RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kabupaten Tulungagung kembali menawarkan destinasi kuliner tradisional yang menarik perhatian pencinta makanan khas daerah. Salah satunya adalah Warung Botok Iwak Kali milik Mas Ardi yang berada di Jalan Mangunsarkoro Nomor 23, Tulungagung.
Warung tersebut dikenal karena menyajikan aneka olahan ikan sungai dan ikan laut dengan cita rasa tradisional. Selain itu, suasana makan di tengah hamparan sawah menjadi nilai tambah bagi para pengunjung.
Tempat makan ini ternyata bukan usaha baru. Mas Ardi mengungkapkan bahwa bisnis kulinernya telah berjalan hampir 10 tahun dan terus berkembang hingga sekarang.
Berawal dari Kegemaran Berburu Kuliner
Mas Ardi mengaku ketertarikannya membuka usaha kuliner berawal dari hobinya mencicipi berbagai makanan di banyak tempat.
Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mencoba merintis usaha sendiri pada 2012. Saat itu, kegiatan berjualan dilakukan dari teras rumah dengan fasilitas yang masih sangat sederhana.
Seiring waktu, jumlah pelanggan terus bertambah. Warung yang awalnya kecil perlahan berkembang menjadi tempat makan yang lebih luas dan mampu melayani lebih banyak pengunjung.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar teknik memasak yang dikuasainya diperoleh secara otodidak melalui berbagai tayangan di YouTube.
Berbagai resep kemudian dicoba dan disesuaikan hingga menemukan cita rasa yang cocok dengan selera pelanggan.
Menyediakan Puluhan Variasi Menu Ikan
Keunikan lain dari warung ini adalah banyaknya pilihan menu berbahan ikan.
Dalam sehari, tersedia sekitar 15 hingga 20 jenis ikan yang bisa dipilih pengunjung. Tidak hanya ikan air tawar seperti lele, patin, dan ikan kutuk, tetapi juga beberapa jenis ikan laut.
Masuknya menu ikan laut dilakukan karena adanya permintaan dari pelanggan yang menginginkan pilihan lebih beragam.
Hal tersebut membuat warung ini tidak hanya dikenal sebagai tempat menikmati ikan sungai, tetapi juga berbagai olahan ikan lainnya.
Botok Ikan Jadi Menu Andalan
Salah satu menu yang paling banyak menarik perhatian adalah botok ikan.
Botok ikan kutuk disajikan menggunakan bumbu santan dan rempah-rempah yang dibungkus daun pisang sebelum dikukus.
Proses pembuatannya diawali dengan menggoreng ikan terlebih dahulu. Setelah itu, ikan dicampur bersama tomat, cabai, dan bumbu lainnya sebelum dikukus kembali.
Selain botok ikan kutuk, tersedia pula botok tuna dan botok lamtoro.
Botok lamtoro memiliki aroma khas karena dipadukan dengan daun kemangi yang menambah cita rasa.
Setiap porsi makanan juga dilengkapi dengan urap, tahu, dan tempe goreng.
Nasi Tiwul dan Wader Crispy Jadi Pelengkap
Menu lain yang tak kalah menarik adalah nasi tiwul.
Makanan tradisional berbahan dasar singkong ini kini mulai jarang ditemukan, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin bernostalgia dengan kuliner khas Jawa.
Nasi tiwul kemudian dipadukan dengan berbagai lauk, termasuk botok dan wader goreng crispy.
Wader goreng di warung ini dimasak hingga kering sempurna sehingga menghasilkan tekstur renyah.
Bagian luar terasa garing, sementara cita rasa gurih ikan tetap terjaga.
Bahkan, duri ikan yang telah digoreng ikut menjadi renyah dan dapat dimakan bersama.
Menikmati Makan dengan Pemandangan Sawah
Selain makanan, suasana warung menjadi alasan lain mengapa tempat ini banyak dikunjungi.
Lokasinya berada di pinggir jalan besar dengan latar belakang persawahan yang luas.
Baca Juga: Makanan Khas Tulungagung, Kuliner Tradisional yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota Marmer
Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan hembusan angin dan suasana pedesaan yang tenang.
Kondisi tempat yang nyaman membuat pengalaman bersantap terasa lebih santai.
Berbagai menu yang disajikan, mulai dari botok ikan, mangut ikan dorang, nasi tiwul hingga wader goreng crispy, disebut memiliki cita rasa yang menggugah selera.
Dengan harga yang dinilai masih terjangkau serta pilihan menu yang cukup beragam, Warung Botok Iwak Kali Mas Ardi menjadi salah satu rekomendasi kuliner tradisional yang layak dicoba saat berkunjung ke Tulungagung.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : You Tube, DIOLAH