Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asal-usul Desa Kalangbret: Kisah Kelam Adipati Kalang, Pembunuhan Pangeran Lembu Peteng hingga Terbongkar oleh Gajah Mada

Novica Satya Nadianti • Senin, 9 Maret 2026 | 16:25 WIB

Asal-usul Desa Kalangbret dari legenda Adipati Kalang yang membunuh Pangeran Lembu Peteng hingga akhirnya tewas dihajar Gajah Mada.
Asal-usul Desa Kalangbret dari legenda Adipati Kalang yang membunuh Pangeran Lembu Peteng hingga akhirnya tewas dihajar Gajah Mada.

JAKARTA – Asal-usul Desa Kalangbret menyimpan cerita legenda yang sarat intrik kekuasaan, pengkhianatan, hingga penegakan keadilan. Kisah yang berkembang di masyarakat ini menceritakan bagaimana sebuah desa mendapat namanya dari peristiwa tragis yang melibatkan tokoh bernama Kalang.

Legenda asal-usul Desa Kalangbret berawal dari kisah cinta antara Pangeran Lembu Peteng, putra dari Prabu Brawijaya, dengan seorang perempuan bernama Roro Kembang Sore. Ia merupakan putri Adipati Betak Bedalem.

Hubungan keduanya sebenarnya berjalan baik hingga menimbulkan rasa tidak suka dari Kalang, adik sang adipati. Rasa penolakan itu berubah menjadi tindakan keji. Kalang secara diam-diam membunuh Pangeran Lembu Peteng lalu membuang jasadnya ke sungai. Konon, lokasi tersebut kemudian dikenal masyarakat sebagai Jembatan Lembu Peteng.

Peristiwa itu menjadi awal dari rangkaian konflik besar yang akhirnya melahirkan nama Desa Kalangbret yang dikenal hingga kini.

Fitnah yang Memicu Peperangan

Setelah Pangeran Lembu Peteng tidak kunjung kembali ke istana, Prabu Brawijaya mengutus panglima kepercayaannya, Gajah Mada, untuk mencari keberadaan sang putra.

Dalam perjalanan pencarian itu, Gajah Mada bertemu dengan Kalang. Dengan licik, Kalang justru memanfaatkan situasi tersebut untuk menutupi kejahatannya.

Ia memfitnah kakaknya sendiri, Adipati Betak Bedalem, dengan menuduh bahwa sang adipati adalah pembunuh Pangeran Lembu Peteng. Fitnah tersebut menimbulkan kesalahpahaman besar yang berujung pada peperangan.

Dalam pertempuran itu, Adipati Betak Bedalem akhirnya gugur. Setelah kematian kakaknya, Kalang mengambil alih kekuasaan dan mengangkat dirinya sebagai penguasa baru dengan gelar Adipati Kalang.

Kekuasaan yang diperolehnya lewat tipu daya itu tidak berlangsung tenang. Justru berbagai masalah baru muncul setelah ia menjadi pemimpin.

Cinta Terlarang dan Pelarian Roro Kembang Sore

Seiring waktu, Adipati Kalang justru jatuh hati pada Roro Kembang Sore, yang tak lain adalah keponakannya sendiri. Keinginan itu jelas ditolak oleh Roro Kembang Sore.

Mengetahui niat pamannya, Roro Kembang Sore memilih melarikan diri ke sebuah tempat yang dikenal sebagai Gunung Cilik atau Gunung Bolo. Di tempat itu, ia mendirikan sebuah padepokan.

Di padepokan tersebut, Roro Kembang Sore membuat keris sakti yang kemudian diberikan kepada dua pengikut setianya. Senjata sakti itu dipercaya memiliki kekuatan luar biasa.

Ketika Adipati Kalang akhirnya mengetahui keberadaan Roro Kembang Sore dan datang untuk menemui mereka, ia tidak berani melawan. Ia menyadari bahwa keris sakti tersebut membuatnya sulit menang dalam pertarungan.

Namun sebelum ia sempat bertemu dengan keponakannya itu, rahasia kelam yang selama ini ia sembunyikan akhirnya terbongkar.

Kebenaran Terungkap, Adipati Kalang Tewas

Kebenaran tentang pembunuhan Pangeran Lembu Peteng akhirnya diketahui oleh Gajah Mada. Ia menyadari bahwa Kalanglah pelaku sebenarnya di balik kematian sang pangeran.

Pertempuran pun tak terhindarkan. Gajah Mada menghadapi Adipati Kalang dalam duel sengit.

Dalam pertempuran itu, Adipati Kalang kalah telak dan melarikan diri hingga mencapai sebuah perempatan jalan. Namun pelariannya tidak berhasil menyelamatkannya.

Gajah Mada akhirnya menghajarnya hingga tubuh Kalang terkoyak-koyak. Dalam bahasa Jawa, kondisi itu digambarkan sebagai “disembret-sembret”.

Tempat kematian itulah yang kemudian dikenal sebagai Kalang Bret. Nama tersebut memiliki makna bahwa Adipati Kalang mati dalam keadaan tubuhnya tercabik-cabik.

Seiring waktu, nama itu berubah menjadi Desa Kalangbret yang kini dikenal sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur.

Legenda asal-usul Desa Kalangbret ini tidak hanya menjadi cerita turun-temurun, tetapi juga mengandung pesan moral bagi masyarakat. Kisah tersebut mengingatkan bahwa kebohongan, fitnah, dan keserakahan pada akhirnya akan membawa kehancuran.

Sebaliknya, kebenaran dan keadilan diyakini akan selalu menemukan jalannya, meskipun harus melalui perjalanan panjang dan penuh konflik.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#tulungagung #asal-usul desa #Legenda Tulungagung #kalangbret