Reco Sewu Tulungagung, Wisata yang Pernah Viral Kini Terlihat Sepi

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:40 WIB
Reco Sewu Tulungagung pernah viral dan jadi wisata favorit. Kini suasananya mulai redup, dengan ribuan arca di kawasan Popoh.(ILUSTRASI AI)
Reco Sewu Tulungagung pernah viral dan jadi wisata favorit. Kini suasananya mulai redup, dengan ribuan arca di kawasan Popoh.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Reco Sewu Tulungagung menjadi salah satu kawasan yang pernah ramai dan disebut sebagai destinasi favorit masyarakat di sekitar Tulungagung. Berada di kawasan Rejo Sewu, sekitar Pantai Popoh, tempat ini dikenal dengan keberadaan arca dalam jumlah banyak serta pesanggrahan yang dikaitkan dengan sosok pengusaha pabrik rokok pada masanya. Kini, kawasan tersebut disebut mulai redup setelah sebelumnya sempat menjadi tujuan wisata yang populer.

Dalam video Besole Channel, suasana kawasan Reco Sewu diperlihatkan dari bagian bawah hingga area pesanggrahan. Pengunjung dapat melihat berbagai arca berukuran kecil hingga besar yang menjadi ciri khas lokasi tersebut.

Narator menyebut jumlah arca di kawasan itu mencapai sekitar 1.000 buah. Keberadaan arca-arca tersebut kemudian menjadi alasan kawasan ini dikenal dengan nama Reco Sewu.

Reco Sewu berada di area Pantai Popoh, Tulungagung Selatan. Kawasan tersebut disebut memiliki hubungan dengan sosok Bapak Sumiran, yang dalam video disebut sebagai pengusaha pabrik rokok Erco Pentung sekaligus pengelola wisata Pantai Popoh pada masanya.

Baca Juga: Misteri Gua Pasir Tulungagung: Tempat Tapabrata Ratu Gayatri Majapahit dan Jejak Sejarah Sungai Brantas

Menurut narasi video, Sumiran merupakan sosok yang sukses ketika kawasan Pantai Popoh masih berjaya. Sebuah tempat khusus kemudian dibangun sebagai pesanggrahan atau pesarean untuk dirinya.

Bangunan tersebut bahkan disebut sudah dipersiapkan sebelum Sumiran meninggal dunia. Area yang berada di bagian atas kawasan tersebut kemudian menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Saat menuju lokasi, pengunjung dapat melihat arca-arca kecil yang berada di sisi kanan dan kiri jalur. Beberapa arca berukuran lebih besar juga terlihat berdiri di kawasan pesanggrahan.

Narator menunjukkan salah satu arca berukuran besar yang menjadi bagian dari kawasan tersebut. Arca-arca itulah yang kemudian disebut menjadi identitas Reco Sewu.

Tidak seluruh bagian kawasan dapat dimasuki secara bebas. Dalam video, terdapat pintu menuju area pesarean yang disebut sebagai tempat sakral.

Pintu tersebut dalam kondisi terkunci dan memiliki penjaga atau juru kunci. Menurut narasi, kawasan tersebut biasanya dibuka ketika keluarga besar Sumiran datang untuk berziarah.

Baca Juga: Jembatan Plengkung hingga Tombak Kanjeng Kyai Upas Diusulkan Jadi Cagar Budaya Tulungagung, Ini Nilai Sejarahnya

Pengunjung yang ingin melihat area sekitar juga diarahkan mengikuti petunjuk yang tersedia. Namun, kawasan pesarean tidak selalu dibuka untuk umum.

Kondisi tersebut membuat pengalaman mengunjungi Reco Sewu berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya. Selain keberadaan arca, tempat ini juga memiliki area yang diperlakukan secara khusus karena berkaitan dengan makam dan keluarga tokoh yang disebut dalam video.

Yang menarik, Reco Sewu disebut pernah menjadi salah satu destinasi yang populer pada masanya. Narator menyebut kawasan tersebut mulai viral sekitar era 1980-an dan didatangi masyarakat dari berbagai daerah.

Popularitasnya tidak terlepas dari keberadaan Pantai Popoh yang berada di kawasan bawah. Wisatawan yang datang menikmati Pantai Popoh disebut sekaligus mengunjungi kawasan Reco Sewu.

Baca Juga: Sejarah Gua Tenggar Tulungagung, Surga Wisata Karst yang Menyimpan Potensi Geologi dan Sisa Kehidupan Purba

Namun, suasana yang ditampilkan dalam video menunjukkan kondisi yang berbeda dibandingkan masa kejayaannya. Narator menyebut kawasan tersebut kini mulai redup sebagai tempat wisata yang sebelumnya menjadi idola masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.

Meski demikian, keberadaan arca-arca dan pesanggrahan tetap menjadi bagian menarik dari kawasan tersebut. Jejak masa lalu itu memperlihatkan bagaimana sebuah lokasi wisata dapat memiliki perjalanan panjang, dari tempat yang ramai dikunjungi hingga perlahan kehilangan popularitas.

Video tersebut juga menampilkan suasana perjalanan menuju kawasan Reco Sewu dan ditutup setelah narator tiba di lokasi. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai asal-usul arca, jumlah pastinya, maupun penelitian sejarah yang dapat memverifikasi seluruh informasi mengenai kawasan tersebut.

Karena itu, kisah mengenai Reco Sewu dalam berita ini mengikuti informasi yang disampaikan dalam transkrip video, termasuk cerita mengenai pesanggrahan, arca, sosok Sumiran, serta popularitas kawasan tersebut pada masa lalu.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Reco Sewu Tulungagung arca Reco Sewu Rejo Sewu Sumiran pantai popoh