TULUNGAGUNG - Makam Eyang Lembu Gumarang di Bukit Walikukun, Wajak Kidul, Tulungagung, disebut sebagai makam tokoh yang diutus Panembahan Senopati untuk menyebarkan agama Islam. Berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan setapak yang terjal, lokasi ini juga menyimpan makam pengikut serta struktur batu bata dan bebatuan berukuran besar yang disebut berkaitan dengan peninggalan kuno.
Perjalanan menuju Makam Eyang Lembu Gumarang dalam video tersebut dimulai dari kawasan Candi Sanggrahan. Lokasi makam disebut belum tersedia di peta digital, sehingga Candi Sanggrahan menjadi salah satu penanda arah bagi masyarakat yang ingin berziarah.
Dari titik bawah, peziarah harus melewati jalan setapak dengan kondisi makadam. Jaraknya diperkirakan sekitar 200 meter, tetapi medan yang menanjak membuat perjalanan terasa cukup berat. Bahkan, kemiringan jalur dalam video disebut mencapai sekitar 50 derajat.
Setelah melewati jalan yang panas dan gersang, suasana berubah ketika memasuki area makam. Pembuat video menggambarkan hawa di sekitar lokasi terasa berbeda dibandingkan kawasan sebelumnya.
Makam Eyang Lembu Gumarang berada di area yang juga terdapat sejumlah makam lain. Salah satu makam di bagian atas disebut sebagai makam Eyang Lembu Gumarang, sedangkan makam di sebelahnya disebut sebagai makam istrinya.
Di sekitar lokasi juga terdapat makam-makam pengikut Eyang Lembu Gumarang. Bentuk nisan dan susunan makam tampak beragam. Beberapa di antaranya berada dalam satu area dengan struktur batu yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan batu bata yang umum digunakan saat ini.
Dalam narasi video, Eyang Lembu Gumarang disebut sebagai tokoh spiritual yang dikenal sakti pada masanya. Ia disebut mendapat tugas dari Panembahan Senopati pada era Mataram Islam untuk menyebarkan agama Islam di kawasan Wajak Kidul.
Setelah Eyang Lembu Gumarang wafat, penyebaran agama Islam tersebut disebut diteruskan oleh Eyang Cokrokusumo. Makam Eyang Cokrokusumo disebut berada di sebelah timur Bukit Walikukun.
Namun, berbagai keterangan mengenai tokoh dan sejarah kawasan tersebut dalam video disampaikan berdasarkan penuturan serta narasi pembuat konten. Transkrip tidak menyertakan rujukan tertulis atau penelitian sejarah yang dapat digunakan untuk memverifikasi seluruh klaim tersebut.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam kunjungan tersebut adalah keberadaan batu bata dan bebatuan kuno di sekitar makam. Pembuat video menunjukkan sejumlah material yang disebut memiliki ukuran lebih dari 30 sentimeter.
Selain ukurannya, beberapa batu juga terlihat memiliki corak atau bentuk tertentu. Dalam video, struktur tersebut dianggap menarik karena berbeda dari material bangunan yang lazim ditemukan pada masa sekarang.
Pembuat video juga memperlihatkan beberapa susunan batu yang menurutnya memiliki pola tertentu. Namun, fungsi maupun usia pasti struktur tersebut tidak dijelaskan melalui penelitian arkeologi dalam video.
Baca Juga: Sejarah Tulungagung: Jejak Medang, Panjalu hingga Majapahit yang Masih Terekam
Makam Eyang Lembu Gumarang disebut belum banyak diketahui masyarakat luas. Kondisi akses yang cukup sulit membuat perjalanan menuju lokasi membutuhkan kesiapan fisik, terutama karena jalurnya menanjak dan berada di kawasan perbukitan.
Pembuat video juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga tutur kata dan sikap ketika berada di area makam. Ia menggambarkan lokasi tersebut sebagai tempat yang memiliki nuansa mistis berdasarkan pengalaman pribadinya.
Di sisi lain, kondisi lingkungan sekitar makam disebut cukup tandus. Pepohonan di kawasan tersebut terlihat tidak terlalu lebat sehingga suasana lokasi berbeda dengan gambaran kawasan yang sangat rimbun.
Bagi masyarakat yang ingin berziarah, lokasi ini menjadi salah satu tempat yang menarik untuk ditelusuri karena menyatukan kisah penyebaran Islam, makam tokoh lokal, serta keberadaan struktur batu kuno. Meski demikian, informasi sejarah mengenai Eyang Lembu Gumarang dan peninggalan di sekitar makam masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan detail sejarahnya.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber