RADAR TULUNGAGUNG – Peristiwa tragis terjadi di perlintasan rel kereta api wilayah Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Senin (16/3) sore.
Seorang lansia dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tertabrak kereta api yang melintas.
Korban diketahui berinisial M, 83, warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.
Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan kepada petugas jaga Polsek Ngantru sekitar pukul 16.20 WIB.
Kapolsek Ngantru AKP Edy Santoso mengatakan bahwa langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
Bersama tim INAFIS Polri, anggota Pamapta Polres Tulungagung, serta piket fungsi, mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
“Setibanya di lokasi, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia di perlintasan kereta api KM 215+7,” terang AKP Edy Santoso.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sementara, korban diduga tertabrak Commuter Line Dhoho jurusan Surabaya–Malang.
Kereta tersebut melaju dari arah utara menuju selatan.
Selain itu, kereta yang diduga terlibat dalam insiden tersebut memiliki nomor lokomotif CC 2017710.
Akibat benturan tersebut, korban diperkirakan terseret sejauh kurang lebih 100 meter dari titik awal kejadian. Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa di sekitar jalur rel.
Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Dari pihak keluarga, kejadian tersebut telah diterima sebagai musibah.
Keluarga korban juga menyampaikan permintaan agar tidak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.
“Permintaan tersebut disertai dengan surat pernyataan dari pihak keluarga,” imbuh kapolsek.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi pasti kejadian.
Namun demikian, dugaan sementara mengarah pada kecelakaan saat korban berada di area perlintasan tanpa pengamanan.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.
Terutama di perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu maupun penjaga.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan rel demi keselamatan bersama,” tandasnya. (mg3/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri