Meningitis, Manasik Digital, dan Distribusi Koper Lebih Awal

Rahiiq Al Bachri • Senin, 2 Maret 2026 | 09:41 WIB

Jemaah calon haji Tulungagung saat mengikuti acara pelepasan oleh pimpinan daerah di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Rabu (23/4/2025).
Jemaah calon haji Tulungagung saat mengikuti acara pelepasan oleh pimpinan daerah di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Rabu (23/4/2025).

RADAR TULUNGAGUNG – Dua bulan menjelang keberangkatan haji 2026, suasana persiapan mulai terasa di Tulungagung.

Di tengah bulan Ramadan, ribuan calon jemaah haji (CJH) memasuki fase akhir persiapan, mulai dari pengecekan kesehatan, pemantapan manasik, hingga penyelesaian administrasi.

Di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, jajaran penyelenggara memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.

Targetnya 1.156 jemaah asal Tulungagung bisa berangkat dengan kondisi siap lahir dan batin.

Kepala Kemenhaj Tulungagung, Suryani, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah integrasi layanan kesehatan, khususnya vaksinasi meningitis yang menjadi syarat wajib jemaah haji.

“Kami sedang menangani kerja sama dengan dinkes untuk pelaksanaan vaksinasi meningitis. Berdasarkan koordinasi dengan tim kesehatan Tulungagung, jumlah stok vaksin insya Allah mencukupi dan akan dilaksanakan segera setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Selain aspek kesehatan, efisiensi logistik juga menjadi perhatian. Tahun ini, distribusi koper jemaah dilakukan lebih awal.

Begitu koper tiba dari Surabaya, barang langsung diserahkan kepada jemaah untuk pengecekan fisik.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kerusakan. Jika ditemukan cacat produksi, jemaah dapat langsung menukarkan sebelum jadwal keberangkatan.

“Kami ingin meminimalkan kendala teknis saat mendekati hari-H,” imbuhnya.

Dari sisi administrasi, pelayanan bagi jemaah yang berstatus ASN atau PNS juga dipermudah.

Pengurusan izin cuti kini dapat dilakukan melalui sistem daring maupun manual sehingga prosesnya lebih fleksibel dan efisien.

Perubahan signifikan juga terjadi pada pola bimbingan manasik. Sesuai regulasi terbaru, manasik dilaksanakan lima kali yakni empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten.

Untuk mengukur tingkat pemahaman jemaah, Kemenhaj Tulungagung menerapkan inovasi digital berupa pre-test dan post-test berbasis ponsel.

“Kami ingin melihat pemahaman jemaah secara nyata. Semuanya menggunakan digital. Mereka mengisi di HP dan nilainya langsung muncul. Hasil sampling menunjukkan ada perbaikan signifikan dibandingkan tahun lalu,” tandasnya. (mg3/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Kemenhaj #ramadan #kesehatan #cjh