Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Legenda Asal Usul Tulungagung: Kisah Pemuda Tanpa Nama yang Menyelamatkan Desa dari Lautan Air hingga Gugur Demi Menghentikan Banjir

Novica Satya Nadianti • Senin, 9 Maret 2026 | 16:35 WIB

 

Legenda asal usul Tulungagung mengisahkan pemuda pemberani yang menggali bukit demi menyelamatkan desa dari banjir besar hingga gugur.
Legenda asal usul Tulungagung mengisahkan pemuda pemberani yang menggali bukit demi menyelamatkan desa dari banjir besar hingga gugur.

JAKARTA - Legenda asal usul Tulungagung di Jawa Timur menyimpan kisah dramatis tentang bencana air besar yang hampir menenggelamkan sebuah desa. Dalam cerita turun-temurun masyarakat setempat, wilayah yang kini dikenal sebagai Tulungagung dulunya merupakan cekungan luas yang perlahan dipenuhi air hingga menjadi ancaman bagi kehidupan penduduk.

Kisah asal usul Tulungagung ini menceritakan bagaimana air muncul secara misterius tanpa hujan deras maupun luapan sungai. Awalnya hanya genangan kecil yang dianggap biasa oleh warga. Namun hari demi hari air itu semakin meluas hingga menenggelamkan sawah dan mendekati permukiman penduduk.

Penduduk desa diliputi rasa takut. Tanah yang selama ini menjadi sumber kehidupan perlahan berubah menjadi ancaman. Tanaman padi menguning dan mati, sementara rumah-rumah mulai terendam air. Dalam legenda asal usul Tulungagung, kondisi itu membuat warga kebingungan karena tidak ada yang mampu menjelaskan dari mana air tersebut berasal.

Cekungan yang Menjadi Bencana

Menurut cerita masyarakat, wilayah tersebut sebenarnya merupakan cekungan yang dikelilingi perbukitan. Air yang masuk tidak memiliki jalan keluar sehingga terus menumpuk dan semakin tinggi.

Awalnya warga mencoba mengatasinya dengan menggali parit kecil agar air mengalir keluar. Namun semua usaha itu gagal. Air tetap bertambah dan terus menguasai wilayah desa.

Suasana desa berubah drastis. Jika sebelumnya kehidupan berjalan damai dengan aktivitas pertanian, kini yang tersisa hanya kecemasan dan ketakutan. Banyak warga mulai mempertimbangkan meninggalkan desa demi menyelamatkan diri.

Para tetua desa pun berkumpul mencari solusi. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahui cara menghentikan bencana tersebut.

Munculnya Pemuda Pemberani

Di tengah keputusasaan itu, legenda asal usul Tulungagung menyebutkan muncul seorang pemuda desa yang berani menantang keadaan. Ia menyadari bahwa air terus naik karena tidak memiliki jalur keluar dari cekungan.

Pemuda tersebut kemudian mengambil keputusan berani: menggali bagian perbukitan agar air memiliki saluran untuk mengalir keluar dari wilayah desa.

Keputusan itu terdengar mustahil. Tanah perbukitan sangat keras, sementara ia hanya memiliki alat sederhana berupa cangkul tua. Banyak warga meragukan rencananya, bahkan khawatir usaha tersebut akan berakhir tragis.

Baca Juga: Sejarah Desa Kalangbret Tulungagung Terungkap, Bukan dari Kisah Adipati Kalang? Fakta Prasasti dan Perjanjian Giyanti Buka Cerita Baru

Namun pemuda itu tidak menyerah.

Perjuangan Melawan Alam

Setiap hari ia menggali tanah di kaki perbukitan seorang diri. Panas matahari, kelelahan, serta luka di tangan tidak menghentikan tekadnya. Sedikit demi sedikit tanah mulai terbuka, membentuk celah yang diharapkan bisa menjadi saluran air.

Perjuangan itu berlangsung berhari-hari. Tubuhnya semakin lemah, namun ia terus bekerja demi menyelamatkan desa.

Suatu hari tanah yang digalinya mulai runtuh dan air merembes keluar dari celah tersebut. Awalnya hanya aliran kecil, tetapi kemudian berubah menjadi arus yang semakin deras.

Air yang selama ini terperangkap di cekungan akhirnya menemukan jalannya.

Air Surut, Sang Pemuda Gugur

Penduduk desa menyaksikan dengan takjub ketika air mulai mengalir keluar dari wilayah mereka. Permukaan air yang sebelumnya tinggi perlahan surut dan tanah kembali terlihat.

Desa yang hampir tenggelam akhirnya terselamatkan.

Namun kebahagiaan itu bercampur kesedihan. Pemuda yang menggali saluran air tersebut jatuh kelelahan dan meninggal dunia setelah menyelesaikan perjuangannya.

Penduduk desa menyadari bahwa keselamatan mereka dibayar dengan pengorbanan besar dari seorang pemuda tanpa nama.

Lahirnya Nama Tulungagung

Untuk mengenang peristiwa tersebut, para tetua desa kemudian memberi nama wilayah itu Tulungagung.

Dalam cerita rakyat setempat, kata “tulung” diartikan sebagai sumber air, sementara “agung” berarti besar. Nama itu menggambarkan peristiwa besar yang pernah terjadi, ketika air raksasa hampir menenggelamkan wilayah tersebut.

Sejak saat itu, Tulungagung dikenal bukan hanya sebagai nama daerah, tetapi juga simbol keberanian dan pengorbanan.

Legenda asal usul Tulungagung terus diceritakan dari generasi ke generasi sebagai pengingat bahwa keberanian satu orang bisa mengubah nasib sebuah wilayah.

 

Editor : Novica Satya Nadianti