Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Makam Eyang Lembu Gumarang di Tulungagung, Utusan Panembahan Senopati yang Diyakini Sebarkan Islam di Bukit Walikukun

Divka Vance Yandriana • Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB
Misteri makam Eyang Lembu Gumarang di Tulungagung disebut peninggalan Mataram Islam dan lokasi dakwah utusan Panembahan Senopati.
Misteri makam Eyang Lembu Gumarang di Tulungagung disebut peninggalan Mataram Islam dan lokasi dakwah utusan Panembahan Senopati.

TULUNGAGUNG – Makam Eyang Lembu Gumarang di Bukit Walikukun, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, kembali menjadi perhatian setelah seorang kreator konten menelusuri situs kuno yang diyakini berasal dari era Mataram Islam sekitar abad ke-16. Lokasi tersebut disebut sebagai tempat peristirahatan tokoh penyebar agama Islam utusan Panembahan Senopati.

Makam Eyang Lembu Gumarang berada di kawasan perbukitan yang cukup tersembunyi dan belum banyak dikenal masyarakat luas. Dalam video penelusuran yang diunggah di YouTube, situs itu disebut memiliki struktur batu bata kuno berukuran besar serta kompleks makam pengikut Eyang Lembu Gumarang yang tersebar di sekitar area pemakaman utama.

Keberadaan makam kuno tersebut menarik perhatian karena dikaitkan dengan sejarah penyebaran Islam di wilayah selatan Tulungagung, khususnya kawasan Wajak Kidul dan Bukit Walikukun.

Baca Juga: Misteri Asal Usul Tulung Agung, Desa Hampir Tenggelam hingga Pengorbanan Pemuda yang Selamatkan Negeri

Makam Eyang Lembu Gumarang Disebut Berasal dari Era Mataram Islam

Dalam penelusuran tersebut, disebutkan bahwa Eyang Lembu Gumarang merupakan tokoh spiritual yang diutus langsung oleh Panembahan Senopati dari Kerajaan Mataram Islam untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Wajak Kidul.

“Beliau adalah salah satu utusan Panembahan Senopati untuk menyebarkan agama Islam di daerah Wajak Kidul,” ujar narator dalam video tersebut.

Lokasi makam berada di kawasan Bukit Walikukun dengan akses jalan berupa tanjakan makadam dan jalur setapak. Dari area parkir, peziarah harus berjalan sekitar 200 meter menuju kompleks makam.

Baca Juga: Mentalitas Feda Ega Pratama Moto3 2026 Jadi Sorotan Dunia: Crash Dua Kali Tak Halangi Comeback Gila ke Posisi 6 di Jerez

Situs ini disebut belum tercantum dalam aplikasi peta digital sehingga pengunjung biasanya menggunakan Candi Sanggrahan sebagai penanda lokasi. Dari Candi Sanggrahan, pengunjung diarahkan menuju kawasan selatan hingga menemukan jalur menuju Bukit Walikukun.

Di area makam utama terdapat dua makam yang dipercaya sebagai makam Eyang Lembu Gumarang dan istrinya. Kompleks tersebut juga dikelilingi sejumlah makam lain yang diyakini sebagai pengikut atau murid beliau.

Struktur Batu Bata Kuno Jadi Sorotan Pengunjung

Salah satu hal yang paling menarik perhatian dari makam Eyang Lembu Gumarang adalah struktur batu bata kuno berukuran besar yang berada di sekitar area makam.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Moto3 2026: Pujian Legenda MotoGP Hiroshi Aoyama, Rookie Indonesia Ini Disebut Anomali Dunia Balap

Batu bata tersebut disebut berbeda dengan ukuran bata modern. Dalam video, kreator menyebut ukuran bata mencapai lebih dari 30 sentimeter dengan bentuk dan struktur khas bangunan kuno era Mataram Islam.

“Ini kuno banget teman-teman, di era Mataram Islam sekitar tahun 1500-an,” ucap narator sambil menunjukkan susunan batu bata di sekitar makam.

Selain batu bata besar, ditemukan pula bebatuan bercorak dan struktur menyerupai ornamen kuno. Beberapa batu tampak memiliki pola garis dan ukiran sederhana yang diyakini memiliki makna tertentu pada masa lampau.

Kawasan makam juga dipenuhi pepohonan kering dan semak belukar sehingga menambah kesan mistis di lokasi tersebut. Aroma dupa dan kemenyan bahkan disebut sudah tercium sejak mendekati area makam.

Dalam video berdurasi cukup panjang itu, kreator beberapa kali mengingatkan pengunjung untuk menjaga sopan santun selama berada di kawasan makam. Ia menyebut lokasi tersebut masih sering digunakan masyarakat untuk berziarah dan berdoa.

Diyakini Memiliki Nilai Spiritual dan Sejarah Penyebaran Islam

Masyarakat sekitar mempercayai Eyang Lembu Gumarang sebagai tokoh sakti mandraguna yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Tulungagung bagian selatan.

Setelah wafat, perjuangan dakwah beliau disebut diteruskan oleh Eyang Cokrokusumo yang makamnya berada di sisi timur Bukit Walikukun. Nama Eyang Cokrokusumo sebelumnya juga dikenal dalam sejumlah penelusuran sejarah lokal di kawasan Boyolangu.

Selain menjadi lokasi ziarah, situs makam ini dinilai memiliki potensi sejarah dan budaya yang besar. Namun hingga kini belum banyak penelitian resmi maupun dokumentasi akademik yang mengulas keberadaan makam tersebut.

Kondisi kawasan yang tandus dan minim penerangan membuat lokasi ini masih jarang dikunjungi wisatawan umum. Meski begitu, sejumlah peziarah lokal diketahui rutin datang untuk berdoa, terutama pada malam tertentu dan bulan-bulan spiritual dalam tradisi Jawa.

Keberadaan makam Eyang Lembu Gumarang menambah panjang daftar situs sejarah Islam di Tulungagung yang masih menyimpan banyak misteri. Di tengah perkembangan modernisasi, masyarakat setempat berharap peninggalan kuno seperti ini tetap dijaga agar tidak hilang dimakan waktu.

“Jangan lupa menjaga tutur kata ketika datang ke sini,” ujar kreator video di akhir penelusurannya.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Eyang Lembu Gumarang #Panembahan Senopati #Misteri makam angker