RADAR TULUNGAGUNG – Di Tulungagung terdapat beberapa bahasa gaul yang menjadi ciri khas orang itu dari daerah situ.
Salah satunya di daerah selatan Tulungagung yaitu di eks Kawedanan Campurdarat, yang meliputi Campurdarat, Pakel, Bandung, dan Besuki yang memiliki satu kata yang biasa diucapkan, yaitu “Gok”
Baca Juga: Lima Kata Bahasa Tulungagung yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia
Kata-kata tersebut sudah sangat melekat di kalangan warga “kidulan” terutama di kalangan anak muda Tulungagung. Hampir setiap hari digunakan dalam percakapannya.
Secara makna, “Gok” memiliki arti “dari”, kata ini digunakan untuk menanyakan atau menjawab kita dari mana.
Misalnya ada seseorang yang bertanya “awakmu gok ngendi ?” yang berarti “kamu dari mana ?”, atau menjawab pertanyaan “Gok Campurdarat” yang berarti “dari campurdarat”
Bagi warga di luar kecamatan tersebut, penggunaan kata ini sering membuat heran dan penasaran. Hal itu yang menjadikan kata “Gok” menjadi ciri khas yang melekat bagi daerah “kidulan”.
Setiap kali orang mendengar kata ini, hampir bisa dipastikan bahwa orang tersebut berasal dari daerah selatan Tulungagung.
Jika dilihat dari Bausastra Jawa atau kamus Bahasa Jawa, kata Gok memang bukan kata baku. Karena kata dari dalam Bahasa Jawa adalah saka atau biasa disingkat menjadi ka.
Baca Juga: Gaya Bahasa Asli Orang Tulungagung yang Perlu Kamu Ketahui, Lucu tapi Bikin Kangen
Meskipun ada kalanya juga menggunakan kata teka yang lazim dipakai di kalangan masyarakat Jawa Timur, meskipun artinya datang.
Bukan sekedar Bahasa gaul, “Gok” merupakan bahasa warisan nenek moyang yang diwariskan turun temurun hingga kini.
Kata tersebut masih lestari dan menjadi ciri khas warga kawasan Tulungagung selatan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana