Kuburan Ngujang Bukan Sekadar Makam Kera, Juru Kunci Ungkap Cerita yang Jarang Diketahui

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:35 WIB
Kuburan Ngujang menyimpan cerita tentang kera, makam desa, kisah Sunan Kalijaga hingga anggapan pesugihan yang diluruskan juru kunci. (Gemini AI)
Kuburan Ngujang menyimpan cerita tentang kera, makam desa, kisah Sunan Kalijaga hingga anggapan pesugihan yang diluruskan juru kunci. (Gemini AI)

TULUNGAGUNG - Kuburan Ngujang selama ini dikenal sebagai tempat yang menyimpan banyak cerita mistis, termasuk keberadaan ratusan kera yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai jelmaan manusia. Namun, juru kunci Kuburan Ngujang, Ribut, menyebut ada banyak cerita yang berkembang di luar fakta yang ia ketahui selama 24 tahun menjaga kawasan tersebut.

Ribut mengatakan dirinya mulai meneruskan tugas sebagai juru kunci dari keluarganya. Ia menyebut sudah menjalankan tugas tersebut selama 24 tahun hingga sekarang.

Menurut Ribut, cerita tentang Ngujang tidak hanya berkaitan dengan makam. Nama Ngujang juga dikaitkan dengan asal-usul desa yang memiliki beberapa versi cerita.

Baca Juga: Jalur Kediri Tulungagung Lebar dan Ramai, Jembatan Ngujang Jadi Titik Perhatian

Salah satu cerita menyebut Ngujang berasal dari dua suku kata. Ada pula kisah yang mengaitkannya dengan suara kera yang terdengar ketika Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam di kawasan tersebut.

Tiga Versi Cerita tentang Kera Ngujang

Keberadaan kera menjadi bagian paling terkenal dari Kuburan Ngujang. Menurut Ribut, ada beberapa cerita yang berkembang mengenai asal-usul hewan tersebut.

Salah satu versi mengisahkan adanya santri dan santriwati yang naik ke pohon ketika sedang menuntut ilmu agama. Hal itu kemudian mendapat teguran dari Sunan Kalijaga.

Baca Juga: Terungkap Mitos Pesugihan Kera Ngujang Tulungagung, Benarkah Makam Ngujang Jadi Tempat Perjanjian Jin Kekayaan?

Dalam cerita yang berkembang, ucapan atau sabda seorang wali diyakini dapat menjadi kenyataan. Dari situlah muncul anggapan bahwa kera-kera di Ngujang merupakan jelmaan manusia yang terkena sabda tersebut.

Namun, Ribut menegaskan ada pula versi lain. Ia menyebut anggapan bahwa kera di Ngujang merupakan hasil pesugihan tidak benar.

Menurutnya, kera yang berada di kawasan tersebut merupakan kera biasa. Hewan-hewan itu juga tidak selalu berada di satu tempat.

Baca Juga: Mancing di Kali Brantas Tulungagung, Spot Favorit Warga dari Ngujang hingga Boyolangu

“Kera di sini itu sifatnya berpindah-pindah atau sifatnya berkelompok,” kata Ribut dalam penjelasannya.

Ia menjelaskan, kera dapat bergerak ke berbagai arah. Kadang berada di utara, selatan, atau timur, bergantung pada kelompok dan pimpinannya.

Karena itu, ketika jumlah kera yang terlihat di satu titik berkurang, bukan berarti hewan tersebut menghilang secara gaib. Mereka bisa saja berpindah atau menyebar ke lokasi lain.

Baca Juga: Kera Misterius Jembatan Ngujang Tulungagung: Penunggu Gaib Sungai Brantas atau Prajurit Majapahit yang Terkutuk?

Cerita Mistis dan Makam yang Dikeramatkan

Ribut juga meluruskan sejumlah cerita yang menurutnya berkembang tanpa dasar yang benar. Salah satunya mengenai keberadaan sumur keramat di kawasan Kuburan Ngujang.

Ia menyebut cerita tentang sumur yang dianggap memiliki kekuatan tertentu sebagai informasi yang salah. Begitu pula dengan tulisan yang mengaitkan sosok Den Ayu Titi Sundari sebagai putri Sunan Kalijaga.

Menurut Ribut, informasi tersebut tidak benar. Ia juga membantah penyebutan tokoh tertentu sebagai syekh atau pendeta apabila tidak sesuai dengan cerita yang ia ketahui.

Baca Juga: Mancing di Kali Brantas Tulungagung, Spot Favorit Warga dari Ngujang hingga Boyolangu

Kawasan tersebut, lanjutnya, memang memiliki bagian yang dikeramatkan atau disakralkan. Namun, hal itu berbeda dengan berbagai cerita yang kemudian berkembang di masyarakat.

Ribut juga menjelaskan bahwa area makam Desa Ngujang sudah ada sejak lama. Di kawasan tersebut terdapat makam desa, sementara sebagian warga Desa Tapan juga ikut dimakamkan di sana.

Ia menyebut makam yang dikenal masyarakat sebagai makam desa berbeda dengan makam umum yang berada di sebelahnya. Menurut cerita yang ia terima, bagian yang lebih lama sebelumnya berupa punden yang kemudian dipugar.

Baca Juga: Terungkap Fakta Sebenarnya Pesugihan Kera Ngujang Tulungagung, Juru Kunci Bongkar Mitos Tumbal hingga Kerajaan Gaib

Ngujang dan Anggapan Tempat Pesugihan

Nama Kuburan Ngujang juga kerap dikaitkan dengan pesugihan karena banyak orang datang dengan harapan mendapatkan kekayaan.

Ribut memberikan penjelasan berbeda. Menurut dia, orang yang datang tidak selalu mencari kekayaan secara instan. Sebagian datang untuk berdoa, bertawasul, atau mencari keberkahan.

Ia mengatakan keberkahan yang diharapkan tidak diperoleh secara instan. Ada nilai kesabaran, keikhlasan, dan kesungguhan yang ditekankan kepada orang yang datang.

“Kalau orang Jawa ya ikhlas, sabar, teman itu yang paling sulit,” ujar Ribut.

Baca Juga: Pengakuan Mencekam Pencari Pesugihan Ngujang Tulungagung: Ritual Tengah Malam, Nazar Nyawa, hingga Usaha Tetap Bangkrut

Selama menjadi juru kunci, Ribut mengaku mengalami berbagai pengalaman mistis. Ia menyebut ada pengalaman berkaitan dengan hal gaib, baik yang dianggap baik maupun kurang baik.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru membuatnya menerima banyak petunjuk dan nasihat. Salah satu pesan yang terus ia pegang adalah pentingnya sabar, ikhlas, dan bersungguh-sungguh.

Karena itu, bagi Ribut, Kuburan Ngujang bukan hanya tentang cerita kera atau tempat yang dikaitkan dengan pesugihan. Kawasan tersebut juga menyimpan sejarah desa, tradisi, kisah turun-temurun, serta pengalaman spiritual yang membentuk cerita Ngujang hingga dikenal masyarakat.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Radar Tulungagung TV
juru kunci Ngujang ngujang tulungagung Kuburan Ngujang Kera Ngujang