Pasca Dam Pacar Ambrol, BBWS Brantas Siapkan Jumbo Bag untuk Mempertahankan Tambahan Debit Air Menuj

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:43 WIB
BBWS Brantas menyiapkan Jumbo bag pascaambrolnya Dam Pacar untuk mempertahankan tambahan debit air Sungai. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
BBWS Brantas menyiapkan Jumbo bag pascaambrolnya Dam Pacar untuk mempertahankan tambahan debit air Sungai. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bergerak melakukan penanganan pascaambrolnya Dam Pacar. Langkah sementara disiapkan dengan menggunakan Jumbo bag untuk mempertahankan tambahan debit air dari Sungai Kalidawir menuju saluran sekunder Lodoyo.

Penanganan darurat tersebut dilakukan agar kerusakan Dam Pacar tidak berdampak terhadap kelancaran tambahan pasokan air ke jaringan irigasi. Sebab, meskipun bukan sumber utama pengairan, Dam Pacar memiliki fungsi sebagai bangunan suplesi.

Kasatker Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Brantas, Yuda Tantra, menjelaskan Dam Pacar berfungsi menambahkan debit air dari Sungai Kalidawir menuju saluran sekunder Lodoyo.

“Sebetulnya Dam Pacar itu hanya berfungsi sebagai suplesi, yaitu menambahkan debit air dari Sungai Kalidawir menuju saluran sekunder Lodoyo,” jelasnya.

Tambahan debit tersebut kemudian mendukung pengairan melalui jaringan Sekunder Lodoyo dengan cakupan sekitar 925 hektare. Angka tersebut merupakan cakupan lahan pada jaringan Sekunder Lodoyo setelah mendapat tambahan debit, bukan luas keseluruhan lahan yang dilayani Dam Pacar.

Menurut Yuda, keberadaan tambahan debit dari Sungai Kalidawir tetap penting, khususnya ketika memasuki musim kemarau. Pasokan tambahan tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan air dari Bendungan Wlingi sehingga ketersediaan air di wilayah hilir tetap terjaga.

“Dengan adanya tambahan debit dari Sungai Kalidawir, meskipun sedikit, harapannya air tetap bisa sampai ke wilayah hilir dan mengairi sawah,” ujarnya.

Untuk mempertahankan aliran setelah Dam Pacar ambrol, BBWS Brantas menyiapkan Jumbo bag sebagai penanganan sementara. Material tersebut digunakan untuk membantu mengarahkan air agar tetap dapat masuk menuju saluran sekunder Lodoyo.

Langkah tersebut dilakukan sembari BBWS menyiapkan perbaikan terhadap bangunan Dam Pacar. Dengan adanya penanganan sementara, tambahan debit air dari Sungai Kalidawir diharapkan tetap bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Dari sisi pertanian, kondisi tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian Tulungagung, Pujiono, mengatakan sebagian besar tanaman saat ini telah memasuki musim palawija sehingga kebutuhan air tidak sebesar tanaman padi.

“Karena sekarang musim kemarau, sebagian besar tanaman palawija tidak terlalu banyak membutuhkan air. Jadi, dampaknya tidak terlalu signifikan,” katanya.

Meski demikian, keberlangsungan suplai air tetap perlu dijaga. Terlebih, jaringan Sekunder Lodoyo masih dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian di wilayah hilir.

Pujiono pun meminta petani tidak perlu resah dengan kondisi Dam Pacar yang ambrol. Sebab, BBWS telah menyiapkan langkah sementara untuk mempertahankan aliran air menuju saluran sekunder.

“Petani untuk saat ini tidak perlu resah. BBWS sudah mengambil langkah dengan menggunakan Jumbo bag sehingga air masih tetap bisa masuk ke saluran sekunder yang menuju dua kecamatan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Yuda mengatakan perbaikan Dam Pacar ditargetkan dapat diselesaikan dalam pekan ini. Setelah perbaikan rampung, tambahan debit air diharapkan kembali mengalir melalui sistem yang telah disiapkan.

“Untuk penyelesaiannya, kami rencanakan minggu ini sudah selesai. Harapannya setelah itu air sudah bisa kembali masuk dan mengalir ke saluran,” pungkasnya. 

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
pascaambrol dam radar tulungagung infrastuktur Perbaikan