Denny Darko Ungkap Penyebab Pailit Rokok Reco Pentung Tulungagung: Ada Mismanagement dan Regulasi Ketat

Natasha Eka Safrina • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 22:00 WIB
Ilusionis Denny Darko ungkap penyebab pailit pabrik rokok Reco Pentung Tulungagung milik kakeknya. Simak klarifikasi terkait isu pesugihan Nyi Roro Kidul.
Ilusionis Denny Darko ungkap penyebab pailit pabrik rokok Reco Pentung Tulungagung milik kakeknya. Simak klarifikasi terkait isu pesugihan Nyi Roro Kidul.

 

TULUNGAGUNG - Ilusionis dan pembawa acara ternama, Denny Darko, secara mengejutkan membuat pengakuan bahwa dirinya merupakan cucu kandung dari pendiri pabrik rokok legendaris Reco Pentung Tulungagung. Perusahaan kretek yang sempat merajai pasar Jawa Timur tersebut didirikan oleh kakeknya, Haji Sumiran Karsodiwiryo, pada tahun 1946. Setelah puluhan tahun beroperasi dan menjadi salah satu penyuplai pajak terbesar, perusahaan tersebut akhirnya dinyatakan pailit pada medio 2001-2002.

Denny Darko menceritakan bahwa jika lini bisnis keluarganya tersebut masih bertahan hingga sekarang, ia kemungkinan besar tidak akan terjun ke dunia hiburan tanah air. Menurutnya, industri tembakau merupakan salah satu sektor yang paling ketat diawasi oleh pemerintah melalui berbagai instrumen aturan. Kegagalan dalam melakukan adaptasi cepat terhadap regulasi baru yang dinamis menjadi salah satu pemicu utama goyahnya stabilitas perusahaan.

Selain faktor ketatnya regulasi dari pemerintah, internal manajemen perusahaan juga mengalami kendala operasional pada masa-masa akhir kejayaannya. Terjadinya tindakan mismanagement atau kesalahan pengelolaan dalam tubuh perusahaan berakibat fatal pada kelangsungan roda produksi. Dampak beruntun dari akumulasi permasalahan tersebut langsung menggulung lini produksi dan merusak stabilitas keuangan internal secara drastis.

Baca Juga: Sejarah Pabrik Rokok Reco Pentung Tulungagung: Imperium Kretek Sumiran Karsodiwiryo yang Kini Tinggal Kenangan

Kejayaan Sejak 1946 dan Kedekatan dengan Pendiri Gudang Garam

Perusahaan rokok Reco Pentung Tulungagung ini dibangun pada tahun 1946, bertepatan dengan momentum awal kemerdekaan Republik Indonesia. Pada era tersebut, tren industri tembakau nasional sedang marak mengembangkan produk sigaret kretek tangan karena varian rokok filter belum populer. Skala usaha yang dirintis oleh Sumiran Karsodiwiryo ini awalnya berjalan dari sistem produksi rumahan yang sangat sederhana sejak era 1930-an.

Dalam perkembangannya, Sumiran Karsodiwiryo menjalin hubungan pertemanan yang sangat baik dengan pendiri pabrik rokok raksasa Gudang Garam Kediri. Faktor kedekatan geografis antarwilayah kabupaten membuat kedua tokoh pelopor kretek ini sering bertukar pikiran dalam mengembangkan bisnis. Perusahaan Reco Pentung sendiri sempat mengalami fase tiarap saat meletusnya peristiwa politik G30S PKI, sebelum akhirnya mencapai puncak kejayaan pada dekade 1980-an.

Saking jayanya perusahaan pada masa itu, Denny Darko mengibaratkan bahwa dirinya bisa pamer kekayaan atau flexing sebagai crazy rich zaman dulu jika platform YouTube sudah ada. Salah satu faktor utama yang melambungkan nama produk ini di pasar adalah strategi pemasaran menggunakan lagu promosi atau jingle berbahasa Jawa yang sangat ikonik sejak tahun 1946. Warga Tulungagung yang saat ini berusia minimal 30 tahun dipastikan masih sangat fasih menyanyikan jingle tersebut.

