RADAR TULUNGAGUNG – Entah sampai kapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung bebas dari masalah.
Pada Jumat (6/3) pagi, sejumlah wali murid siswa sekolah dasar (SD) di wilayah kota melaporkan adanya menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi.
Yakni, menu bolu pisang yang diduga sudah berjamur.
Salah satunya disampaikan Yos Ahadre, warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Dia yang juga wali murid salah satu SDN di Kecamatan Tulungagung mengaku terkejut saat mengetahui makanan yang diterima anaknya dalam program MBG ternyata sudah tidak layak dimakan.
Menurut dia, salah satu menu berupa roti bolu pisang yang dibagikan kepada siswa diketahui sudah berjamur.
Yos mengatakan, kondisi tersebut baru diketahui setelah anaknya pulang sekolah sekitar pukul 10.00.
Saat itu anaknya menunjukkan roti yang diterima dari sekolah. “Ini ngawur kalau dikasih ke anak-anak bisa bahaya. Masak roti berjamur diberikan,” ujarnya.
Dia menyayangkan kejadian tersebut karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Apalagi jika makanan tersebut terlanjur dikonsumsi oleh siswa. Terlebih, menurutnya, banyak anak-anak yang belum tentu menyadari kondisi makanan yang sudah tidak layak.
Yos juga menyebut beberapa rekannya yang memiliki anak bersekolah di SD wilayah Kecamatan Tulungagung mengaku menerima roti yang sama dengan kondisi berjamur.
Keluhan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait ketelitian dan pengawasan dalam proses penyaluran MBG kepada para siswa.
Hingga kini juga belum diketahui secara pasti dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana menu tersebut berasal.
Sementara itu, pihak Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung, Sebrina Mahardika, hingga berita ini ditulis sekitar pukul 14.00 belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait keluhan warga tersebut. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri