RADAR TULUNGAGUNG – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/3) sore, mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Tulungagung hingga pukul 23.00 WIB, total tercatat 91 rumah rusak ringan di sejumlah desa terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji mengatakan, peristiwa tersebut terjadi mulai sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat kejadian, kondisi cuaca di sejumlah wilayah diguyur hujan ringan disertai angin kencang.
“Angin kencang melanda beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Kedungwaru, dan Kecamatan Sumbergempol. Data sementara yang masuk hingga pukul 23.00 WIB, total ada 91 rumah rusak ringan dan tidak ada korban jiwa,” terangnya.
Darmaji -sapaan akrabnya- menambahkan, kerusakan paling banyak terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu.
Di Dusun Tanjungsari tercatat 38 rumah warga mengalami rusak ringan, terutama pada bagian atap yang tersapu angin.
Sementara itu, di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, kerusakan dilaporkan terjadi di Dusun Srigading sebanyak lima rumah dan Dusun Kudusan satu rumah.
Dampak serupa juga terjadi di Kecamatan Sumbergempol.
Di Desa Sambirobyong, Dusun Centong, terdapat 9 rumah rusak ringan, dan Dusun Pedan 5 rumah.
Sementara di Desa Sumberdadi, Dusun Selojeneng, tercatat 17 rumah rusak ringan, dan Dusun Gempol 16 rumah rusak ringan.
BPBD Tulungagung langsung bergerak melakukan asesmen di lokasi terdampak.
Selain itu, petugas juga melakukan monitoring wilayah-wilayah rawan bencana guna memastikan perkembangan situasi terkini.
"Kami sudah melakukan asesmen di lokasi terdampak," ungkapnya.
Pria paro baya ini pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
Terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan pada bagian atap agar segera melakukan perbaikan sementara untuk mengantisipasi hujan susulan.
“Cuaca masih berpotensi berubah cepat. Kami minta warga tetap berhati-hati dan segera melapor jika ada kejadian kebencanaan,” pungkasnya.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri