Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

HIPMI Tulungagung Optimistis Jatim Tuan Rumah Munas XVIII 2026, Didukung Infrastruktur dan Pengalaman Gelar Agenda Besar

Rahmat Nur Yahya • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:46 WIB

Photo
Photo

RADAR TULUNGAGUNG - Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Tulungagung mendukung penuh pencalonan Jawa Timur sebagai lokasi Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2026. Berikut alasannya.

Dukungan terhadap pencalonan Jawa Timur sebagai tuan rumah Munas XVIII HIPMI 2026 terus menguat.

BPC HIPMI Tulungagung mendukung penuh langkah tersebut sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dari Jawa Timur untuk Indonesia.

Ketua BPC HIPMI Tulungagung, Dona Margaretha SE mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab organisasi di tingkat daerah dalam memperkuat posisi Jawa Timur pada agenda nasional.

Menurut dia, kesiapan Jawa Timur tidak hanya terlihat dari sisi infrastruktur maupun pengalaman menyelenggarakan agenda besar, tetapi juga dari soliditas organisasi.

Saat ini terdapat 38 BPC HIPMI aktif yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

“Kami melihat kesiapan Jawa Timur bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari kekuatan struktur organisasi dan sinergi antardaerah. Dengan koordinasi yang solid, Jawa Timur memiliki fondasi kuat untuk menjadi tuan rumah Munas XVIII HIPMI 2026,” ujar Dona.

Dalam masa bakti 2025–2028, kepengurusan BPC HIPMI Tulungagung yang dipimpin Dona bertekad menjadikan HIPMI sebagai ekosistem pertumbuhan pengusaha muda yang kolaboratif dan berdaya saing.

Salah satunya diwujudkan melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) bertema Akselerasi Pengusaha, Ekonomi Tangguh, dan Berdaya Saing.

Melalui forum itu, HIPMI Tulungagung mendorong anggotanya memperkuat sinergi, naik kelas secara bertahap, serta memanfaatkan peluang digital dan jejaring usaha secara lebih luas.

Dona menilai semangat tersebut sejalan dengan makna Munas sebagai momentum konsolidasi nasional bagi pengusaha muda Indonesia.

Apalagi, Munas bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, memperluas jejaring bisnis, dan merumuskan arah besar pengusaha muda Indonesia ke depan.

"Kami percaya Jawa Timur mampu menghadirkan penyelenggaraan yang terorganisasi dan memberi dampak,” katanya.

Dari sisi potensi daerah, Tulungagung dikenal memiliki kekuatan pada sektor industri marmer yang telah lama menjadi identitas ekonomi daerah.

Selain itu, pertumbuhan UMKM, ekonomi berbasis masyarakat, serta potensi wilayah pesisir dan perikanan turut memperkuat struktur ekonomi lokal.

Keberagaman sektor tersebut menjadi bagian dari mozaik kekuatan Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

Kesiapan provinsi ini dinilai lahir dari kontribusi kolektif berbagai daerah yang saling melengkapi.

BPC HIPMI Tulungagung juga memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala besar yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Hal itu dinilai menjadi salah satu bukti kapasitas organisasi di tingkat cabang dalam mendukung agenda nasional.

“Dukungan ini menunjukkan bahwa pencalonan Jawa Timur bukan sekadar inisiatif, tetapi lahir dari kekuatan kolektif seluruh daerah. Dengan soliditas 38 BPC yang aktif dan terkoordinasi, kami percaya Jawa Timur siap menjadi tuan rumah yang membanggakan bagi HIPMI Indonesia,” tegas Dona. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#munas #hipmi #rakercab #jawa timur