TULUNGAGUNG - Misteri makam kuno di Gunung Walikukun, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, kembali menjadi sorotan setelah seorang YouTuber mendokumentasikan kompleks pemakaman unik di area Padepokan Agung Wisnu Petir. Penemuan nisan kecil berukuran sekitar 20 sentimeter hingga makam berbahan batu andesit memicu rasa penasaran warga dan pegiat sejarah lokal.
Video penelusuran tersebut direkam di Dusun Wajak Kidul, Desa Wajak Kidul, Kabupaten Tulungagung. Lokasi yang berada di kawasan pegunungan itu dikenal sebagai tempat ziarah sekaligus situs spiritual yang dikaitkan dengan tokoh penyebar Islam era Mataram Islam.
Dalam video itu, sang kreator menyebut makam tersebut berada di belakang area padepokan Eyang Agung Cokro Kusumo atau yang dikenal sebagai Agung Wisnu Petir. Tokoh tersebut dipercaya sebagai penasihat Kesultanan Mataram Islam pada masa Sultan Agung sekitar tahun 1620.
Padepokan Agung Wisnu Petir dan Jejak Mataram Islam di Tulungagung
Padepokan Agung Wisnu Petir berada di puncak Gunung Walikukun dan dapat diakses melalui jalur “1000 tangga” yang cukup dikenal masyarakat sekitar. Lokasi ini disebut-sebut menjadi tempat peristirahatan terakhir Eyang Agung Cokro Kusumo setelah menjalankan tugas pemerintahan dan dakwah di wilayah Wajak, Tulungagung.
Dalam video penelusuran, terdapat papan informasi yang menjelaskan bahwa tokoh tersebut diutus Sultan Agung untuk membantu penyebaran agama Islam di kawasan Tulungagung. “Beliau adalah penasehat Sultan Agung raja dari Kerajaan Mataram Islam sekitar tahun 1620,” demikian isi tulisan di area makam.
Selain makam utama, di lokasi itu juga terdapat makam empat penggawa yang dipercaya mendampingi Agung Wisnu Petir, yakni Pangeran Alit, Eyang Notonegoro, Pangeran Nur, dan Eyang Cokrongolo.
Kawasan padepokan berada di tengah hutan pegunungan yang masih asri. Pengunjung yang datang diwajibkan menjaga sopan santun dan melapor kepada juru pelihara jika hendak bermalam lebih dari 24 jam.
Keberadaan situs tersebut selama ini lebih dikenal oleh peziarah dan warga sekitar. Namun dokumentasi video yang beredar di media sosial membuat nama Gunung Walikukun dan Padepokan Agung Wisnu Petir mulai banyak dicari publik.
Penemuan Makam Mini dan Batu Andesit Bikin Warganet Penasaran
Bagian paling menarik dalam video itu adalah saat sang YouTuber menemukan deretan makam kecil di belakang padepokan. Ukuran makam disebut hanya sekitar 20 hingga 40 sentimeter dengan batu nisan berbahan andesit.
“Ini kuburan lama ya, bentuk makamnya kecil-kecil,” ujar perekam video saat menelusuri area pemakaman kuno tersebut.
Ia bahkan menunjukkan dua makam kecil yang disebutnya sebagai makam laki-laki dan perempuan. Ukurannya jauh lebih kecil dibanding makam manusia pada umumnya sehingga memunculkan berbagai spekulasi dari warganet.
Selain makam mini, terdapat pula susunan batu bata berukuran besar yang tampak kuno. Beberapa batu terlihat memiliki pola cetakan khas bangunan lama. Area pemakaman itu tersebar di balik pepohonan rindang dan semak belukar.
Kondisi lokasi yang jauh dari permukiman warga membuat suasana terasa sunyi. Sang kreator juga menyebut belum ada penerangan listrik di area tersebut karena berada di kawasan pegunungan.
Meski demikian, lokasi ini cukup sering didatangi peziarah. Jalur menuju padepokan juga telah dilengkapi anak tangga permanen untuk memudahkan akses pengunjung menuju puncak Gunung Walikukun.
Situs Spiritual dan Potensi Wisata Religi Tulungagung
Keberadaan Padepokan Agung Wisnu Petir dinilai memiliki potensi besar sebagai wisata religi dan sejarah di Tulungagung. Apalagi lokasi tersebut berkaitan dengan narasi penyebaran Islam serta perjalanan pemerintahan Mataram Islam di wilayah selatan Jawa Timur.
Selain nilai spiritual, kawasan ini juga menawarkan panorama alam pegunungan yang masih alami. Dari puncak Gunung Walikukun, pengunjung dapat melihat hamparan perbukitan dan suasana pedesaan Boyolangu.
Fenomena makam mini dan kompleks pemakaman kuno itu kini memancing perhatian masyarakat di media sosial. Banyak yang penasaran dengan asal-usul makam kecil tersebut, meski hingga kini belum ada penelitian resmi yang menjelaskan detail sejarahnya.
Pengelola setempat tetap mengimbau pengunjung untuk menjaga etika selama berada di kawasan makam. Pengunjung juga diminta tidak merusak situs maupun melakukan tindakan yang dianggap melanggar norma adat dan budaya setempat.
Di tengah berkembangnya wisata sejarah dan religi di Tulungagung, keberadaan Gunung Walikukun menjadi bukti bahwa daerah tersebut masih menyimpan banyak jejak masa lalu yang belum sepenuhnya terungkap.
Editor : Divka Vance Yandriana