TULUNGAGUNG - Daftar makam waliyullah di Tulungagung kembali ramai diperbincangkan setelah beredarnya video berisi puluhan lokasi makam ulama dan tokoh penyebar agama Islam di berbagai wilayah kabupaten tersebut. Sedikitnya ada 44 makam yang disebut menjadi tujuan ziarah religi masyarakat dari dalam maupun luar daerah.
Video tersebut memuat nama-nama ulama, habib, hingga tokoh spiritual yang dipercaya memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Tulungagung. Lokasinya tersebar mulai dari Kecamatan Boyolangu, Campurdarat, Gondang, Besuki, hingga Pakel.
Tradisi ziarah makam wali memang masih kuat di Tulungagung. Selain menjadi bagian dari wisata religi, masyarakat juga memandang ziarah sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh agama dan leluhur yang berjasa dalam dakwah Islam di wilayah selatan Jawa Timur.
Puluhan Makam Waliyullah Tersebar di Berbagai Kecamatan
Dalam daftar yang beredar, sejumlah nama makam waliyullah di Tulungagung cukup dikenal masyarakat. Di antaranya makam Kyai Abdul Fatah Hasan Tholabi di Mangunsari, Mbah Nuriahman di Bakalan, hingga Mbah Mansyur Sani di Tawangsari.
Ada pula makam tokoh lain seperti Kyai Mall Syarif dan Bahasan Mimbar di Majan, Mbah Langkir di Winong, serta Habib Ahmad bin Salim Al Mudhor di Sumbergempol.
Wilayah Campurdarat juga menjadi salah satu pusat ziarah religi di Tulungagung. Beberapa makam yang disebut dalam daftar antara lain Kyai Haji Dimyati atau Mbah Wali Campurdarat, Sayyid Mursaq, hingga Bangun Dermadrawi.
Sementara di Kecamatan Boyolangu terdapat makam Bab Abdullah Fatah Surontani di Tanggung. Sedangkan wilayah Gondang dikenal dengan makam Sunan Kuning Imam Hanafi Zainal Abidin di Macanbang.
Daftar tersebut juga menyebut makam Guru Wali Nur Hidayatullah di kawasan Pantai Popoh serta Mbah Maulana di Klampisan, Kecamatan Besuki.
“Tradisi ziarah wali sudah berlangsung turun-temurun dan biasanya ramai menjelang Ramadan atau malam Jumat,” ujar salah satu peziarah dalam video tersebut.
Tradisi Ziarah Wali Masih Kuat di Tulungagung
Fenomena ramainya makam wali di Tulungagung tidak lepas dari kuatnya budaya religius masyarakat setempat. Selain untuk berdoa, banyak warga datang ke makam ulama untuk ngalap berkah dan mengenang perjuangan para penyebar Islam di masa lampau.
Beberapa lokasi makam bahkan menjadi tujuan rutin peziarah dari luar kota. Terutama makam yang dianggap memiliki sejarah panjang atau berkaitan dengan tokoh dakwah besar di Jawa Timur.
Di kawasan Campurdarat dan Sumbergempol misalnya, makam para ulama sering dipadati pengunjung saat bulan Suro, Ramadan, maupun menjelang hari besar Islam.
Selain faktor spiritual, keberadaan makam wali juga turut mendukung perkembangan wisata religi Tulungagung. Banyak pedagang kecil, warung makan, hingga jasa parkir tumbuh di sekitar area makam.
Beberapa makam yang ramai diziarahi umumnya memiliki akses jalan yang sudah memadai. Namun ada juga makam yang berada di perkampungan atau kawasan perbukitan sehingga membutuhkan perjalanan khusus.
Dalam daftar yang beredar, terdapat nama-nama tokoh dengan gelar kyai, habib, hingga syekh. Hal itu menunjukkan keberagaman latar belakang penyebar Islam di Tulungagung sejak ratusan tahun lalu.
Wisata Religi Tulungagung Dinilai Punya Potensi Besar
Pengamat budaya lokal menilai keberadaan makam waliyullah di Tulungagung dapat menjadi aset wisata religi yang potensial jika dikelola dengan baik. Selain memiliki nilai spiritual, situs makam juga menyimpan jejak sejarah perkembangan Islam di wilayah Mataraman Jawa Timur.
Saat ini, wisata religi di Tulungagung terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis sejarah dan budaya. Apalagi banyak generasi muda mulai tertarik menelusuri kisah ulama lokal melalui media sosial dan konten video.
Namun masyarakat juga diingatkan agar tetap menjaga etika saat berziarah. Pengunjung diminta tidak melakukan tindakan berlebihan maupun mempercayai hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama.
Tradisi ziarah wali di Tulungagung diperkirakan akan terus bertahan karena sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Keberadaan puluhan makam ulama itu menjadi bukti bahwa Tulungagung memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam di Jawa Timur.
Di balik kesederhanaan makam-makam tersebut, tersimpan kisah perjuangan dakwah, pendidikan agama, hingga pembentukan budaya religius yang masih terasa hingga sekarang.
Editor : Divka Vance Yandriana