Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

HEBOH! Muncul Kilatan di Gunung Kelud, PVMBG dan BPBD Kabupaten Kediri Bilang Seperti Ini

Trisnawati Puji Rahayu • Jumat, 30 Mei 2025 | 21:11 WIB
Kilatan petir dan asap tebal di sekitar Gunung Kelud, seolah menandakan letusan.
Kilatan petir dan asap tebal di sekitar Gunung Kelud, seolah menandakan letusan.

Kediri — Gunung Kelud dipastikan berada dalam kondisi aman meskipun sempat viral video yang menunjukkan kilatan cahaya dan gumpalan awan di sekitar puncaknya. Kabar yang beredar mengenai letusan Gunung Kelud pada Kamis sore, 29 Mei 2025, dipastikan tidak benar. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa aktivitas vulkanik gunung yang terletak di perbatasan Kediri, Blitar, dan Malang itu masih berada pada Level I (Normal).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan termasuk dalam kategori Status 5, yang dapat memicu keresahan di masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada tanda-tanda aktivitas vulkanik yang mengarah pada potensi letusan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Kondisi cuaca di sekitar gunung saat ini dilaporkan cerah hingga berawan, dengan angin berhembus lemah hingga sedang ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara tercatat antara 21 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembaban udara berkisar 60 hingga 89 persen.

Secara visual, puncak Gunung Kelud tampak jelas, hanya sesekali tertutup kabut tipis, dan tidak terlihat adanya asap dari kawah.

Aktivitas kegempaan pun tergolong rendah, hanya terdeteksi tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo antara 2 hingga 9 mm, dan durasi antara 123 hingga 239 detik.

“Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung Kelud dalam keadaan normal. Kilatan cahaya yang terlihat adalah petir, bukan letusan,” kata perwakilan PVMBG dalam pernyataan resminya.

Meskipun statusnya aman, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi bahaya lain seperti erupsi freatik dan lahar dingin, terutama saat hujan deras.

Beberapa jalur di sekitar gunung juga dilaporkan licin dan terjal, menyulitkan pendakian dan menambah risiko keselamatan bagi pengunjung yang kurang berpengalaman.

BPBD juga menegaskan bahwa informasi terkait erupsi yang tersebar di media sosial merupakan hoaks. Masyarakat diminta untuk hanya merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang.

Gunung Kelud dikenal sebagai salah satu gunung api aktif di Indonesia yang terakhir meletus besar pada tahun 2014. Sejak saat itu, aktivitasnya terus dipantau secara intensif oleh tim PVMBG.

Bagi wisatawan dan pendaki yang ingin berkunjung, disarankan untuk mengecek kondisi cuaca serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#kediri #gunung kelud #bencana alam #hoax #gunung meletus