Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Momen Haru Ramadan di Lapas Kelas IIB Tulungagung, Buka Puasa Bersama Jadi Peluruh Rindu Warga Binaan dan Keluarga

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:03 WIB

 

Muhammad Dian Setiawan, salah satu warga binaan, disuapi nasi oleh adik bungsunya yang ikut buka bersama di Lapas Kelas IIB Tulungagung, kemarin.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Muhammad Dian Setiawan, salah satu warga binaan, disuapi nasi oleh adik bungsunya yang ikut buka bersama di Lapas Kelas IIB Tulungagung, kemarin.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
 

RADAR TULUNGAGUNG - Ramadan juga membawa keceriaan bagi warga binaan Lapas Kelas IIB Tulungagung. Mereka mendapat kesempatan langka untuk berbuka puasa dengan keluarga.

Langit di atas Lapas Kelas IIB Tulungagung, Selasa sore (3/3), tampak mendung. Namun di dalam aula lapas, suasana justru hangat. Karpet alas duduk terlihat digelar rapi. Bungkusan makanan dari rumah tertata, menunggu waktu berbuka.

Hari itu, tembok tinggi dan jeruji besi seakan tak lagi terasa terlalu kaku. Sebab, puluhan warga binaan mendapat kesempatan duduk berdampingan dengan keluarga mereka dalam momen buka bersama.

Ada yang bersama orang tua, suami ataupun istri, adik, anak, bahkan teman dan pacar.

Di sudut aula, Muhammad Dian Setiawan, 25, tak mampu menyembunyikan senyumnya. Warga Tulungagung itu tengah menjalani hukuman 5 tahun penjara.

Kini, ia masih menjalani 2,6 tahun masa pidana. Ramadan kali ini terasa berbeda. Bahkan mungkin paling berarti. Karena dia bisa berbuka bersama ibu dan dua adiknya.

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Dian tampak tak ingin melewatkan satu detik pun kebersamaan itu.

Adik bungsunya yang perempuan duduk rapat di sampingnya. Sesekali gadis kecil itu tertawa, lalu memeluk kakaknya erat dan mencium pipinya. Dian membalas dengan memangkunya, seolah menebus waktu yang hilang.

“Momen seperti ini belum tentu bisa terulang,” ucapnya pelan.

Ketika azan Magrib berkumandang, suasana hening berubah menjadi riuh haru. Bungkusan makanan mulai dibuka. Aroma lauk rumahan menyebar di aula.

Dian pun menyuapkan makanan ke mulutnya, namun beberapa kali justru sang adik yang dengan riang menyuapi kakaknya. Rindu yang tertahan berbulan-bulan seperti luruh dalam satu senja.

Kasi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja lapas, Rizzal Arbi Fanani, menjelaskan bahwa kegiatan buka bersama ini digelar untuk mempererat silaturahmi antara warga binaan dan keluarga.

“Warga binaan itu sangat membutuhkan komunikasi dengan keluarga. Karena itu kami mengadakan buka bersama ini. Agar hubungan tetap terjalin dengan baik,” ujarnya.

Rizzal menambahkan, pada kesempatan tersebut tercatat sekitar 110 orang melakukan kunjungan. Dengan 70 keluarga warga binaan hadir mengikuti buka bersama.

“Setiap warga binaan dapat dikunjungi maksimal empat anggota keluarga,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan agenda hari ke-10 Ramadan dan direncanakan kembali digelar pada 12 atau 14 Maret mendatang. Tentu setelah mendapat persetujuan kepala lapas.

“Selama Ramadan, buka bersama dijadwalkan dua kali dalam sebulan atau setiap 10 hari puasa,” ungkapnya.

Meski suasana dibuat hangat dan kekeluargaan, prosedur keamanan tetap berjalan. Pemeriksaan barang dan badan dilakukan seperti biasa.

Dengan mitigasi risiko secara detail untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#warga binaan #lapas iib tulungagung #buka bersama #ramadan