Soto Mbah Giso Tulungagung Tetap Diburu, Kuliner Legendaris 40 Tahun dengan Kuah Santan Khas

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:54 WIB
Soto Mbah Giso Tulungagung menjadi kuliner legendaris dengan kuah santan khas, harga Rp7 ribu, dan telah bertahan selama 40 tahun.
Soto Mbah Giso Tulungagung menjadi kuliner legendaris dengan kuah santan khas, harga Rp7 ribu, dan telah bertahan selama 40 tahun.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Soto Mbah Giso masih menjadi salah satu destinasi kuliner legendaris di Kabupaten Tulungagung. Warung soto yang telah berusia sekitar empat dekade ini tetap mempertahankan cita rasa khas berupa kuah santan gurih yang sulit ditemukan di daerah lain.

 

Saat cuaca hujan, sajian soto hangat menjadi pilihan banyak orang. Kuah santan yang ringan dipadukan dengan ayam dan berbagai pelengkap membuat menu ini tetap diminati masyarakat.

 

Harga yang ditawarkan juga tergolong ramah di kantong. Satu porsi soto dijual hanya Rp7.000, sementara tambahan sate dibanderol Rp10.000 per porsi.

 

Dirintis Sejak Puluhan Tahun

 

Soto Mbah Giso merupakan usaha keluarga yang kini dikelola generasi kedua.

 

Penerus usaha, Sutini, mengungkapkan bahwa warung tersebut telah berjualan selama kurang lebih 40 tahun.

 

Usaha ini awalnya dijalankan di kawasan pinggir jalan raya sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah yang kini menjadi lokasi utama penjualan.

 

Meski berpindah tempat, pelanggan tetap berdatangan karena cita rasanya sudah dikenal luas oleh masyarakat Tulungagung.

 

"Sekarang sudah sekitar 20 tahunan di rumah ini," ujar Sutini.

 

Warung buka setiap hari mulai pukul 16.30 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Cita Rasa Khas Soto Tulungagung

 

Berbeda dengan soto Lamongan atau beberapa soto di wilayah Mataraman yang cenderung bening, soto khas Tulungagung menggunakan kuah santan.

 

Warna kuah terlihat kekuningan dan sedikit keruh, tetapi memberikan rasa gurih yang tidak berlebihan.

 

Sensasi santan justru membuat kuah terasa lebih ringan dan segar ketika disantap.

 

Isi soto terdiri dari nasi, suwiran ayam, kol, dan tauge pendek yang menambah tekstur renyah.

 

Bagi penikmat rasa segar, tambahan perasan jeruk dan sambal membuat cita rasa soto semakin nikmat.

 

Menggunakan Ayam Petelur

 

Keunikan lain dari Soto Mbah Giso adalah penggunaan ayam petelur sebagai bahan utama.

 

Tekstur ayam petelur yang lebih kenyal memberikan sensasi berbeda dibandingkan ayam biasa.

 

Selain daging ayam, pelanggan juga bisa memilih tambahan jeroan, kepala ayam, kerongkongan, hingga ceker.

 

Dalam satu hari, warung ini mampu menghabiskan sekitar 30 hingga 35 ekor ayam.

 

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner tradisional ini.

 

Sate Bebek yang Menjadi Pelengkap

 

Selain soto, salah satu menu favorit di tempat ini adalah sate bebek.

 

Meski disebut sate bebek, menu tersebut menggunakan campuran bagian ayam dengan tekstur kenyal.

 

Bumbu kacang yang gurih dan manis membuat sate ini cocok dijadikan pendamping soto.

 

Tekstur daging yang kenyal menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

 

Banyak pengunjung memilih menikmati sate secara terpisah maupun dicampur bersama kuah soto.

 

Dikelola Keluarga dan Belum Go Online

 

Saat ini, usaha Soto Mbah Giso dijalankan bersama anggota keluarga dengan total sekitar tujuh pekerja.

 

Meski sudah terkenal, warung ini belum melayani pemesanan melalui aplikasi daring.

 

Menurut pengelola, sistem penjualan online dinilai cukup merepotkan ketika kondisi warung sedang ramai.

 

Karena itu, pelayanan masih difokuskan untuk pelanggan yang datang langsung ke lokasi.

 

Ketika cuaca hujan, jumlah pembeli memang sedikit menurun. Namun pada kondisi normal, dagangan hampir selalu habis setiap harinya.

 

Tetap Bertahan di Tengah Persaingan Kuliner

 

Di tengah menjamurnya berbagai jenis kuliner modern, Soto Mbah Giso tetap mampu mempertahankan eksistensinya.

Baca Juga: Soto Mbah Giso Tulungagung Bertahan 40 Tahun, Sajikan Soto Santan Khas Mulai Rp7 Ribu

Rasa yang konsisten serta harga yang terjangkau menjadi alasan utama pelanggan terus datang.

 

Selain itu, penggunaan resep tradisional dan kuah santan khas membuat kuliner ini memiliki identitas kuat sebagai salah satu makanan khas Tulungagung.

 

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung, Soto Mbah Giso bisa menjadi pilihan untuk menikmati sajian hangat dengan cita rasa autentik.

 

Apalagi saat musim hujan, semangkuk soto santan dengan tambahan sate menjadi kombinasi yang pas untuk menghangatkan tubuh.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : billiejohnSidoarjo, You Tube, DIOLAH
Soto Mbah Giso Tulungagung Soto Khas Tulungagung Soto Ayam Santan wisata kuliner Tulungagung Kuliner Legendaris Tulungagung