JAKARTA - Sejarah Desa Kalangbret Tulungagung kembali menjadi perbincangan setelah berbagai cerita turun-temurun di masyarakat mulai ditelusuri lebih dalam. Selama ini, banyak warga meyakini asal-usul nama Desa Kalangbret berkaitan dengan kisah tragis seorang tokoh bernama Adipati Kalang. Namun, sejumlah penelusuran sejarah menunjukkan bahwa cerita tersebut belum tentu menjadi asal muasal sebenarnya dari nama desa tersebut.
Desa Kalangbret sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Dalam catatan sejarah lokal, wilayah ini bahkan pernah disebut sebagai pusat pemerintahan atau ibukota Tulungagung pada masa lampau.
Cerita rakyat yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa nama Kalangbret berasal dari kisah kematian Adipati Kalang. Dalam cerita tersebut, Adipati Kalang disebut tewas dengan cara disembelih dan tubuhnya disayat-sayat hingga tercerai berai. Dari peristiwa tragis itu, masyarakat kemudian menyebut wilayah tersebut sebagai Kalangbret.
Kisah ini juga berkaitan dengan tokoh lain dalam cerita rakyat Jawa seperti Prabu Brawijaya dan Mahapatih Gajah Mada. Konon, cerita bermula dari peristiwa pertemuan antara putra Prabu Brawijaya dengan seorang perempuan bernama Kembang Sore. Dalam perjalanan cerita, terjadi konflik yang melibatkan sejumlah tokoh hingga akhirnya memunculkan kisah peperangan dan kematian Adipati Kalang.
Menurut cerita yang berkembang, Mahapatih Gajah Mada diutus untuk mencari seorang tokoh bernama Lembu Peteng. Dalam pencarian tersebut, ia bertemu dengan Adipati Kalang yang kemudian dituduh sebagai pelaku pembunuhan. Pertarungan pun terjadi hingga akhirnya Adipati Kalang dikalahkan.
Peristiwa kematian tersebut kemudian diyakini menjadi asal mula penamaan Desa Kalangbret oleh masyarakat setempat.
Namun, penelusuran sejarah menunjukkan kemungkinan cerita yang berbeda.
Subjudul: Jejak Kembang Sore dan Gunung Bolo
Dalam rangka menelusuri kisah tersebut, sejumlah pihak juga mengunjungi Gunung Bolo yang berada di wilayah Bulurejo. Di kawasan ini terdapat makam yang diyakini sebagai makam tokoh Kembang Sore.
Dalam cerita rakyat, Kembang Sore disebut sebagai sosok yang sempat menolak hubungan dengan Adipati Kalang dan kemudian memilih menyepi di kawasan gunung tersebut. Ia bahkan disebut mendirikan padepokan dan menjalani kehidupan sebagai seorang resi.
Keberadaan makam Kembang Sore di Gunung Bolo menjadi salah satu bukti kuat bahwa tokoh tersebut memang memiliki tempat dalam sejarah lokal masyarakat sekitar.
Meski demikian, cerita yang berkembang di masyarakat tidak selalu sejalan dengan catatan sejarah resmi.
Subjudul: Fakta Sejarah Desa Kalangbret
Berdasarkan penelusuran dokumen sejarah, nama Kalangbret ternyata sudah ada jauh sebelum kisah kematian Adipati Kalang yang diceritakan secara turun-temurun.
Nama Kalangbret bahkan tercatat dalam naskah Babat Tulungagung serta dalam dokumen sejarah yang berkaitan dengan Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
Dalam catatan tersebut, Kalangbret disebut sebagai pusat pemerintahan Kadipaten Ngrowo. Artinya, wilayah ini sudah dikenal sebagai kawasan penting dalam struktur pemerintahan pada masa itu.
Selain itu, istilah Kalangbret juga ditemukan dalam prasasti Mula Manurung yang digunakan untuk menyebut wilayah kadipaten yang beribukota di Kalangbret.
Temuan ini menunjukkan bahwa nama Kalangbret kemungkinan besar tidak berasal dari kisah kematian Adipati Kalang seperti yang dipercaya sebagian masyarakat.
Sebaliknya, nama tersebut sudah lebih dulu digunakan sebagai penamaan wilayah administratif pada masa lampau.
Dengan adanya temuan ini, sejarah Desa Kalangbret Tulungagung menjadi semakin menarik untuk ditelusuri lebih lanjut. Cerita rakyat yang berkembang tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat, namun penelitian sejarah membantu menghadirkan perspektif baru mengenai asal-usul nama desa tersebut.
Perpaduan antara legenda lokal dan fakta sejarah inilah yang menjadikan Desa Kalangbret sebagai salah satu kawasan bersejarah yang penting dalam perjalanan sejarah Tulungagung.
Editor : Novica Satya Nadianti