Jingle Ikonik Rokok Reco Pentung (1946):
"Rokok e pentung weton pabrik Tulung Agung... Tuku rokok ojo bingung, pentung..."

Rahasia Racikan Saus oleh Sang Ayah dan Rencana Kebangkitan Merek

Silsilah keluarga Denny Darko di dalam struktur kepemilikan saham Reco Pentung berasal dari garis keturunan sang ayah. Kakeknya, Sumiran Karsodiwiryo, tercatat memiliki total 11 orang anak, namun 2 di antaranya meninggal dunia saat persalinan dan ketika masih kecil. Dari 9 bersaudara kandung yang bertahan hidup hingga dewasa, ayah Denny Darko yang bernama Mulyadi Dodit Sumiran menempati posisi yang sangat krusial.

Mulyadi Dodit Sumiran lahir pada tahun 1951 di saat kondisi perusahaan keluarga sedang berada dalam masa keemasan ekonomi. Di dalam jajaran direksi, ayah Denny Darko ini memegang tanggung jawab paling rahasia, yaitu sebagai formulator atau peracik rasa saus tembakau. Posisi ini sangat sakral dalam industri rokok karena bertugas menentukan arah cita rasa dan kualitas produk yang tidak boleh diketahui oleh pihak luar.

Baca Juga: Eksplorasi Gua Pasir Tulungagung: Meniti Jalur Batuan Terjal Berlatar Sunset di Cagar Budaya Purbakala

Sekitar empat tahun yang lalu, sang ayah sempat menyampaikan pesan emosional agar Denny Darko bersedia menghidupkan kembali legasi pabrik rokok tersebut meskipun dalam skala kecil. Kendala terbesar bagi Denny adalah karena dirinya dan seluruh saudara kandungnya merupakan orang-orang yang tidak merokok. Kendati demikian, Denny kini membuka peluang kolaborasi dengan pemilik modal besar untuk membangkitkan kembali aroma identik kretek tersebut sebagai bentuk warisan budaya.

Klarifikasi Tudingan Mitos Pesugihan Nyi Roro Kidul di Pabrik

Setelah lama berhenti beroperasi, kondisi fisik eks bangunan pabrik rokok ini sempat viral di media sosial setelah ditelusuri oleh saluran konten kreator horor Bucin TV. Dalam tayangan video tersebut, muncul pernyataan dari narasumber lokal yang menuding bahwa kesuksesan luar biasa dari pemilik pabrik berasal dari hasil pesugihan Nyi Roro Kidul. Menanggapi rumor mistis tersebut, Denny Darko secara tegas memberikan bantahan dan klarifikasi resmi melalui kolom komentar.

Denny menjelaskan bahwa asumsi keliru masyarakat muncul karena kakeknya pernah membangun sebuah kawasan objek wisata di tepi pantai Tulungagung pada akhir tahun 1970-an hingga 1980-an. Di kawasan desa nelayan tersebut, mayoritas warga lokal saat itu masih menganut sistem kepercayaan Kapitayan dan tradisi mistis laut selatan. Langkah kakeknya mendirikan ruang meditasi dan memasang lukisan Nyi Roro Kidul berukuran besar murni bertujuan untuk menghormati budaya serta beradaptasi dengan komunitas setempat.

Kakeknya sama sekali tidak memiliki kekuatan magis atau melakukan ritual pesugihan hitam demi mendapatkan kekayaan instan. Pemasangan lukisan penguasa laut selatan di area pabrik dan tempat wisata didasari atas rasa kekaguman terhadap hikayat kebudayaan Jawa. Di masa tuanya, Sumiran Karsodiwiryo memperdalam ajaran agama Islam secara taat hingga menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Sebagai seorang muslim, Denny Darko memegang teguh prinsip toleransi keyakinan dalam menanggapi hikayat mistis tersebut.

Editor : Natasha Eka Safrina
Sumiran Karsodiwiryo Pesugihan Nyi Roro Kidul Rokok Reco Pentung Tulungagung penyebab Reco Pentung bangkrut denny darko