TULUNGAGUNG – Bukit Lemparan Tulungagung kini menjadi destinasi wisata alam yang sedang naik daun di kalangan anak muda. Berada di Kecamatan Campurdarat, lokasi ini menawarkan panorama alam yang indah dari lereng timur Gunung Budeg.
Popularitas Bukit Lemparan Tulungagung meningkat setelah viral di media sosial, khususnya TikTok. Banyak pengunjung datang untuk menikmati keindahan pemandangan sekaligus berburu spot foto dengan latar perbukitan hijau.
Menariknya, sebelum dikenal sebagai tempat wisata, kawasan Bukit Lemparan Tulungagung sebenarnya hanyalah area yang digunakan para peternak sapi untuk mencari rumput. Kini, tempat tersebut berubah menjadi lokasi wisata kekinian yang ramai dikunjungi.
Viral Berkat Unggahan TikTok
Menurut Zainudin, warga setempat, Bukit Lemparan mulai dikenal luas sejak akhir Desember 2024. Hal ini bermula dari unggahan video TikTok seorang pengunjung asal Boyolangu bersama warga Desa Tanggung.
Video yang menampilkan keindahan panorama dari atas bukit tersebut kemudian menarik perhatian warganet. Sejak saat itu, jumlah pengunjung terus meningkat, terutama dari kalangan anak muda yang gemar menjelajahi wisata alam.
Gunung Budeg sendiri sebelumnya sudah lebih dulu dikenal sebagai destinasi wisata alam di Tulungagung. Puncaknya sering dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam di pagi hari.
Sementara Bukit Lemparan berada di lereng timur gunung tersebut dan menawarkan pemandangan yang tidak kalah menarik.
Jalur Menuju Bukit Lemparan
Untuk menuju Bukit Lemparan, pengunjung bisa berpatokan pada Makam Tumenggung Surontani yang berada di Dukuh Sendang. Lokasi ini berada di sebelah selatan kawasan wisata Gunung Budeg.
Dari makam tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju arah timur dengan jalur yang menanjak menuju lereng bukit. Meski menanjak, jalur menuju lokasi tidak tergolong ekstrem sehingga masih cukup aman bagi pemula.
Pengunjung yang berjalan kaki biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit untuk mencapai lokasi. Waktu tempuh tersebut tergantung pada kondisi fisik masing-masing pengunjung.
Bagi wisatawan yang tidak ingin berjalan kaki, tersedia jasa ojek yang mangkal di sekitar makam Tumenggung Surontani. Tarifnya cukup terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 untuk sekali perjalanan menuju bukit.
Sinyal telepon seluler di kawasan Bukit Lemparan juga cukup baik, sehingga pengunjung tetap bisa mengakses internet atau memanggil ojek saat hendak turun dari lokasi.
Panorama Sunrise dan Sunset yang Memukau
Daya tarik utama Bukit Lemparan adalah panorama alam yang memanjakan mata. Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbit atau sunrise dengan suasana berkabut yang indah.
Sementara pada sore hari, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan matahari terbenam atau sunset dengan latar perbukitan yang hijau.
Dari lokasi ini juga terlihat pemandangan Gunung Budeg yang menjulang di bagian selatan. Selain itu, hamparan area persawahan dan perkampungan warga tampak jelas dari ketinggian.
Di sisi selatan bukit terlihat kawasan permukiman Dusun Kendit, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat. Sementara wilayah perbukitan di sekitarnya menambah kesan alami dan asri.
Tantangan Kebakaran Hutan Saat Musim Kemarau
Meski memiliki potensi wisata yang besar, kawasan Bukit Lemparan juga menghadapi tantangan lingkungan. Ketua komunitas pecinta Gunung Budeg, Agus, mengatakan area tersebut kerap menjadi titik kebakaran hutan saat musim kemarau.
Kebakaran biasanya terjadi karena vegetasi yang ada di kawasan tersebut didominasi tanaman seperti pohon jati yang mudah terbakar ketika kondisi sangat kering.
Saat ini, pihaknya bersama warga setempat sedang mengumpulkan bibit pohon untuk melakukan penghijauan di kawasan Bukit Lemparan.
Upaya penanaman pohon ini dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi sumber mata air yang berada di selatan Gunung Budeg.
Beberapa mata air di sekitar makam Tumenggung Surontani bahkan dilaporkan mulai mengering akibat berkurangnya pepohonan di kawasan tersebut.
Penghijauan diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran hutan sekaligus mendukung pengembangan wisata alam di Bukit Lemparan.
Dengan panorama alam yang memikat, akses yang cukup mudah, serta viral di media sosial, Bukit Lemparan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Tulungagung.
Editor : Natasha Eka Safrina