TULUNGAGUNG – Mitos Gunung Kuncung Tulungagung kembali menjadi perbincangan setelah berbagai cerita horor dan pengalaman supranatural dari warga mencuat ke publik. Kawasan yang dikenal memiliki dua bukit berjajar ini menyimpan kisah mistis yang dipercaya turun-temurun, mulai dari gangguan penambangan marmer hingga penampakan sosok gaib di area persawahan.
Mitos Gunung Kuncung Tulungagung sudah lama melekat di kalangan masyarakat sekitar. Bahkan, hingga kini, banyak warga yang masih meyakini adanya “penunggu” di kawasan tersebut. Cerita ini bukan sekadar dongeng, melainkan pengalaman nyata yang dialami warga sejak puluhan tahun lalu.
Salah satu kisah yang paling sering diceritakan berkaitan dengan aktivitas penambangan marmer di era 1980-1990-an. Saat itu, sebuah perusahaan mencoba mengeksplorasi batu marmer di bukit kedua Gunung Kuncung. Batu di lokasi tersebut dikenal memiliki kualitas tinggi dengan warna putih bercorak merah muda yang indah.
Penambangan Marmer Berujung Gangguan Misterius
Namun, aktivitas tersebut tidak berjalan mulus. Para pekerja sering mengalami gangguan aneh yang sulit dijelaskan secara logika. Banyak karyawan yang memilih mengundurkan diri karena merasa tidak nyaman bekerja di lokasi tersebut.
Salah satu kejadian paling mencengangkan adalah ditemukannya seekor ular weling di dalam batu yang baru saja dibelah. Keanehan muncul karena batu tersebut tidak memiliki lubang, namun di dalamnya terdapat ular dengan bentuk tidak wajar—besar namun pendek.
Meski pihak perusahaan telah melakukan berbagai ritual, termasuk meminta bantuan orang pintar, gangguan tetap terjadi. Kondisi ini membuat masyarakat sekitar semakin yakin bahwa kawasan tersebut memang memiliki aura mistis yang kuat.
Pada akhirnya, perusahaan tersebut menghentikan operasionalnya. Bahkan, beredar cerita bahwa sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek tersebut mengalami nasib tragis. Sejak saat itu, tidak ada lagi yang berani melakukan penambangan di lokasi tersebut.
Baca Juga: Polytron Fox 350 dengan Skema Sewa Baterai Seumur Hidup, Solusi Hemat atau Jebakan Manis?
Kisah Makhluk Gaib Ikut Salat Subuh
Cerita lain yang tak kalah menghebohkan datang dari seorang tokoh masyarakat setempat. Ia pernah didatangi sekelompok orang yang meminta izin untuk ikut salat subuh berjamaah di mushola miliknya.
Mereka berbicara dengan sopan menggunakan bahasa Jawa halus. Namun, saat ditanya asalnya, mereka mengaku berasal dari bukit Gunung Kuncung. Mereka juga menyampaikan bahwa tempat tinggal dan tempat ibadah mereka telah dirusak oleh manusia.
Menyadari kejanggalan tersebut, sang tokoh langsung mengumandangkan adzan. Warga sekitar pun berdatangan untuk salat berjamaah. Namun, setelah salat selesai, para “tamu” tersebut menghilang tanpa jejak.
Yang lebih mengejutkan, jamaah lain mengaku tidak melihat kehadiran orang-orang tersebut sejak awal. Peristiwa ini semakin menguatkan kepercayaan masyarakat bahwa Gunung Kuncung dihuni makhluk tak kasat mata.
Baca Juga: OTT KPK Bupati Tulungagung: 16 Orang Diciduk, Diduga Terkait Korupsi Struktur Birokrasi
Penampakan Sosok Gaib di Sawah
Tak hanya di bukit, pengalaman mistis juga terjadi di area persawahan sekitar Gunung Kuncung. Seorang warga mengaku pernah melihat sosok yang menyerupai adiknya saat sedang memupuk tanaman jagung menjelang sore hari.
Awalnya, ia tidak merasa curiga. Sosok tersebut bahkan sempat berkomunikasi dengannya. Namun, kejanggalan mulai terasa ketika ia kembali ke titik awal dan menemukan adiknya ternyata tidak pernah meninggalkan tempat sejak tadi.
Lebih aneh lagi, barisan tanaman yang seharusnya sudah dipupuk oleh “sosok” tersebut ternyata masih kosong. Tidak ada tanda-tanda aktivitas di sana.
Merasa ada yang tidak beres, ia langsung mengajak adiknya pulang. Setelah diceritakan kepada orang tuanya, kejadian tersebut dianggap sebagai “peringatan” agar segera meninggalkan lokasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Mitos yang Masih Bertahan
Hingga kini, mitos Gunung Kuncung Tulungagung masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Kawasan tersebut dianggap sakral dan tidak boleh sembarangan diganggu.
Cerita-cerita yang beredar menjadi pengingat bahwa hubungan antara manusia dan alam harus dijaga dengan baik. Banyak warga yang meyakini bahwa gangguan mistis muncul sebagai bentuk peringatan ketika keseimbangan alam terganggu.
Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah, kisah-kisah ini tetap hidup dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Tulungagung. Bagi sebagian orang, Gunung Kuncung bukan sekadar bukit biasa, melainkan tempat yang menyimpan misteri hingga kini.
Editor : Davina Ar Raafika