RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Soto Mbah Giso menjadi salah satu kuliner legendaris di Kabupaten Tulungagung yang masih bertahan hingga kini. Soto khas daerah ini menawarkan cita rasa berbeda karena menggunakan kuah santan, dengan harga yang masih terjangkau, yakni Rp7 ribu per porsi.
Di tengah cuaca hujan, kuliner berkuah hangat tersebut menjadi pilihan banyak masyarakat untuk menikmati makanan gurih dan mengenyangkan.
Warung Soto Mbah Giso diketahui telah berdiri selama puluhan tahun dan kini dikelola oleh generasi kedua keluarga pendiri.
Bertahan Lebih dari Empat Dekade
Pemilik sekaligus penerus usaha, Sutini, mengungkapkan bahwa Soto Mbah Giso telah berjualan selama sekitar 40 tahun.
Usaha tersebut awalnya dirintis oleh orang tuanya dan kini diteruskan oleh anak-anaknya.
"Sudah sekitar 40 tahunan," ujar Sutini.
Ia merupakan anak kedua dari Mbah Giso dan kini menjadi salah satu penerus usaha kuliner keluarga tersebut.
Warung ini buka setiap hari mulai pukul 16.30 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.
Berawal Jualan di Pinggir Jalan
Sebelum menempati lokasi saat ini, Soto Mbah Giso awalnya berjualan di pinggir jalan raya.
Seiring waktu, usaha tersebut kemudian dipindahkan ke rumah dan tetap mampu mempertahankan pelanggan setianya.
Bahkan, lokasi yang kini berada di rumah telah ditempati selama sekitar 20 tahun.
Selain lokasi utama, warung ini juga memiliki satu cabang yang masih berada tidak jauh dari tempat pertama.
Ciri Khas Soto Santan Tulungagung
Salah satu keunikan Soto Mbah Giso terletak pada kuahnya.
Berbeda dengan soto di sejumlah daerah lain yang cenderung bening, soto khas Tulungagung menggunakan kuah santan.
Warna kuah tampak kekuningan dan sedikit keruh karena campuran santan.
Meski menggunakan santan, rasa kuahnya tidak terlalu berat.
Baca Juga: Soto Mbah Giso Tulungagung Tetap Diburu, Kuliner Legendaris 40 Tahun dengan Kuah Santan Khas
Cita rasanya justru terasa gurih, ringan, dan tetap segar saat disantap.
Soto disajikan bersama nasi, suwiran ayam, kol, serta tauge pendek yang menambah tekstur saat dimakan.
Menggunakan Ayam Petelur
Sutini menjelaskan bahan utama yang digunakan adalah ayam petelur.
Penggunaan ayam tersebut menghasilkan tekstur daging yang lebih kenyal dibanding ayam biasa.
Selain menu soto, warung ini juga menyediakan berbagai tambahan lauk seperti jeroan, kepala ayam, ceker, kerongkongan, hingga sate.
Dalam sehari, warung ini disebut mampu menghabiskan sekitar 30 hingga 35 ekor ayam.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya permintaan masyarakat terhadap kuliner legendaris tersebut.
Sate Bebek yang Ternyata Berbahan Ayam
Salah satu menu pendamping yang menarik perhatian adalah sate bebek.
Meski namanya sate bebek, menu tersebut ternyata menggunakan bahan dasar ayam.
Sate dijual dengan harga Rp10 ribu per porsi dan memiliki tekstur yang cukup khas.
Bagian dagingnya terasa kenyal dan memberikan sensasi berbeda ketika dipadukan dengan kuah soto.
Bumbu sate juga menghadirkan rasa gurih dan manis yang cukup kuat.
Perpaduan antara sate dan soto menjadi kombinasi yang banyak dipilih pelanggan.
Belum Melayani Pesanan Online
Meski telah dikenal cukup lama, Soto Mbah Giso hingga kini belum melayani pemesanan secara daring.
Menurut Sutini, sistem penjualan online dinilai cukup merepotkan, terutama ketika kondisi warung sedang ramai pengunjung.
Karena itu, penjualan masih dilakukan secara langsung di lokasi.
Saat cuaca hujan, jumlah pengunjung memang cenderung menurun dibanding hari biasa.
Namun secara umum, warung ini disebut hampir selalu mampu menghabiskan dagangan setiap harinya.
Kuliner Khas yang Sulit Ditemukan di Daerah Lain
Keunikan kuah santan membuat Soto Mbah Giso memiliki karakter tersendiri dibanding soto dari daerah lain di Jawa Timur.
Sensasi gurih, sedikit segar, serta penggunaan tauge pendek menjadikan kuliner ini memiliki identitas khas Tulungagung.
Dengan harga yang masih terjangkau dan porsi yang cukup mengenyangkan, Soto Mbah Giso tetap menjadi salah satu tujuan wisata kuliner yang menarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
Bagi pencinta makanan berkuah, terutama saat cuaca hujan, Soto Mbah Giso menjadi salah satu pilihan yang layak dicoba ketika berkunjung ke Tulungagung.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : billiejohnSidoarjo, You Tube, DIOLAH