TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Bekas Pabrik Reco Pentung Tulungagung masih menyisakan bangunan megah yang menjadi saksi kejayaan industri rokok di Kabupaten Tulungagung. Meski sudah lama berhenti beroperasi, kompleks pabrik tersebut hingga kini tetap menarik perhatian masyarakat maupun para pemburu bangunan bersejarah.
Keberadaan Bekas Pabrik Reco Pentung Tulungagung memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan yang pernah menjadi kebanggaan daerah kini berubah menjadi bangunan kosong yang dipenuhi semak belukar. Struktur bangunan yang masih berdiri kokoh menjadi pengingat masa ketika ribuan pekerja menggantungkan hidup dari industri tersebut.
Kini, Bekas Pabrik Reco Pentung Tulungagung terlihat sunyi. Sebagian bangunan telah rusak dimakan usia, sementara area di sekitarnya mulai ditumbuhi pepohonan besar dan vegetasi liar.
Bangunan Masih Berdiri Megah
Dari luar, kompleks pabrik masih memperlihatkan ukuran bangunan yang sangat besar. Beberapa gedung bertingkat masih berdiri meski kondisinya mulai mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Area dalam bangunan dipenuhi ruangan-ruangan kosong yang diduga dahulu digunakan sebagai tempat produksi maupun gudang penyimpanan hasil rokok.
Di bagian belakang, sebagian bangunan bahkan sudah tidak lagi utuh. Yang tersisa hanyalah lahan kosong dengan puing-puing bangunan yang memperlihatkan besarnya kawasan industri tersebut pada masa lalu.
Meski terbengkalai, konstruksi utama bangunan masih tampak kokoh, terutama rangka besi dan struktur beton yang menjadi penyangga gedung.
Banyak Bagian Bangunan Mulai Rapuh
Seiring usia bangunan yang sudah puluhan tahun, sejumlah bagian mulai menunjukkan kerusakan cukup serius.
Beberapa plafon terlihat lapuk, sementara lantai dan anak tangga di beberapa titik sudah mengalami pelapukan. Kondisi tersebut membuat pengunjung harus berhati-hati ketika memasuki area pabrik.
Bangunan bertingkat yang masih tersisa memang masih dapat diakses pada beberapa bagian. Namun kondisi struktur yang mulai rapuh membuat eksplorasi hingga ke lantai atas cukup berisiko.
Atap bangunan juga terlihat mengalami kerusakan dengan sejumlah material yang sudah berjatuhan akibat termakan usia.
Baca Juga: Misteri Reco Sewu Tulungagung, Makam Pendiri Reco Pentung yang Dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul
Jejak Kejayaan Industri Rokok Tulungagung
Meski kini sepi, luasnya kompleks pabrik menunjukkan besarnya skala industri Reco Pentung pada masa kejayaannya.
Perusahaan yang didirikan oleh Haji Sumiran Karsodiwiryo itu pernah menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Jawa Timur. Pada era 1980-an hingga awal 1990-an, Reco Pentung mampu menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja.
Aktivitas produksi yang berlangsung setiap hari menjadikan kawasan pabrik sebagai pusat ekonomi masyarakat Tulungagung. Ribuan keluarga menggantungkan mata pencaharian dari industri rokok tersebut.
Namun perubahan kondisi industri, meningkatnya persaingan, dan berbagai persoalan bisnis membuat perusahaan akhirnya menghentikan operasionalnya.
Kini Menjadi Bangunan Terbengkalai
Setelah tidak lagi digunakan, sebagian besar bangunan dibiarkan kosong selama bertahun-tahun.
Semak belukar mulai memenuhi halaman pabrik, sementara pohon-pohon besar tumbuh di sejumlah sudut kompleks.
Suasana yang sepi membuat bekas pabrik sering dijadikan lokasi eksplorasi oleh konten kreator maupun pecinta bangunan tua. Namun kondisi bangunan yang sudah tua membuat pengunjung disarankan tidak memasuki area-area yang berpotensi membahayakan.
Keselamatan tetap menjadi hal utama karena beberapa bagian gedung diperkirakan sudah tidak layak menahan beban.
Menjadi Pengingat Sejarah Reco Pentung
Meski telah kehilangan fungsinya sebagai pusat produksi rokok, bekas Pabrik Reco Pentung masih menjadi bagian penting dari sejarah industri Tulungagung.
Bangunan tersebut menjadi saksi perjalanan sebuah perusahaan lokal yang pernah berkembang menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Jawa Timur dan memberikan lapangan pekerjaan bagi ribuan warga.
Kini, yang tersisa hanyalah bangunan tua dengan dinding-dinding kusam, lorong kosong, serta ruang produksi yang telah lama berhenti beroperasi. Meski demikian, keberadaan kompleks pabrik ini tetap menyimpan nilai sejarah sebagai simbol kejayaan industri rokok yang pernah mengangkat perekonomian Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga: Bangkrut Setelah Berjaya, Kisah Reco Pentung Tulungagung dan Mitos Nyi Roro Kidul yang Terus Hidup
Editor : Cholifatun Nisak