RADAR TULUNGAGUNG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tulungagung terus mendorong peningkatan minat literasi masyarakat dengan menghadirkan 861.532 koleksi buku.
Total koleksi tersebut terdiri dari 51.532 buku cetak dan sekitar 810.000 e-book yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Keberadaan Perpustakaan Daerah Tulungagung mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa. Nadita, 23, mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, menilai suasana perpustakaan sangat mendukung kegiatan membaca dan belajar. Kondisi ruang yang tenang dinilai membuat pengunjung lebih nyaman dan fokus.
“Suasananya hening, jadi enak buat membaca atau belajar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Zumna, 22, mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dia mengaku cukup sering memanfaatkan perpustakaan daerah untuk menyelesaikan berbagai tugas kuliah. Menurutnya, fasilitas dan koleksi yang tersedia cukup membantu dalam mencari referensi.
“Saya sering ke perpustakaan untuk ngerjain tugas. Tempatnya nyaman dan bikin lebih fokus,” katanya.
Sementara itu, Yayang, 22, mahasiswa STAI Diponegoro Tulungagung, berharap koleksi buku di perpustakaan daerah terus ditambah agar semakin lengkap dan variatif.
“Koleksinya sudah membantu. Semoga ke depan terus ditambah supaya pilihan bacaan makin banyak,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Perpustakaan Dispusip Tulungagung Dina Ariesandi menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan literasi.
Salah satunya dengan melakukan pembaruan koleksi buku secara berkala, baik cetak maupun digital, agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pembaca.
“Kami berupaya untuk terus meng-update koleksi perpustakaan agar masyarakat memiliki pilihan bacaan yang beragam dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada layanan di wilayah perkotaan, Dispusip Tulungagung juga berupaya memperluas jangkauan layanan literasi hingga ke pelosok daerah. Langkah ini dilakukan agar akses terhadap bahan bacaan tidak hanya terpusat di kota, tetapi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat desa.
“Ke depan, kami ingin memastikan buku-buku juga dapat diakses masyarakat di pelosok, sehingga pemerataan literasi di Tulungagung bisa benar-benar terwujud,” pungkas Dina.
Dengan dukungan puluhan ribu buku cetak dan ratusan ribu e-book, serta pemerataan akses layanan, Dispusip Tulungagung optimistis minat baca dan budaya literasi masyarakat akan terus meningkat secara berkelanjutan. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri