RADAR TULUNGAGUNG – Sebanyak 124 jemaah umrah asal Tulungagung tercatat masih berada di Arab Saudi hingga Selasa (3/3/2026).
Di tengah memanasnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan tetap menjalankan ibadah seperti biasa.
Kepala Kantor Kemenhaj Tulungagung, Suryani, mengatakan bahwa langsung melakukan koordinasi intensif begitu isu konflik kembali ramai diperbincangkan.
Dari hasil komunikasi dengan pembimbing dan penyelenggara perjalanan di Tanah Suci, situasi dilaporkan kondusif.
“Menurut beliau-beliau yang saya hubungi langsung, situasi di sana tidak ada masalah. Belum ada instruksi penundaan kepulangan dari pemerintah,” terang Suryani.
Menurut dia, ratusan jemaah tersebut diberangkatkan melalui sejumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), di antaranya Menara Kamila, Sabilun Najah, hingga Hakim.
Khusus rombongan Menara Kamila yang berjumlah sekitar 40 orang, Kemenhaj memastikan langsung melalui sambungan telepon bahwa kondisi di Makkah maupun Madinah tetap aman.
Meski demikian, Kemenhaj memberikan catatan khusus bagi calon jemaah yang hendak berangkat dalam waktu dekat.
Mengingat situasi global yang dinamis, aspek keamanan penerbangan menjadi perhatian utama.
“Bagi jamaah yang akan berangkat, imbauannya ditunda dulu. Atau semisal memang tetap ingin berangkat, wajib menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak maskapai atau penerbangan terlebih dahulu untuk memastikan ada kendala atau tidak,” tegas Suryani.
Terkait kemungkinan perubahan regulasi akibat dampak konflik global, Suryani menegaskan kewenangan sepenuhnya berada di pemerintah pusat.
Kantor daerah hanya menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan.
“Terkait apa pun perubahan regulasi itu nanti langsung dari pemerintah pusat. Kemenhaj daerah dan kanwil hanya melaksanakan sebagaimana regulasi yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu bingung mencari sumber informasi. Seluruh keputusan strategis berada di satu pintu.
“Jadi yang membuat aturan, regulasi, dan keputusan tetap dari pemerintah pusat. Kami di daerah menjalankan yang diputuskan,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak Menara Kamilah Tours and Travel juga membenarkan kondisi tersebut. Saat ini masih ada 47 jemaah yang mereka dampingi di Tanah Suci. (mg3/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri