Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Asal Usul Tulungagung Terungkap, Dari Lautan Rawa hingga Dijuluki Kota Marmer yang Mendunia

Divka Vance Yandriana • Minggu, 24 Mei 2026 | 18:08 WIB
Asal usul Tulungagung dari rawa Ngrowo hingga menjadi Kota Marmer kembali menarik perhatian lewat legenda dan sejarahnya.
Asal usul Tulungagung dari rawa Ngrowo hingga menjadi Kota Marmer kembali menarik perhatian lewat legenda dan sejarahnya.

JAKARTA - Asal usul Tulungagung menyimpan kisah panjang tentang wilayah rawa luas yang dahulu dikenal sebagai Ngrowo atau Bonorowo. Daerah yang kini dijuluki Kota Marmer itu dipercaya pernah tergenang air seperti lautan besar sebelum akhirnya berubah menjadi kawasan subur berkat perjuangan masyarakat dan pemimpin bijaksana pada masa lampau.

Kisah sejarah dan legenda asal usul Tulungagung kembali menarik perhatian publik setelah banyak narasi sejarah lokal beredar di media sosial dan kanal YouTube. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat zaman dahulu berjuang melawan banjir, rawa, hingga kondisi alam ekstrem demi menciptakan kehidupan yang lebih layak.

Nama Tulungagung sendiri diyakini berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni “tulung” yang berarti pertolongan dan “agung” yang berarti besar atau mulia. Makna itu menjadi simbol keberhasilan besar masyarakat mengubah wilayah penuh genangan menjadi daerah maju dan produktif di Jawa Timur.

Baca Juga: Moto 3 2026 Jeres: Feda Ega Pratama Tampil Gila dari P17 ke P6, Honda Team Asia Panen Pujian Hiroshi Aoyama

Tulungagung Disebut Pernah Menjadi Lautan Rawa Besar

Dalam berbagai cerita rakyat, wilayah Tulungagung pada masa lampau dikenal dengan nama Ngrowo. Daerah ini digambarkan sebagai cekungan luas yang dipenuhi air hingga menyerupai rawa raksasa.

Kondisi geografis tersebut diyakini terjadi karena wilayah Tulungagung dikelilingi pegunungan sehingga air hujan sulit mengalir keluar. Akibatnya, genangan besar terbentuk dan bertahan dalam waktu lama.

Masyarakat yang hidup di kawasan Ngrowo kala itu harus bertahan di tengah ancaman banjir, penyakit, dan sulitnya akses antarwilayah. Mereka membangun rumah di dataran lebih tinggi dan menggantungkan hidup pada kondisi alam yang tidak menentu.

Baca Juga: Polygon Calos Cruz E-Bike 2026 Viral, Sepeda Komuter Rp9 Jutaan dengan Pedal Assist dan Baterai 80 Km

Cerita tentang rawa besar ini kemudian menjadi bagian penting dalam legenda asal usul Tulungagung. Meski penuh kesulitan, masyarakat tetap percaya bahwa wilayah tersebut memiliki potensi besar jika air berhasil dikendalikan.

Sejumlah versi cerita juga menyebut kawasan Bonorowo sebagai simbol perjuangan manusia menghadapi alam. Dari wilayah yang dahulu dianggap sulit dihuni, perlahan muncul harapan untuk mengubahnya menjadi tanah subur dan layak ditempati.

Pemimpin Bijaksana Disebut Jadi Kunci Perubahan Tulungagung

Legenda yang berkembang di masyarakat menyebut perubahan besar di Ngrowo terjadi setelah hadirnya seorang pemimpin bijaksana. Beberapa cerita bahkan mengaitkan tokoh tersebut dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Review Polygon Gili Meno E-Bike 2025, Sepeda Listrik Urban Hybrid yang Nyaman untuk Touring Jarak Jauh

Tokoh itu disebut memiliki kemampuan memahami alam dan melihat potensi besar di balik rawa luas yang menggenangi wilayah Tulungagung. Ia kemudian mengajak masyarakat melakukan berbagai upaya untuk mengatasi genangan air.

Berbagai pekerjaan besar dilakukan secara gotong royong, mulai dari menggali saluran air, membuat jalur sungai buatan, hingga membuka aliran menuju laut agar air dapat surut. Proses tersebut disebut membutuhkan waktu bertahun-tahun dan tenaga yang sangat besar.

Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Air yang semula menutupi wilayah Ngrowo perlahan mulai surut dan tanah-tanah baru muncul ke permukaan. Kawasan yang sebelumnya berupa rawa berubah menjadi lahan pertanian subur.

Dari keberhasilan tersebut lahirlah nama Tulungagung yang berarti pertolongan besar. Nama itu dianggap sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas perubahan besar yang berhasil mereka capai bersama.

Legenda ini hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai simbol kerja keras, kebersamaan, dan keyakinan bahwa kesulitan dapat diubah menjadi harapan baru.

Kota Marmer Tulungagung Kini Tetap Menyimpan Jejak Sejarah

Seiring perkembangan zaman, Tulungagung tidak hanya dikenal karena kisah asal-usulnya, tetapi juga karena kekayaan alam berupa marmer berkualitas tinggi. Daerah ini bahkan mendapat julukan Kota Marmer karena hasil tambangnya telah dikenal hingga pasar internasional.

Industri marmer di Tulungagung berkembang pesat dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Berbagai produk seperti lantai marmer, patung, hingga ornamen bangunan diproduksi dan dipasarkan ke berbagai daerah.

Selain kekayaan alam, Tulungagung juga memiliki jejak sejarah panjang sejak masa kerajaan hingga era kolonial. Wilayah ini disebut pernah menjadi bagian penting jalur perdagangan dan pertanian pada masa Kerajaan Majapahit.

Pada masa kolonial, masyarakat Tulungagung juga menghadapi tekanan berupa kerja paksa dan pajak tinggi. Namun semangat rakyat untuk mempertahankan identitas budaya dan tradisi tetap bertahan hingga sekarang.

Kini Tulungagung berkembang menjadi daerah modern di Jawa Timur. Meski demikian, kisah tentang Ngrowo, rawa besar, dan perjuangan leluhur masih terus diwariskan melalui cerita rakyat dan tradisi masyarakat setempat.

Legenda asal usul Tulungagung akhirnya tidak hanya menjadi dongeng masa lalu, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjaga sejarah, budaya, dan semangat gotong royong yang telah membentuk identitas daerah tersebut selama berabad-abad.

Editor : Divka Vance Yandriana
#asal usul Tulungagung #sejarah tulungagung #kota marmer