Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Makam Pendiri Rokok Rejo Pentung di Tulungagung, Dijaga Ribuan Arca dan Kental Aura Kejawen

Natasha Eka Safrina • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:30 WIB
Makam pendiri rokok Rejo Pentung di Tulungagung viral karena dipenuhi 2.999 arca dan nuansa Kejawen di kawasan Pantai Popoh. (Google)
Makam pendiri rokok Rejo Pentung di Tulungagung viral karena dipenuhi 2.999 arca dan nuansa Kejawen di kawasan Pantai Popoh. (Google)

 

TULUNGAGUNG - Makam pendiri rokok Rejo Pentung, Kusmiran Karsodiwiryo, di kawasan Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, kembali menarik perhatian publik setelah video penelusuran lokasi tersebut viral di YouTube. Kompleks makam yang dikenal dengan nama Reco Sewu itu disebut memiliki sekitar 2.999 arca serta nuansa budaya Kejawen yang masih kuat hingga kini.

Lokasi makam tersebut berada tidak jauh dari pesisir Pantai Popoh. Bangunan megah dengan ribuan arca di setiap sudut menjadi daya tarik utama yang membuat banyak pengunjung penasaran. Dalam video tersebut, penjaga lokasi menjelaskan bahwa bangunan itu mulai dibangun pada 1990 dan diresmikan sekitar 1995.

Pendiri perusahaan rokok Rejo Pentung, Kusmiran Karsodiwiryo, wafat pada 21 Februari 1997 dan dimakamkan bersama istrinya di kompleks tersebut. Hingga kini, area itu masih dibuka untuk umum dan sering didatangi peziarah maupun masyarakat yang sekadar ingin melihat keunikan bangunannya.

Ribuan Arca dan Filosofi Angka 9 di Kompleks Makam Reco Sewu

Kompleks makam pendiri rokok Rejo Pentung ini dikenal karena dipenuhi arca di hampir seluruh bagian bangunan. Penjaga lokasi menyebut jumlah arca mencapai sekitar 2.999 buah, angka yang sengaja dipilih karena berkaitan dengan filosofi angka 9 dalam budaya Jawa.

“Tangga menuju makam jumlahnya sembilan. Relief terkecil juga ukurannya sembilan sentimeter. Semua menggambarkan Wali Songo,” ujar penjaga lokasi dalam video tersebut.

Bangunan utama makam juga dikelilingi empat naga besar di setiap sudutnya. Selain itu, terdapat relief dan ornamen khas Jawa yang membuat suasana lokasi terasa berbeda dibanding kompleks makam pada umumnya.

Menurut penuturan penjaga, pembangunan kawasan itu berlangsung bertahap selama sekitar dua tahun sejak peletakan batu pertama pada 1990. Saat peresmian, disebutkan ada berbagai pertunjukan budaya hingga ritual adat yang melibatkan banyak tokoh spiritual dan kesenian tradisional.

“Kurang lebih hampir satu bulan kegiatan waktu itu. Ada kesenian kuda lumping dan berbagai acara adat,” katanya.

Keberadaan ribuan arca tersebut bukan peninggalan kuno, melainkan dibuat khusus sebagai simbol kejayaan pemilik perusahaan rokok Rejo Pentung pada masa lalu.

Baca Juga: Rabbit Zodiac Outlook 2026: Love, Creativity, and Financial Recovery Take Priority

Kental Tradisi Kejawen dan Ritual di Area Pantai Popoh

Selain menjadi makam pribadi, kawasan Reco Sewu juga dikenal sebagai tempat yang lekat dengan tradisi Kejawen. Di area kompleks terdapat bangunan yang disebut sebagai tempat pesanggrahan dan lokasi yang dikaitkan dengan Nyai Roro Kidul.

Penjaga lokasi mengatakan banyak pengunjung datang untuk ritual pribadi maupun mencari berkah. Hari-hari tertentu seperti Jumat Legi, Jumat Kliwon, dan Selasa Kliwon disebut menjadi waktu yang paling ramai dikunjungi.

“Yang datang kebanyakan untuk ritual pribadi dan ngalap berkah,” ujarnya.

Di salah satu bagian kompleks juga terdapat sumber air yang dipercaya sebagian pengunjung memiliki makna spiritual. Air tersebut dialirkan melalui pancuran kecil yang disebut “cuci pak suryan”. Meski demikian, penjaga lokasi menegaskan dirinya hanya bertugas merawat area dan tidak mengetahui secara pasti keyakinan masing-masing pengunjung.

Nuansa budaya Jawa sangat terasa di seluruh kawasan. Penjaga lokasi bahkan menekankan pentingnya menjaga adat dan tradisi leluhur.

“Jangan meninggalkan budaya. Orang Jawa itu punya tatanan dan adat yang harus dipelihara,” katanya.

Kompleks tersebut juga berada di area luas yang dulunya menjadi bagian dari aset milik Kusmiran Karsodiwiryo, termasuk kawasan penginapan di sekitar Pantai Popoh.

Baca Juga: Tiger Zodiac Predictions 2026: A Year of Bold Risks, Fast Success, and Major Challenges

Sejarah Rokok Rejo Pentung dan Daya Tarik Wisata Mistis Tulungagung

Nama Rejo Pentung pernah dikenal sebagai salah satu perusahaan rokok besar di Jawa Timur pada masanya. Meski kini tidak lagi sepopuler dahulu, jejak kejayaan perusahaan tersebut masih terlihat melalui bangunan megah Reco Sewu di Tulungagung.

Video penelusuran makam itu menarik perhatian warganet karena memadukan unsur sejarah, budaya, hingga cerita mistis yang berkembang di masyarakat sekitar. Banyak pengunjung mengaku penasaran dengan aura lokasi yang disebut berbeda dibanding tempat lain.

Selain itu, letaknya yang berada di dekat Pantai Popoh membuat kawasan tersebut menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata budaya dan spiritual sekaligus.

Dalam video itu, sang kreator beberapa kali menunjukkan detail bangunan, tangga sembilan tingkat, hingga arca-arca besar yang berjajar di sepanjang area makam. Penjaga lokasi juga menyebut suasana di sana sering dianggap memiliki energi kuat oleh sebagian pengunjung.

Meski dipenuhi cerita mistis dan tradisi spiritual, masyarakat sekitar tetap melihat kawasan tersebut sebagai bagian dari warisan budaya lokal yang perlu dijaga keberadaannya. Hingga sekarang, Reco Sewu masih menjadi salah satu lokasi unik di Tulungagung yang kerap menarik rasa penasaran wisatawan maupun peziarah dari berbagai daerah.

Editor : Natasha Eka Safrina
#makam pendiri rokok Rejo Pentung #Reco Sewu Tulungagung #makam viral Pantai Popoh #Wisata mistis Tulungagung