Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Reco Sewu Tulungagung, Makam Pendiri Reco Pentung yang Dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul

Cholifatun Nisak • Rabu, 1 Juli 2026 | 19:55 WIB
Reco Sewu Tulungagung menyimpan kisah makam pendiri Reco Pentung, ribuan arca, dan mitos Nyi Roro Kidul yang masih dipercaya sebagian masyarakat.
Reco Sewu Tulungagung menyimpan kisah makam pendiri Reco Pentung, ribuan arca, dan mitos Nyi Roro Kidul yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

 

TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Reco Sewu Tulungagung menjadi salah satu lokasi yang paling banyak diperbincangkan masyarakat karena menyimpan perpaduan sejarah, budaya, dan cerita mistis. Kompleks pemakaman milik Haji Sumiran Karsodiwiryo, pendiri pabrik rokok Reco Pentung, hingga kini masih sering dikunjungi peziarah maupun wisatawan yang penasaran dengan keunikan bangunannya.

Nama Reco Sewu Tulungagung tidak hanya dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir pendiri pabrik rokok legendaris Reco Pentung, tetapi juga karena keberadaan ribuan arca serta bangunan yang dikaitkan dengan berbagai cerita spiritual yang berkembang di tengah masyarakat.

Meski demikian, pihak keluarga Reco Pentung telah menegaskan bahwa berbagai mitos yang berkembang, termasuk isu pesugihan maupun hubungan dengan Nyi Roro Kidul, tidak memiliki kaitan dengan perjalanan bisnis maupun kesuksesan Haji Sumiran Karsodiwiryo.

Kompleks Pemakaman Seluas Tiga Hektare

Reco Sewu berada di kawasan Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, tidak jauh dari objek wisata Pantai Popoh.

Kompleks yang dibangun sekitar tahun 1993 tersebut menempati lahan seluas kurang lebih tiga hektare dengan posisi menghadap ke arah selatan atau Laut Selatan.

Bangunan ini awalnya dipersiapkan sebagai kompleks pemakaman keluarga Haji Sumiran Karsodiwiryo, sosok pengusaha yang pernah membawa Reco Pentung menjadi salah satu merek rokok terbesar di Jawa Timur pada era 1980-an hingga awal 1990-an.

Walaupun pabrik Reco Pentung kini telah berhenti beroperasi, kompleks Reco Sewu masih berdiri megah dan menjadi salah satu peninggalan yang mengingatkan masyarakat pada masa kejayaan industri rokok di Tulungagung.

Ribuan Arca Menjadi Ikon Reco Sewu

Daya tarik utama Reco Sewu terletak pada keberadaan ribuan arca Dwarapala yang berjajar hampir di seluruh area kompleks.

Konon jumlah arca mencapai sekitar 2.999 buah dengan bentuk seragam, yakni sosok penjaga bertaring yang memegang gada.

Arca-arca tersebut disusun mengelilingi area makam sehingga menciptakan pemandangan yang berbeda dibandingkan kompleks pemakaman pada umumnya.

Selain arca, terdapat pula sebuah patung besar di belakang makam yang memiliki pancuran air. Sebagian masyarakat meyakini air tersebut memiliki khasiat tertentu, meski kepercayaan itu hanya berkembang sebagai cerita turun-temurun.

Baca Juga: Misteri Makam Pendiri Reco Pentung di Pantai Popoh, Dipenuhi Ribuan Arca dan Sarat Filosofi Angka 9

Ada Bangunan yang Dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul

Salah satu bagian kompleks yang paling sering menjadi perhatian pengunjung adalah bangunan yang dikenal sebagai Palerman Nyi Roro Kidul.

Bangunan bercat hijau dan kuning itu berisi sejumlah lukisan besar yang menggambarkan sosok Nyi Roro Kidul. Tidak sedikit peziarah dari berbagai daerah yang datang untuk berdoa maupun menjalankan ritual sesuai keyakinan masing-masing.

Keberadaan bangunan tersebut kemudian memunculkan berbagai cerita mistis yang berkembang di masyarakat. Reco Sewu pun kerap disebut sebagai salah satu lokasi paling angker di Tulungagung.

Namun hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tempat tersebut digunakan untuk praktik pesugihan ataupun ritual yang berkaitan dengan kesuksesan bisnis Reco Pentung.

Keluarga Bantah Isu Pesugihan

Beragam cerita yang menghubungkan kejayaan Reco Pentung dengan Nyi Roro Kidul mendapat bantahan langsung dari pihak keluarga.

Cucu pendiri Reco Pentung menegaskan bahwa keberadaan bangunan bergambar Nyi Roro Kidul merupakan bagian dari penghormatan terhadap budaya Jawa yang telah lama berkembang di kawasan pesisir selatan.

Menurut keluarga, Haji Sumiran Karsodiwiryo merupakan seorang muslim yang menghormati tradisi dan budaya lokal, tetapi tidak pernah menjalankan praktik pesugihan untuk membangun usahanya.

Kesuksesan Reco Pentung disebut murni berasal dari kerja keras, ketekunan, serta kemampuan mengembangkan bisnis rokok hingga mampu bersaing di pasar Jawa Timur.

Menjadi Destinasi Sejarah dan Budaya

Kini Reco Sewu tidak hanya dikenal sebagai kompleks pemakaman keluarga pendiri Reco Pentung, tetapi juga menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian wisatawan.

Sebagian pengunjung datang untuk mengenang sejarah kejayaan industri rokok Tulungagung, sementara lainnya tertarik melihat ribuan arca serta arsitektur unik yang memadukan unsur budaya Jawa.

Terlepas dari berbagai cerita mistis yang beredar, Reco Sewu tetap menjadi saksi perjalanan hidup Haji Sumiran Karsodiwiryo, sosok pengusaha lokal yang berhasil membangun salah satu perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur pada masanya.

Baca Juga: Kisah Pendiri Reco Pentung Terungkap, Putra Sumiran Beberkan Perjuangan Bangun Pabrik Rokok Legendaris

Editor : Cholifatun Nisak
#Sumiran Karsodiwiryo #Reco Sewu Tulungagung #Reco Pentung #Makam Reco Sewu #nyi roro kidul