RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kabupaten Tulungagung memiliki beragam kuliner khas yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satu yang paling populer adalah nasi lodho, sajian ayam kampung dengan kuah santan kental yang identik dengan cita rasa gurih dan pedas.
Kuliner ini tidak hanya dikenal sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat di tengah masyarakat Tulungagung.
Pada masa lalu, ayam lodho kerap disajikan saat acara selamatan, syukuran, hingga hajatan keluarga.
Masyarakat setempat meyakini bahwa penyajian ayam lodho dalam sebuah acara menjadi simbol harapan agar hajat yang sedang dilaksanakan dapat berjalan lancar.
Dari Hidangan Hajatan Menjadi Kuliner Favorit
Seiring perkembangan zaman, ayam lodho tidak lagi hanya hadir dalam acara tertentu.
Kini, masyarakat dapat menikmati kuliner tersebut setiap hari di berbagai warung makan di Tulungagung.
Salah satu penjual yang cukup dikenal adalah Warung Nasi Lodho Bu Sri yang berada di Jalan Dr. Sutomo, Bledug.
Warung tersebut telah melayani pelanggan sejak tahun 2002 dan menjadi salah satu tujuan wisata kuliner bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
Setiap hari, warung buka mulai pukul 06.00 hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Meski hanya buka hingga siang hari, warung tersebut disebut hampir selalu ramai pembeli.
Harga Ramah di Kantong
Salah satu daya tarik nasi lodho adalah harganya yang relatif terjangkau.
Satu porsi nasi lodho dengan suwiran ayam kampung dijual sekitar Rp7.000.
Sementara bagi pelanggan yang ingin menikmati potongan ayam utuh, tersedia pilihan dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp12 ribuan.
Selain daging ayam, pembeli juga dapat memilih tambahan lauk berupa rempela, ati, usus, maupun kulit ayam.
Penyajian menggunakan pincuk daun pisang juga memberikan aroma khas yang semakin menambah kenikmatan saat menyantap hidangan ini.
Dipadukan dengan Lodeh Pedas
Ciri khas lain dari nasi lodho Tulungagung adalah keberadaan lodeh pedas sebagai pelengkap.
Sayur tersebut berisi potongan labu dan buncis yang dimasak dengan cita rasa pedas.
Perpaduan antara kuah santan ayam lodho dan lodeh pedas menciptakan sensasi rasa yang khas.
Kombinasi gurih, pedas, dan aroma santan membuat kuliner ini memiliki karakter berbeda dibanding makanan berbahan santan lainnya.
Bagi pecinta makanan pedas, sajian ini menjadi menu yang cukup menggugah selera.
Sekilas Mirip Opor Ayam
Secara tampilan, ayam lodho memang tampak mirip dengan opor ayam.
Namun, keduanya memiliki karakter rasa yang berbeda.
Ayam lodho memiliki kuah santan yang lebih kental dan rasa gurih yang lebih kuat.
Tekstur daging ayam kampung yang empuk juga menjadi salah satu daya tarik utama kuliner ini.
Dalam bahasa Jawa, kata "lodho" sendiri memiliki arti empuk.
Selain itu, lodho juga dimaknai sebagai makanan gurih yang berasal dari olahan santan.
Menjadi Ikon Kuliner Tulungagung
Popularitas nasi lodho tidak hanya dikenal di Tulungagung.
Kuliner ini juga dapat ditemukan di wilayah Trenggalek dan beberapa daerah sekitarnya.
Baca Juga: Sederet Alasan Orang Tulungagung Suka Banget Sama Ayam Lodho, Ternyata Tak Sekadar Hidangan
Meski demikian, Tulungagung tetap menjadi daerah yang paling identik dengan ayam lodho.
Keberadaan nasi lodho menjadi salah satu bukti bahwa kuliner tradisional masih mampu bertahan di tengah munculnya berbagai makanan modern.
Rasa yang khas, harga terjangkau, serta nilai budaya yang melekat membuat makanan ini tetap diminati lintas generasi.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung, nasi lodho menjadi salah satu menu wajib yang patut dicoba.
Selain menawarkan cita rasa khas, kuliner ini juga menyimpan cerita mengenai tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : TRANS7 OFFICIAL, You Tube, DIOLAH